7 Februari 2019

Writer’s Block



Dulu, saya pikir saya tak akan pernah kehabisan bahan untuk dituliskan. Pernah saya berpikir bahwa writer’s block hanya mitos buat diri saya. Sebab saya memiliki banyak hal yang dapat saya tuangkan dalam bentuk tulisan atau tepatnya banyak hal yang ingin saya curhatkan secara online. Demikianlah kegiatan ngeblog saya dulunya. Ternyata hal yang saya anggap mitos kemudian terjadi. Kebanyakan bukan hanya karena tak banyak waktu yang bisa diluangkan untuk menulis, melainkan kelamaan tidak menulis akhirnya bingung mau menuliskan apa. Beda sama dulu ya, karena curhat setiap hari, blognya terisi terus. Menulis pun tidak terlalu banyak berpikir soal faedah atau unfaedah. Pokoknya tulis, posting, dan melakukan spamming adalah hal yang biasa.


Saya tak ingin mengatakan bahwa tulisan saya nyampah. Apa pun isinya, setidaknya tulisan itu adalah bagian dari diri saya. Bagian dari sejarah kehidupan saya. Biarpun isinya hanya curhat. Bahwa tulisan itu adalah isi kepala saya masa itu. Setelah menikah ternyata banyak sekali halangan untuk konsisten menulis seperti dulu. Jangankan mau menulis yang bagus, menulis apa saja yang bisa saya pikirkan pun terasa sulit. Konsentrasi kurang. Pantas saja blogger perempuan yang saya kenal dulunya, juga tidak bisa update tulisan harian minimal 1 post.

Banyak hal yang harus diurus dan dipikirkan. Mau berpikir soal ide yang bisa dituangkan ke blog jadinya bukan hal yang mudah dan mengalir seperti dulu. Kalau sekarang saya sendiri hanya bisa menulis kalau anak saya yang kecil sudah tidur. Sebab dia tak bisa membiarkan Umaknya tenang menulis, dia yang akan ikutan mencet semua huruf yang ada di keyboard. Kadang dia minta lagu kesukaannya yang diputar atau video baby shark.

Karena itulah sebabnya saya mengajak teman-teman, sesama blogger perempuan untuk membuat komunitas dare blogger. Komunitas ini sebenarnya hanya untuk membuat tema harian bagi blogger yang ingin menulis setiap hari dan bingung mau menuliskan apa. Setiap akhir bulan juga kami akan saling bertukar tema untuk bulan depan. Sehingga tak ada lagi cerita writer’s block. Soalnya semua ide sudah ‘disimpan’ dan akan diterbitkan setiap hari melalui instagram @dareblogger. Jadi saat saya hanya punya waktu sedikit untuk menulis, saya bisa mengintip tema yang terbit di sana. Langsung berpikir sebentar dan menulis secepat mungkin. Maklum kalau anak saya yang kedua bangun, laptop akan segera dikuasai. Buyarlah cerita menulis.

Bagi teman-teman blogger yang punya masalah yang sama, mau perempuan atau laki-laki, silakan mengintip di akun instagram @dareblogger. Siapa tahu tema harian yang tersedia di sana bisa membantu teman-teman untuk memiliki tulisan lebih banyak dan tak bingung mau mengisi blognya dengan tema apa. Khusus blog saya sendiri memang isinya lebih personal mengenai pemikiran dan kehidupan saya, jadi apa pun tema yang diberikan selalu akan saya kaitkan dengan ke kehidupan pribadi saya.

Perjalanan ngeblog ini masih panjang. Masih banyak artikel yang ingin saya tulisan di blog ini. Semoga saya terus diberikan kesehatan untuk menulis lebih banyak lagi. Berbagi lebih sering lagi. Tahun 2019 ini saya masih mengumpulkan energi untuk menulis setiap hari dan membuat diri saya ‘berhutang tulisan’ jika ada hari yang lewat tanpa tulisan apa pun.

6 Februari 2019

Liburan Murah Meriah



Semenjak harga tiket pesawat melambung apa yang terjadi berikutnya? Penerbangan sepi, itu sudah pasti ya, karena dengan harga yang tinggi membuat orang berpikir dua kali untuk bepergian. Terutama kalau alasan bepergiannya kurang mendesak. Beberapa kali baca status teman juga banyak yang mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat dan belum lagi tambahan biaya bagasi jika banyak bawa barang. Jadi kalau mau liburan ditahan-tahan bawa banyak barang. Bawa secukupnya dan seperlunya supaya tak perlu nambah biaya lagi ya. Nanti mahalnya double.


Pagi-pagi biasanya sudah ada 12 pesawat yang lewat menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak, sekarang paling 2-3 pesawat saja yang tiba. Jauh sekali dibandingkan waktu harga tiket pesawat tidak setinggi sekarang. Apalagi kalau musim liburan tahun baru imlek. Belum lagi kalau mendekati Cap Go Meh. Singkawang menjadi ikon pusat wisata Cap Go Meh yang sebentar lagi akan berlangsung. Apakah saya beruntung tidak perlu naik pesawat untuk ke Singkawang? Sekarang sepertinya demikian. Namun saya tak dapat membayangkan berapa biaya liburan yang harus saya keluarkan jika harus naik pesawat beberapa kali bersama suami dan anak-anak.

Tahun 2019 ini sepertinya akan jauh lebih baik kita liburannya di lokasi yang tak membutuhkan pesawat. Saya yang di Kalimantan Barat bisa main ke Mempawah atau Singkawang untuk liburan hemat. Tak perlu jauh-jauh. Kecuali dapat liburannya gratisan ya, tak perlu memikirkan harga pesawat. Bagaimana dengan teman-teman sendiri? Ada rencana liburannya di luar Kalimantan Barat atau yang ingin ke Kalimantan Barat? Saya masih setia di Bumi Khatulistiwa belum pindah ke mana-mana sejak 2005 saya memutuskan kuliah di sini dan akhirnya saya juga menikah dengan orang sini. Sudah menjadi target memang, menikahi orang asli Pontianak, supaya dapat KTP Pontianak juga. Hehehe…

Liburan Murah Meriah lainnya masih banyak sih yang tak perlu pesawat ya, selama masih di Kalimantan Barat, bisa juga mampir ke beberapa pulau kecil seperti Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, dan kalau ingin agak jauh bisa mampir ke daerah perbatasan Indonesia yang tak jauh dari tempat saya lahir. Saya lahir di Jawai dan perbatasan dengan Malaysia ada di Aruk. Ada rencana juga bulan ini mau mamipr ke sana. Sudah saatnya mengeksplor tanaha sendiri untuk daerah wisatanya. Tak melulu liburan kita mampirnya ke Bali. Dari Pontianak menuju Bali sekali pergi dua kali naik pesawat, dulu saya buat ongkos paling tidak menyiapkan 4 juta untuk sendirian. Kalau berempat harus menyediakan 16 juta. Belum hotel dan yang lainnya.

Liburan ke daerah wisata di Kalimantan Barat tak perlu modal belasan apalagi sampai puluhan juta. Bawa uang 1-2 juta dan mobil, sudah bisa liburan murah meriah sekeluarga. Bahkan bisa bawa Umak, Uwan, kakak, dan adik-adik saya. Soalnya berkendara ke Aruk menggunakan mobil hanya butuh waktu 4-5 jam. Tidak terlalu jauh bukan? Terus bisa pulang pada hari yang sama. Jadi hapus biaya hotel dari daftar biaya yang harus dikeluarkan. Makanan juga bisa bekal dari rumah. Bawa nasi dan lauk-pauk yang tak mudah basi dan bisa dinikmati bersama-sama di perjalanan. Piknik yang murah meriah dan terasa ‘jauh’ karena menuju negeri jiran Malaysia.

Beruntung rasanya tinggal di Kalimantan Barat sebab kalau memang ingin liburan keluar negeri dengan biaya hemat, bisa ke Malaysia dengan melewati jalan darat. Kalau punya kendaraan sendiri bisa berangkat ramai-ramai. Semobil bisa muat 7-8 orang. Biaya untuk beli amunisi di SPBU tidak sampai Rp500.000. Menyenangkan bukan?

Kalau kamu, rencana mau liburan murah meriah di mana?

Mengecilkan Rezeki Anak



Orang tua saya dulu bukan orang kaya raya yang mampu membelikan semua yang diinginkan dan dibutuhkan anaknya. Namun satu hal yang selalu saya pahami dari mereka adalah mereka tak pernah mengecilkan impiannya dan impian kami, anak-anaknya. Tidak pernah saya mendengar ibu saya mengatakan bahwa saya tidak bisa karena kami dari keluarga yang seadanya. Saya tak akan mengatakan bahwa saya dari keluarga yang miskin karena meskipun kami tidak banyak uang, setidaknya orang tua saya masih mampu mencukupi kebutuhan sandang dan pangan kami. Tidak mewah, tapi tak pernah kami tidak makan hanya karena tak punya uang atau tak punya beras.


Saya ingat kami sering makan lauk dari ikan yang kami pancing atau makan nasi hangat dengan telur rebus dengan kecap asin yang membasahi bagian kuningnya. Nasi dimasak bersamaan dengan telur rebus tersebut. Jadi bagian kulit telur penuh oleh nasi. Lauk begitu saja sudah cukup mengenyangkan dan menyenangkan. Tak pernah meminta sesuatu yang tak mampu orang tua saya sediakan kala itu. Sebab saya tahu, kami bukan orang kaya. Sesekali kami akan dibelikan masing-masing sebungkus Twisko, snack rasa jagung dengan hadiah mainan di dalamnya. Hadiahnya lucu-lucu dan itu juga sudah membahagiakan, setidaknya bagi saya, itu adalah kenangan yang indah di dalam kekurangan yang kami punya.

Umak dan Abah saya adalah orang yang sangat positif, pikiran mereka optimis. Tidak ada kata-kata pesimis meskipun banyak hal mungkin terasa tak mungkin. Mereka membiarkan anak-anaknya memuat impian sebesar-besarnya. Setinggi-tingginya. Bisa jadi karena mimpi itu gratis. Tak perlu mengeluarkan uang. Sehingga bagi mereka, mimpi adalah harapan yang tak perlu mereka beli dengan uang yang kadang mereka miliki, kadang habis dalam satu hari. Itu yang sangat saya syukuri. Sebab jika orang tua saya mengecilkan impian saya, mengecilkan rezeki saya, mungkin saya tidak akan memiliki apa yang saya miliki sekarang.

Setidaknya saya bisa mengatakan bahwa kehidupan yang saya berikan secara materi, untuk kedua anak saya, jauh lebih baik dari yang saya dapatkan dulu. Mereka tak perlu ragu menyebutkan ingin makan sesuatu ketika lapar, tak perlu hanya menatap mainan di toko hanya karena orang tuanya tak mampu membelikannya karena harganya yang mahal. Mereka bisa membeli baju baru tanpa perlu menunggu lebaran tiba. Saya ingat betul, saya hanya bisa beli baju baru ketika mendekati hari raya puasa. Hidup kami memang musim paceklik, tapi musim itulah yang menjadikan saya yang sekarang. Menjadikan saya orang tua yang banyak bersyukur karena tak perlu mengulang musim yang sama untuk anaknya.

Saya pikir saya juga akan selalu membesarkan impian-impian anak saya. Sama seperti orang tua saya dulu yang tak paham akan ke mana arah ‘suka menulis’ akan membawa saya. Paling penting buat mereka adalah membiarkan saya terus menulis dan bermimpi bahwa nanti saat saya dewasa akan memiliki mesin tik untuk menuliskan semua cerita yang saya inginkan. Ternyata, bukan mesin tik yang saya miliki. Melainkan laptop. Melebihi ekspektasi saya dulu. Maklum lahir di desa yang tak ada listriknya, saya hanya bisa membayangkan mesin tik biasa. Itulah yang harus kita sadari bahwa ‘Allah Maha Kaya’, itu yang selalu Umak saya katakan. Jangan malu meminta yang sebanyak-banyaknya, setinggi-tingginya, sebesar-besarnya, sebab Allah itu memiliki segalanya. Mengapa harus mengecilkan impian kita? Mengecilkan rezeki kita?

Tulisan ini muncul karena saya habis ngobrol dengan orang tua yang lain, obrolan yang biasa sebenarnya. Entah bagaimana jadi berbicara soal membeli tanah di kota. Karena saya sudah tahu betul harga pasaran tanah yang ada di lingkungan saya, mau mampu beli atau tidak, saya sudah tidak kaget dengan harganya. Satu hal yang menggelitik saya kemudian adalah saat dia mengatakan bahwa keluarganya tidak mungkin untuk tinggal di kota karena harga tanah yang sedemikian tingginya. Padahal anaknya dua orang masih duduk di bangku sekolah dasar. Apakah dia yakin anaknya nantinya tidak mampu membeli tanah dan rumah di kota hanya karena dia sendiri tidak mampu? Jika dibandingkan dengan kehidupan kedua orang tua saya dulunya, kehidupan mereka jauh lebih baik. Bahkan mereka memiliki beberapa properti di desa.

Jangan mengecilkan rezeki anak kita, kita tidak pernah tahu ke mana masa depan akan membawa mereka. Biarkan mereka memimpikan sesuatu sebesar-besarnya, setinggi-tingginya. Bukankah untuk bermimpi kita tak perlu mengeluarkan uang?

5 Februari 2019

Trap Drama Korea Hanya 7 Episode dari OCN

Karena oh karena 'ITEM' masih ongoing saya mulai gerilya cari-cari drama Korea thriller crime yang lain. Lalu sangkut pada TRAP. Ini akan jadi drama thriller terpendek yang akan saya tonton. Secara cuma 7 episode. Jadi setiap episode berharga. Nontonnya dihemat-hemat. Hahahaha... 




Awal Maret akan kelar 7 episodenya. Aktor terfavorit saya ada di sini. Sung Dong Il. Ini masih ongoing juga tapi bolehlah masuk list ya. Agak sadis dan berdarah-darah dan ada 'perburuan manusia dengan umpan manusia'. Mengerikan tapi bikin penasaran. 

Kejar Hadiah Sponsor dengan Pinjam KTP?



Sering saya menemukan konsultan Oriflame yang hobinya begini. Pinjam KTP teman atau keluarga buat didaftarkan jadi konsultan Oriflame karena sedang ada program hadiah yang menarik tidak hanya untuk konsultan baru atau lama. Khusus konsultan baru nama programnya Welcome Program 123, selama 3 bulan pertama setelah bergabung bisa mengumpulkan poin untuk mendapatkan hadiah khusus untuk konsultan baru. Lalu konsultan lama jika ingin mendapatkan hadiah serupa biasanya ada target rekrut.


Merekrut artinya mengajak orang bergabung. Kita yang mengajak orang untuk bergabung posisinya akan menjadi inviting sponsor. Nah sebagai inviting sponsor kita akan mendapatkan hadiah sponsor saat orang yang kita ajak bergabung mengumpulkan 100BP atau 100poin dibulan pertama dia bergabung. Biasanya syaratnya memiliki 2 atau 3 rekrutan. Bergantung programnya. Makin kece hadiahnya makin besar jumlah rekrutan yang harus kita penuhi lolos Welcome Program 1-nya. Semakin besar tantangannya makin seru. Artinya kita semakin ditantang untuk memenuhi persyaratan yang diberikan Oriflame.


Inilah yang terkadang membuat konsultan lama yang malas rekrut atau malas menjelaskan soal bisnis Oriflame ke orang lain, memilih untuk meminjam KTP teman atau saudaranya lalu dia jualan dan belanja sendiri menggunakan nama orang tersebut sehingga dia sendiri mendapatkan hadiah sponsornya. Pasti ada konsultan yang seperti itu tapi tidak banyak karena sampai sejauh mana kita ingin meminjam KTP orang lalu menyelesaikan Welcome Program 1 mereka? Butuh waktu dan energi yang tidak sedikit untuk melakukannya sendirian.


Kalau saya mendingan memang rekrut beneran. Sehingga dia belanja beneran atau jualan sendiri tanpa perlu saya yang memenuhinya. Sebagai sponsor kita tinggal ajari saja soal produknya sehingga dia lancar jualannya. Meminjam KTP mungkin terlihat mudah awalnya untuk menyelesaikan tantangan hadiah sponsor, tapi ketika kita memang ingin serius mengerjakannya, jauh lebih baik kita tidak melanggar kode etik dan melakukan perekrutan yang sebenarnya. Sebab sebanyak apa KTP yang bisa kita dapatkan untuk dipinjam?


Ingin juga tahu hadiah apa yang berlaku bulan ini? Klik wa.me/6285213626011 ya. Sekalian nanti saya kirimin katalog yang sedang berlaku kalau butuh intip-intip.

4 Februari 2019

Hadiah Member Baru dan Sponsor Oriflame Program 1-28 Februari 2019

Whatsapp: 085213626011 atau klik wa.me/6285213626011




Satu dari sekian banyak hal yang saya suka dari Oriflame adalah banyaknya hadiah yang disediakan untuk semua konsultannya. Baik yang baru atau selalu mendapatkan keistimewaan. Namanya Welcome Program khusus untuk konsultan yang baru bergabung. Programnya selama 3 bulan pertama dan cukup menukarkan 100BP atau poin maka akan mendapatkan berbagai hadiah sesuai yang berlaku pada masa pendaftarannya sampai selesai 3 bulan tersebut. Lalu bagaimana dengan konsultan yang sudah selesai masa Welcome 

Programnya? Tidak dapat hadiah lagi dong? Dapat! Tenang. Oriflame selalu baik. Saya sendiri sudah banyak mendapatkan hadiah sponsor. Macam-macam hadiahnya. Mulai dari tas, dompet, parfum, lipstik, dan masih banyak jenis hadiah lainnya yang gratis dari Oriflame. Saking banyaknya sebagian saya kasih ke Umak dan kakak saya. Soalnya banyak yang tak terpakai juga jadinya. Penjelasan lengkap hadiah dan keuntungan daftar sebagai konsultan 1-28 Februari 2019 ini bisa klik di sini atau hubungi wa.me/6285213626011 ya. 



Program Member Baru Oriflame di Februari 2019 Bergabung Oriflame GRATIS! (Normal Rp49.900,-)

Welcome Program Oriflame Februari 2019


Caranya:
Lakukan order pertama langsung Rp300.000,- maka Anda akan mendapatkan keuntungan sebagai berikut.

✓ Gratis biaya Member Rp49.900,-
✓ Gratis Ongkir
✓ Bisa membeli Miss Charming Fragrance Mist kode 33592 atau Miss Happy Fragrance Mist kode 33534 hanya dengan Rp 29.900,- (dari harga Rp 129.000,-)
✓ Tester skincare NovAge Bright Sublime 1 set isi 6 produk

Ada hadiah Produk Gratis juga lho, untuk kamu yang bisa berhasil mengumpulkan 100 poin setiap bulannya, di 3 bulan pertama bergabung. (Hadiah WP alias Welcome Program)

Berikut hadiah WP1, 2 dan 3 bagi yang bergabung Februari 2019
✅ WP1: Divine Eau de Toilet senilai Rp 629.000,-
✅ WP2 : Linnea Clutch senilai Rp 459.000,-
✅ WP 3 : Linnea Tote Bag senilai Rp 569.000,-

Total Welcome Program Oriflame 1-28 Februari 2019 senilai Rp1,6 juta. (Welcome Program Normal hanya Rp 597.000,-)

3 Februari 2019

5 Masker Alami Untuk Perawatan Kulit Wajah Yang Harus Kalian Coba!



Membahas tentang cara merawat kulit wajah memang selalu menjadi perbincangan yang menarik untuk kita bahas. Ya, terang saja demikian, sebab semua orang di dunia ini menginginkan kulit wajah yang halus, mulus, dan bersih. Namun, tak semua orang tahu tentang cara alami untuk merawat kulit wajahnya. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi tentang cara merawat kulit wajah secara alami, mari kita simak saja langsung paparannya dibawah ini.

1. Menggunakan Masker Buah Pepaya
Siapa sih dari kita yang tidak kenal pada buah bertekstur lembut dan memiliki rasa manis ini? Ya, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan buah pepaya tersebut. Berdasarkan dari hasil penelitian, masker buah pepaya ini dapat mencegah penuaan dini, mengatasi flek hitam, mengatasi masalah jerawat, menghaluskan kulit, dan melembapkan kulit. Berikut cara membuat dan cara menggunakan maskernya => siapkan beberapa potongan buah pepaya, kupas kulit dan bijinya, lalu lumatkan hingga hancur. Aplikasikan pada wajah secara merata sambil dipijat-pijat, dan istirahatkan selama 25 menitan. Jika sudah demikian, segera bilas kembali wajahmu dengan air hangat sampai bersih.

2. Menggunakan Masker Aloe Vera
Aloe vera atau yang lebih dikenal dengan nama lidah buaya, merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat dijadikan masker untuk memelihara kecantikkan kulit wajah. Mengapa bisa demikian? Pasalnya, lidah buaya ini kaya akan kandungan nutrisi seperti zinc, vitamin E, tithanium, dan lain sebagainya. Berikut cara membuat dan cara menggunakan maskernya => sediakan 1 batang tanaman lidah buaya, kupas kulitnya, lalu aplikasikan gelnya pada wajah secara merata. Istirahatkan kurang lebih sekitar 20 – 25 menit, lalu bilas lagi wajahmu dengan air hangat hingga bersih.

3. Masker Buah Alpukat dan Madu
Masker alami berikutnya yang dapat kamu gunakan untuk memelihara kecantikkan kulit wajah, yaitu masker buah alpukat dan madu. Seperti inilah cara membuat dan cara menggunakan maskernya => siapkan 1 buah alpukat, keruk dagingnya, lalu sisihkan kedalam mangkuk. Tumbuk daging buah alpukat tersebut hingga hancur, tambahkan 1 sdm minyak zaitun, aduk-aduk, lalu oleskan pada wajahmu secara merata sambil dipijat-pijat. Istirahatkan selama 25 menitan, kemudian basuh kembali wajahmu dengan air hangat sampai bersih.

4. Menggunakan Masker Yogurt dan Buah Strowberi
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa yogurt dan buah strowberi ini sama-sama kaya akan kandungan vitamin C. Nah, kandungan vitamin C tersebutlah yang berperan aktif untuk menjaga kecantikkan kulit wajah. Siapkan 1 cup yogurt tawar, 2 buah strowberi (iris tipis-tipis), kemudian masukkan buah strowberinya kedalam yogurt. Aplikasikan maskernya pada wajah secara merata sambil dipijat-pijat, diamkan selama 25 menit, lalu basuh lagi wajahmu dengan air hangat sampai bersih.

5. Masker Yogurt dan Buah Pisang
Selain dapat dikolaborasikan dengan buah strowberi, masker yogurt juga bisa dikolaborasikan dengan buah pisang lho. Berikut cara membuat dan cara menggunakan maskernya => siapkan 1 buah pisang, kupas kulitnya, lumatkan dagingnya hingga hancur, lalu sisihkan kedalam mangkuk. Tambahkan dengan 1 cup yogurt tawar, aduk-aduk, dan aplikasikan pada wajah secara merata sambil dipijat-pijat. Istirahatkan sekitar 25 menit, lalu bilas kembali wajahmu dengan air hangat sampai bersih.

Itulah 5 masker alami yang dapat memelihara kecantikkan kulit wajah. Dengan menggunakan masker tersebut, tentunya kesehatan dan kecantikkan kulit wajahmu akan senantiasa terjaga.


Mengapa Harus Move On?

Mengapa Harus Move On?



A post shared by Komunitas Dare Blogger (@dareblogger) on
Pernah. Saya juga pernah galau. Pernah nangis. Pernah lupa bahwa beras itu mahal. Eh

Jadi kalau di Sambas, biasanya orang Melayu suka mengolok-ngolok orang yang galau karena Ce-i-eN-Te-A itu adalah orang yang belum memahami bahwa harga beras lebih penting dari itu semua. Sebab saat menikah yang dipikirkan berikutnya buat bulan madu melainkan bagaimana kita melanjutkan kehidupan sebagai orang dewasa yang sudah menikah. Putus cinta? Lebih menyakitkan susahnya cari isi ulang gas tabung hijau. Hahaha…

Dulu gampang baper. Sedikit-sedikit emosional pokoknya. Tempat yang menampung itu semua? Twitter. Bahkan pernah dihukum tak bisa update twit gara-gara terlalu cepat ngetwitnya. Ah sudahlah galau, sedang curhat di twitter, kemudian tak bisa melanjutkan curcolnya gara-gara si burung birunya yang balik ngambek. Kebanyakan twit. Spamming.

Move on-lah. Jangan kelamaan galau. Saya juga pernah berada di posisi itu, merasa tak berharga. Tak diinginkan. Menyedihkan. Sampai akhirnya menemukan pelabuhan kehidupan saya selanjutnya. Orang-orang yang akhirnya menjadi keluarga dan paling penting dalam hidup saya. Butuh terlalu lama waktu itu untuk menemukannya. Sampai saya lama galaunya. Di blog ini juga pasti banyak sisa kegalauan saya. Sudah move on sih sekarang. Kalau belum move on cari kesibukan. Saat sibuk biasanya tak sempat lagi mau galau.

Dulu saya sempat galau, tak tahu harga beras mahal, gara-gara kebanyakan waktu sendirian. Akhirnya, ngetwit galau ke galau lagi. Susah move on gara-gara sendirian. Sekarang? Bisa sendirian berjam-jam adalah berkah. Istilahnya me time ya buat emak-emak milenial. Beda sekali dengan jaman dulu. Padahal waktunya sama saja 24 jam. Tapi ada yang bisa menggunakannya hanya untuk galau ada yang bisa menggunakannya untuk lebih banyak menulis atau istirahat.

Bagaimana? Sudah siap move on?

2 Februari 2019

Bakso Rusuk Haji Tulus Pontianak







Beberapa hari lalu saat lewat Jalan Tani Makmur Pontianak, mata kami terpaku pada sebuah warung yang masih baru. Sebagai pecinta bakso saya langsung baca, namanya Bakso Rusuk Haji Tulus. Kebanyakan warung bakso biasanya menawarkan sesuatu yang ada di dalam baksonya. Entah isi keju, daging, cabai, atau telur. Wah ini beda nih saya pikir begitu sebab menawarkan tulang rusuk. Tulang rusuk itu iga bukan sih? Hahaha…

Setelah beberapa hari, saat di rumah bingung mau makan apa dan memang kondiri tubuh yang masih kurang enak. Demam dan batuk belum juga sembuh. Kalau ada ibu saya di sini dia pasti ngomel karena selama demam dan batuk saya masih aktif minum es. Maafkan. Pontianak sedang panas bulan ini dan rasa haus tak hilang rasanya kalau hanya minum air putih. Jadinya saya mau tak mau banyak minum es. Ah sudahlah ya jangan dibahas. Hahaha…

Balik lagi bahas Bakso Rusuk Haji Tulus, memang semangkuk itu wajar dihargai Rp26.000, lebih tinggi dibandingkan beberapa bakso lain yang juga versi warung. Beda cerita kalau beli baksonya di mall ya. Tapi baksonya memang enak bulatannya dan potongan daging bersama rusuknya itu lho, bikin saya terbayang-bayang lagi makan di situ. Kalau saya sedang ngambek dan suami mengajak makan di situ kemungkinan besar ya saya sembuh ngambek-nya ya. Habisnya kuahnya juga ngaldu banget.

Sebenarnya yang lebih penting dari itu semua adalah di sini kita juga bisa jajan sambil beramal. Jadi bukan hanya sekadar isi perut, bayar lalu pulang. Belum lagi kualitas bulatan baksonya yang premium. Ini jadi bakso terfavorit saya di Pontianak untuk sementara ini. Sebelumnya saya suka banget sama Bakso Rudal Pemangkat yang bulatan gedenya penuh sama daging. Sama-sama enak tapi saya suka banget bakso yang dipenuhi tulang rusuk ditambah potongan daging.

Kunci bakso yang enak selain kuahnya harus panas mendidih dan penuh kaldu ya bulatannya musti mantul. Dimakan bukan hanya rasa tepung tapi benar-benar terasa mendaging banget. Bahagia saya bisa menikmati sajian Bakso Rusuk Haji Tulus ini. Kalau kurang suka bakso tak apa. Ada pilihan Mie Ayam juga yang harganya lebih hemat. Hanya Rp15.000 permangkoknya. Bagi yang belum dewasa dan merupakan anak yatim bisa makan gratis juga lho di warung ini. Oke banget nggak tuh?

Soal rasa memang selera tapi rasanya banyak orang yang sepakat kalau Bakso Rusuk Haji Tulus ini memang enak. Daripada hanya baca tulisannya, mendingan langsung mampir ke Jalan Tani Makmur buat merasakan sendiri sensasi makan bakso ditambah tulang rusuk dan potongan daging dalam 1 mangkuk penuh.

Migrasi dari Ubuntu ke Linux Mint



Akhirnya! Drama laptop ngehang dan bikin yang mau kerja jadi ngambek, catat yang ngambek itu saya, selesai sudah. Hahaha…

Sebenarnya saya sudah terbiasa menghadapi perangkat yang ngehang karena saya yang terlalu cepat berpindah aplikasi atau ngetik. Tapi kalau sampai ngehang sejam atau setengah jam itu tentunya sangat menyebalkan. Pilihan terakhir tentunya adalah menambah RAM. Saya tidak begitu mahir dengan peralatan yang ada di laptop. Mengganti RAM sendiri? Belum bisa. Saya hanya bisa install uninstall distro dari Linux. Akhirnya teman menyarankan untuk menggunakan Linux Mint karena lebih ‘ringan’.

Benarkah lebih ringan?

Sudah 3 hari saya memasangnya di laptop. So far so good. Bahagia dong saya setelah 90% bekerja menggunakan smartphone hanya karena punya laptop yang ngajak berantem. Siapa yang sanggup menunggu loadingnya dan tetek bengek lainnya. Oiya saya juga memilih untuk tidak menyimpan data apa-apa di laptop. Semua film dan variety show koleksi saya juga sudah saya musnahkan. Sekarang lebih enak nonton langsung streaming. Maklum sinyal tumpah-ruah. Bahagia sekarang 24 jam di rumah karena sinyal wifi.id selalu tersedia dan unlimited kuotanya. Terus kalau punya foto yang sudah diunggah ke penyimpanan online saya biasanya akan segera menghapusnya. Supaya perangkat yang dimiliki menjadi lebih lega.

Jaman sekarang resolusi foto semakin tinggi. Bukan ide yang bagus untuk menyimpannya secara offline. Belum lagi risiko perangkat yang kita gunakan rusak atau hilang. Jauh lebih aman simpan di penyimpanan online. Jadi ingat masa lalu, saat kamera masih VGA, satu foto hanya beberapa Kb, sekarang? Jangan tanya. Satu foto bisa 6-10Mb. Semakin besar kapasitas memori yang kita miliki di sebuah perangkat, itu artinya akan ada yang masuk dan menghabiskan semua kapasitas memori tersebut.

Sadar nggak kalau makin ke sini perangkat yang kita miliki menyediakan kapasitas memori internal yang semakin besar dan lega namun pada kenyataannya setelah sebulan dua bulan digunakan tiba-tiba penyimpanan yang kosong hanya tinggal 1-2Gb saja? Padahal sudah beli perangkat yang kapasitas memori internalnya besar dan sudah tambah sdcard. Mengapa masih bisa sesak dengan data? Karena data yang kita miliki kualitasnya semakin tinggi dan semakin butuh memori yang semakin besar.

Solusinya? Kalau foto bisa upload ke google drive atau sosial media jika tak masalah dengan resolusinya menjadi rendah. Terus video sendiri bisa disimpan di Youtube. Jika memang videonya juga informatif bisa sekalian buat channel. Siapa tahu nanti banyak subscribernya. Lumayan bisa dimonetize. Sambil menyelam minum susu dan makan pisang selai srikaya Suka Hati.

Kayaknya saya bakalan setia sama Linux Mint walaupun masih agak kagok menggunakannya. Maklum dia lebih mirip Windows dibandingkan Ubuntu. Letak menunya persis dengan Windows. Malah rasanya saya menggunakan Windows bukan Linux. Enaknya sih distro Linux banyak yag gratisan. Jadi tak perlu khawatir soal beli lisensi. Untuk laptop lama yang RAMnya cuma 2GB ternyata Linux Mint 64bit lumayan cocok. Belum ada ngehang selama saya ngeblog atau menonton video streaming. Seperti yang saya bilang tadi. So far so good.

Jadi kalau teman-teman bingung cari distro Linux yang ringan untuk laptop atau komputer lama yang kapasitas RAM-nya seadanya bolehlah coba Linux Mint. Ringan booting-nya dan juga saat digunakan buat mengetik artikel tak ada masalah yang berarti. Installnya juga bisa menggunakan flashdisk. Tak perlu beli CD kosong. Cukup sediakan 1 flashdisk kosong yang ukuran 4GB juga cukup buat writing .iso Linux Mint-nya yang nantinya bisa untuk booting laptopnya. Masih bingung cara install laptop menggunakan flashdisk?

Saya sendiri menekan tombol ESC beberapa kali setelah menekan tombol power. Dari situ ada pilihan untuk booting tinggal diikuti saja dan pilih booting dari flashdisk atau USB drive. Setelah itu install deh. Sederhana kok caranya. Bisa googling juga tutorial cara install Linux Mint menggunakan flash disk kalau masih tak bisa ya! Selamat mencoba.

Salam pengguna Linux!

1 Februari 2019

Jatuh Cinta di Warung Kopi Suka Hati Pontianak


Warung Kopi Suka Hati Pontianak - Sudah pernah mampir ke Warung Kopi Suka Hati di Pontianak? Saya sudah lama sekali tinggal di Pontianak dan baru pertama kali ke sini. Sebab saya biasanya datang untuk ngopi itu malam, jarang pagi-pagi. Kalau pagi lebih enak sarapan dan ngopi di rumah kali ya? Namun karena teman-teman Komunitas Blogger Pontianak mau jalan-jalan, jalan-jalan beneran soalnya jalan kaki di sekitaran beberapa tempat wisata yang ada di Pontianak. Akan ada beberapa tulisan yang saya siapkan untuk membahas tempat wisata tersebut satu-persatu. Khusus artikel ini untuk membahas Warung Kopi Suka Hati yang sudah puluhan tahun ada di Jalan Tanjungpura Pontianak.

Warung Kopi Suka Hati di Pontianak ini terkenal dengan Selai Srikaya Suka Hati-nya. Sudah biasa makan roti dengan selai srikaya? Khusus di Pontianak, terutama di warung kopi, selai srikaya akan menemani pisang goreng. Di Warung Kopi Suka Hati sendiri, bukan hanya pisang goreng yang akan bermandikan selai, ada juga keladi atau talas goreng dan juga roti. Tapi kalau tidak suka sarapannya dengan makanan manis masih ada telur ayam kampung setengah matang yang bisa dipesan. Memulai hari dengan kopi yang harum dan hangat lalu perut diisi dengan telur setengah matang. Bahagia mana lagi yang ingin dicari?

Perut kenyang hati senang. Setelah 14 tahun tinggal di Pontianak, akhirnya saya mampir juga ke warung kopi yang terkenal dengan selainya ini. Pagi-pagi, masih sangat pagi karena matahari pun belum muncul sama sekali, kami sudah melaju dari rumah menuju warung kopi. Warungnya sudah ramai didatangi pembeli. Saya membayangkan, apakah dulu pernah ada orang yang bertemu jodohnya di sini? Jangan-jangan malah banyak yang menemukan pujaan hati di warung kopi. Awalnya hanya berniat minum kopi. Lalu melihat ada lawan jenis yang minum kopi juga. Kemudian kenalan. Akhirnya jadian sampai ke pelaminan.

Seandainya ada yang mau bercerita tentang pertemuan jodohnya di Warung Kopi Suka Hati sepertinya seru ya. Saya juga atuh cinta kemarin di warung kopi ini, jatuh cinta sama kopi dan sajian selai srikaya yang tumpah-ruah di atas pisang, keladi, dan roti. Bahagia sekali perut saya pagi-pagi bertemu makanan dan minuman yang hangat.

Jika teman-teman suatu hari mampir ke Pontianak, jangan hanya ngopi di malam hari. Sesekali pagi-pagi mampirlah ke Warung Kopi Suka Hati yang memang menyediakan banyak sekali selai srikaya khas mereka. Kalau suka bisa sekalian belanja selainya saja buat dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Di warung kopinya ada etalase yang menyediakan deretan mangkok Selai Srikaya Suka Hati. Harganya juga terjangkau. Kemasan praktis berbagai ukuran disediakan. Cuma warungnya ramai sekali dipadati pengunjung, kalau sudah penuh akan susah untuk nyelip sebab warungnya tidak begitu besar.

Selain Warung Kopi Suka Hati, sebenarnya saya sudah punya warung kopi favorit yang lain. Tapi karena dua warung ini produksi kopi sendiri jadi ada yang beda di antara mereka yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata yang membuat saya jatuh cinta. Kapan-kapan mau mampir lagi kalau punya jadwal ‘kerja’ pagi hari. Lumayan minum kopi susunya bisa menambah semangat dan menghilangkan ngantuk sekalian isi perut. Maklum perut gampang keroncongan.

Buat yang ingin mampir ke Warung Kopi Suka Hati letaknya itu di deretan ruko di Jalan Tanjung Pura tak jauh dari jembatan penyebrangan dekat Bank Mandiri. Lebih mudah pesan taksi online kalau ragu akan menemukan tempatnya dengan berjalan kaki.

Salam ngopi!