17 Desember 2018

5 Referensi Hadiah Untuk Hari Ibu


Referensi hadiah untuk hari ibu

Sebentar lagi hari ibu akan tiba. Bagaimana? Sudah punya referensi hadiah untuk ibu teman-teman? Saya sendiri sudah menyiapkan hadiah untuk ibu saya. Jika teman-teman sendiri bingung ingin memberikan hadiah apa untuk ibunya pada peringatan hari ibu nanti bisa menyontek5 referensi hadiah untuk hari ibu yang saya tuliskan di bawah ini.
1. Paket Skincare atau Perawatan Tubuh
Perempuan itu senang sekali merawat kulit atau tubuhnya. Asal ada produk perawatannya. Percayalah terkadang ibu kita tidak membeli produk perawatan itu karena dia lebih memilih untuk menyisihkan uangnya demi kepentingan anaknya. Apalagi ibu saya yang punya 5 anak dan 2 di antaranya masih sekolah. Kebutuhan pribadinya adalah hal terakhir yang dia pikirkan. Jadi memberikan paket skincare untuk mengatasi penuaan atau produk perawatan tubuh akan sangat cocok untuk dirinya. Di Oriflame banyak sekali pilihan produk perawatan yang alami dan aman buat kesehatan yang bisa kita pilih sebagai hadiah untuk ibu kita.
2. Pakaian Baru
Seorang ibu juga banyak yang menekan keinginannya untuk mengoleksi pakaian baru atau yang desaiannya sedang update hanya karena merasa hal tersebut tidak sepenting membelikan anaknya baju baru. Manfaatkan momen hari ibu sebagai hari teman-teman memenuhi keinginannya selama ini yang terpendam karena dia tak mau anaknya kurang dalam banyak hal. Pengorbanan seorang ibu memang tiada akhir ya.
3. Alat Masak
Ingin meringankan beban ibu yang suka masak? Belikan alat masak yang membuat kegiatan masak lebih menyenangkan dan lebih praktis. Entah itu membelikan alat masak nasi yang memiliki teknologi tinggi atau alat masak elektronik lainnya yang dapat membantu ibu di dapur saat memasak sendirian. Jaman sekarang kita beruntung ya, teknologi sudah begitu canggih dan banyak hal yang dapat dilakukan hanya dengan beberapa perangkat yang cukup dialiri tenaga listrik.
4. Paket Liburan
Punya ibu yang tak pernah terlihat mengambil waktu untuk liburan? Kebanyakan menghabiskan hari liburnya di rumah? Ajak liburan beberapa malam ke tempat yang dia belum pernah datangi. Tak perlu sampai keluar negeri jika memang tidak punya banyak dana dan waktu, ke tempat-tempat yang dekat tapi tetap menarik juga bisa dilakukan. Kalau di Pontianak, teman-teman bisa mengajak ibu ke Pulau Randayan atau Lemukutan. Hanya butuh beberapa jam untuk tiba ke sana dari Pontianak. Menginap 3 hari 2 malam juga sudah akan sangat menyenangkan.
5. Kue
Pintar membuat kue? Saatnya berkreasi di dapur dan menyiapkan kue favorit ibu kita. Tuliskan ucapan selamat hari ibu untuknya dan berikan saat semua anggota keluarga sedang berkumpul. Jangan lupa ucapkan rasa terima kasih untuk semua pengorbanan yang telah dia lakukan untuk keluarga.


Bagaimana? 5 referensi hadiah hari ibu ala honeylizious sudah cukup membantu teman-teman menemukan ide untuk hari ibu nanti? Atau masih bingung mau kasih hadiah apa untuk ibunya. Sebenarnya ibu kita tidak berharap banyak pada anaknya. Diingat sebagai orang tua saja dia sudah sangat berbahagia. Jika tinggal berjauhan sempatkan menghubunginya dan dengarkan semua keluh kesahnya. Walaupun hanya lewat telpon, kerinduannya akan terobati ketika kita yang lebih dulu menghubunginya.


Terima kasih telah membaca tulisan ini. Semoga kita selalu mengingat harta kita yang paling berharga yaitu keluarga, terutama ibu yang telah berjuang melahirkan, menyusui, dan membesarkan kita. Semoga berbahagia.

16 Desember 2018

10 Alasan Mengapa Jadi Blogger?

10 Alasan Mengapa Jadi Blogger?


Jujur, jika kembali ke 10 tahun belakang atau masa-masa sekolah, menjadi blogger adalah sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Tahu soal blog juga jaman kuliah sekitar tahun 2006-2007. Waktu itu masih coba-coba membuat blog gratisan dan memasukkan tulisan fiksi saya. Sebab cita-cita saya sebenarnya adalah menjadi penulis buku fiksi. Jika dipikir tentu ada kaitannya dengan menjadi blogger. Sebab dengan menjadi blogger, menerbitkan menjadi lebih mudah. Tak lagi menunggu penerbit mayor melirik naskah yang kita kirim yang sebelumnya sudah mengendap berbulan-bulan di kotak naskah mereka. Sampai akhirnya keberuntungan datang, tiba-tiba ada yang membacanya dan menyimpulkan bahwa tulisan kita layak untuk diterbitkan dan dikomersilkan.

Kemudian tahun 2010 saya berkenalan dengan beberapa blogger senior yang sudah ‘hidup’ dari ngeblog. Sampai kemudian saya memutuskan bahwa saya jadi blogger sajalah. Berikut 10 alasan mengapa saya jadi blogger sejak 2010 hingga sekarang.

1. Suka Menulis
Ini adalah alasan utama saya jadi blogger. Menulis bagi saya sudah seperti jalan hidup yang ingin saya pilih sejak dulu. Ingin punya tulisan yang dibaca banyak orang. Terutama fiksi. Terbukti waktu saya ngeblog tanpa anak, saya menghasilkan begitu banyak tulisan. Entah apalah yang saya tulis sampai ribuan artikel jumlahnya. Bukan hanya fiksi, walaupun banyak juga yang memang fiksi. Beda dengan sekarang, fiksi hampir tak pernah muncul lagi di blog ini. Namun saya tetap berusaha produktif menulis.

2. Suka Membaca
Ketika kita ingin menulis, kita harus menyerap banyak sekali informasi supaya tulisan kita lebih berisi dan juga diksi yang kita gunakan lebih bervariasi. Kebetulan saya sejak kecil memang suka sekali membaca. Dulu membaca buku cerita. Sekarang saya lebih banyak membaca artikel di web dan juga blog orang lain. Di sosial media juga banyak orang yang menulis dan bisa kita jadikan bahan bacaan. Tinggal pintar memilah mana tulisan yang sebaiknya kita hide dan mana yang bisa kita biarkan lalu-lintas di timeline kita.

3. Suka Ikut Lomba
Setelah berkenalan dengan banyak blogger saat saya masih newbie, saya sadar ternyata banyak sekali orang yang mengadakan lomba melalui blog, entah itu yang skala kecil dan yang mengadakan biasanya blogger perorangan. Banyak pula perusahaan ternama yang memanfaatkan blog sebagai media pemasaran mereka dengan mengadakan blog yang tentunya akan menyumbang lebih banyak artikel dibandingkan mereka membayar sejumlah blogger untuk menuliskan review untuk mereka yang butuh modal lebih besar. Misalnya satu artikel mereka mengeluarkan dana 1juta, untuk dapat 100 artikel keluar dana 100juta. Akan lebih hemat mereka adakan lomba dengan modal 20-30juta, bisa jadi yang mengikuti akan lebih dari 100 orang.

4. Suka Menghasilkan Uang dari Blog
Dulu, jangankan mencari uang, untuk punya blog saja tak pernah terlintas di kepala saya. Tetapi setelah beberapa tahun, saya rasa penghasilan lewat blog cukup lumayan. Bukan penghasilan utama, tetapi dengan memiliki blog saya bisa menunjang beberapa usaha yang saya rintis dan juga suami jalankan. Jadi blog bukan sumbernya tapi adalah faktor pendukung saat ingin menghasilkan uang secara online. Misalnya suami saya punya bisnis Air Bersih Pontianak, tentunya butuh tulisan pendukung untuk usahanya yang bisa saya tuliskan di blog ini sehingga saat orang mencari dengan kata kunci tersebut, usaha suami saya yang akan naik ke mesin pencari. Syukur-syukur bisa halaman pertama. Sehingga dengan menjadi blogger saya bisa membantu mengonlinekan usaha suami saya yang beberapa tahun lalu belum menyentuh media online seperti ini.

5. Menyimpan Kenangan
Ketika saya ngobrol dengan teman lama, baik masa SMA atau kuliah, saya sadar satu hal bahwa, saya melupakan banyak hal. Hal-hal yang tak saya tuliskan lewat begitu saja. Bagi teman saya, mereka mengingatnya sebagai kenangan yang menyenangkan, sedangkan saya benar-benar lupa dengan hal tersebut. Entah mengapa saya melupakannya. Berkali-kali saya mencoba mengingat kembali saya tetap saja tak tahu pernah melakukan hal menyenangkan tersebut bersama teman saya. Itu hanya sebagian kecil. Saya yakin masih banyak lagi kenangan yang saya lupakan hanya karena saya tak menuliskannya. Itu sebabnya saya memilih menjadi blogger dan menuliskan semua kenangan yang saya punya di blog ini. Buat sebagian orang mungkin hal remeh atau tidak penting, namun itu adalah bagian dari kehidupan saya yang tak ingin saya lupakan dan ingin saya kenang kembali.

6. Terapi Menulis
Akhir-akhir ini, saya gampang emosi pada hal kecil, sebenarnya kalau dipikir kembali saya tak perlu marah berlebihan, tetapi saya tetap melakukannya. Saya meledak begitu saja. Saya merasakan hal tersebut sejak saya jarang memiliki kesempatan untuk duduk di depan laptop dan menulis. Dulu saya juga memiliki emosi yang meledak-ledak dan semuanya saya salurkan dengan menuliskannya di blog ini. Begitu mudahnya saya menghasilkan tulisan dengan energi marah kesal itu. Sekarang jarang menulis, akhirnya emosi pun membuncah. Tumpah ruah seperti gunung berapi yang meletus.

7. Berbagi Informasi
Saya ingat dulu saya pernah mengatakan bahwa apa yang saya tahu belum tentu orang lain tahu, dengan menuliskannya di blog, setidaknya orang yang sama sekali tidak tahu akan mendapatkan informasi soal tersebut. Walaupun saya menuliskannya dalam bahasa Indonesia saya rasa orang luar negeri yang belajar kebudayaan Indonesia akan dapat menyerap informasi tersebut. Sebelumnya saya pernah berpikir untuk menulis dalam bahasa Inggris atau dua bahasa tapi sekarang, bisa menulis saja sudah sangat menyenangkan. Saat menyelesaikan tulisan ini saya harus dikejar waktu sebelum anak saya terbangun dan meminta saya untuk menyusukannya kembali. Inilah perjuangan Ibu ASI.

8. Membangun Wakaf Online
Semua informasi bermanfaat yang kita tuliskan di blog dan dibaca orang lain akan menjadi amal yang bisa kita bawa mati. Sama halnya dengan orang yang mewakafkan tanahnya, di era digital kita bisa membangun ‘tanah wakaf’ ala kita dengan membuat blog dan mengisinya dengan berbagai informasi yang semoga saja memang dapat memberikan manfaat buat orang lain.

9. Meninggalkan Sejarah
Blog adalah autobiografi kita. Dengan mengisinya dengan cerita kehidupan kita pribadi, tentunya ini akan menjadi ‘buku sejarah’ untuk anak cucu kita nanti. Melalui tulisan yang kita tinggalkan mereka akan dapat mengenali kita. Mereka akan melihat apa yang ada dalam kepala kita. Semua hal yang kita pikirkan dan rasakan akan tertinggal di blog. Kapan pun mereka mau, mereka bisa membacanya dan mengenang kita sebagai bagian dari dirinya.

10. Menjelajah Dunia
Saya suka menjadi blogger itu karena kita seperti berkeliling di banyak tempat meskipun hanya duduk di depan laptop dan menuliskan apa saja yang kita tahu. Sebab kita berkenalan dengan banyak orang dari mana saja. Belum lagi blogger lain juga melakukan hal yang sama. Membagikan tentang dirinya, tentang tempat tinggalnya, tentang makanan yang dia makan dan masih banyak hal lainnya yang tentunya belum tentu bisa kita dapatkan jika kita tidak menjadi blogger juga.

Itu dia 10 alasan jadi blogger ala saya. Bagaimana dengan teman-teman sendiri?

15 Desember 2018

Ketua Blogger Pontianak Periode 2019-2021



Tidak terasa dua tahun sudah berlalu ketika kami (@edo_tazki @darepontianak @ero_spitzner @blogsteguh) dipercaya untuk mengurus Komunitas Blogger Pontianak (@blogger_ptk).



Dengan branding BUDA' BLOGGER, kami telah membawa nama baik komunitas hingga luar negeri.


Buda' Blogger adalah Komunitas Blogger Pontianak yang terbentuk dari para blogger yang berdomisili di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya. Pasca dideklarasikan pada tanggal 1 Juli 2012, Buda' Blogger menjadi wadah untuk menampung blogger-blogger berdasarkan kesamaan tertentu, seperti asal daerah, hobi, dan lainnya. Selain itu, Komunitas Blogger Pontianak juga menampung minat para blogger di bidang blogging, media sosial, internet dan teknologi pada umumnya.

Semoga ketua baru @fachrur_rozii bisa melanjutkan harapan kami semua utk memimpin.

Oh ya, terima kasih buat :
Balai kopi
Bakmi subuh
Receh - chips
Telah mensupport kopdar blogger Pontianak hari ini yang dihadiri 31 orang atau sekitar 40% dari total member KBP.

Salam Blogger

#bloggerpontianak #bloggersingkawang #budakblogger #travelblogger #bloggerindonesia


Alhamdulilah telah launching RECEH - CHIPS (olahan keripik pisang bekualitas) berkat dukungan semua pihak, semoga dapat di terima pasar dan kami berharap produk RECEH CHIPS mampu menjadi salah satu produk unggulan untuk oleh-oleh Kota Pontianak.

Terima kasih kepada BALAI KOPI (Ayu Geantari Harapan) karena telah menyediakan tempat.

Terima kasih kepada tim bakmi subuh yang telah bersedia menyediakan makanan buat acara kami (Rania Dhwie Yessi Bâwêll Mbêm).

14 Desember 2018

Komunitas Dare Blogger



Akhirnya lahir juga komunitas blogger perempuan di Kalimantan Barat, walaupun komunitas ini tidak menutup diri untuk menerima blogger dari luar daerah yang ingin bergabung. Fokusnya hanya pada blogger perempuan. Jadi sebenarnya dare blogger ini adalah bagian dari Komunitas Blogger Pontianak. Namun karena komunitas besar tersebut anggotanya banyak, kami ingin membangun komunitas kecil khususnya untuk perempuan yang ingin sama-sama ngeblog, semangat untuk menulis, baik yang baru ngeblog ataupun yang sudah lama. Jika memungkinkan kedepannya kami juga ingin membuka kelas-kelas ngeblog pemula bagi ibu-ibu yang ingin punya blog dengan domain berbayar tetapi dengan harga yang lebih terjangkau karena tidak perlu membeli hosting sendiri. Kayak blog saya ini khusus parking blogspot saja dengan domain tanpa hosting.

Sebenarnya tahun 2016 lalu sempat lahir komunitasnya terus vakum karena saya fokus pada anak dan kuliah, apalagi saya hamil dan melahirkan. Sehingga 2 tahunan sempat terbengkalai komunitasnya. Sampai akhirnya saya beli domain baru khusus untuk portal komunitas yang menampilkan akun instagram teman-teman yang menjadi bagian dari komunitas dare blogger ini. Rencananya dengan membangun komunitas ini tidak hanya mengajak teman-teman sekomunitas untuk produktif tetapi juga ‘memaksa’ diri saya lebih banyak menulis lagi, seperti janji saya dulu, satu artikel perhari minimal. Sekarang banyak sekali hutang yang ingin saya selesaikan di blog ini.

Butuh paling tidak 10.000 artikel jika memang ingin memenuhinya seperti tahun 2013 lalu, atau setidaknya 1.000 artikel jika hanya ingin mengisi satu artikel setiap hari di hari yang kosong yang sudah lewat. Ada yang sempat mempertanyakan apa gunanya mengisi tulisan pada hari yang sudah lewat, sebab bagi orang lain mengisinya itu tak berguna untuk menaikkan rating blog dan tetek bengeknya. Memang tak ada pengaruhnya dengan hal formal semacam itu, tapi berpengaruh pada perasaan saya yang merasa kosong karena banyaknya hari yang tak terisi dengan artikel dari saya.

Membangun komunitas setidaknya membuat saya merasa bertanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik pada blogger yang mau bergabung dengan Komunitas Dare Blogger. Menulis satu artikel setiap hari dengan membuat daftar tema harian di instagram. Jadi tak ada cerita bingung mau menuliskan apa di blog pribadi kita lagi. Setiap anggota bisa memberikan tema harian. Sehingga banyak cerita yang dapat dibagikan di blog. Saya jadi ingat dulu saya punya banyak sekali ide buat dituliskan di blog. Sampai-sampai bisa menulis puluhan artikel dalam satu hari. Seorang teman sempat mengingatkan bahwa sebaiknya tulisan yang dibagikan di blog jangan lebih dari satu setiap harinya. Idealnya satu artikel perhari. Itu sebabnya saya sempat mengatur tulisan yang kebanyakan untuk terbit di hari berikutnya. Namun itu membuat tulisan jadi menumpuk di dashboard dan sedang menunggu jadwalnya diterbitkan.

Sekarang? Saya sempat blank di depan laptop karena bingung ingin menuliskan apa. Sebenarnya banyak yang ingin dituliskan yang akhirnya membuat kepala rasanya malah berat ingin menuliskan yang mana dulu. Menata ide yang terlalu banyak dan lama tak dikeluarkan ternyata memang membuat kepala jadi padat dan macet. Resolusi tahun 2019 nanti bisa lebih produktif dengan adanya komunitas blogger khusus perempuan. Mengingat anggotanya masih sedikit dan tak banyak aturan yang mengikat. Ingin jadi bagian dare blogger? Klik di sini ya dan isi data selengkapnya. Kalau ingin masuk grup bisa klik di sini.


6 Desember 2018

Welcome Ubuntu, Again!



Beberapa bulan ini sebenarnya saya agak kesal dengan laptop yang saya gunakan. Ingin menambah RAM tapi tak ada yang membantu memberikan saran yang tepat. Sudah bertanya dengan beberapa teman namun sepertinya tak ada yang memahami atau memang tak ada yang mau berbaik hati membantu. Hingga saya lebih banyak bekerja menggunakan handphone. Sebab laptop yang saya gunakan kinerjanya lambat sekali. Sampai akhirnya saya pikir saya harus menginstall ulang distronya. Namun saya tak tahu bagaimana caranya agar datanya tak perlu saya pindahkan dulu ke harddisk. Sampai saya terpikir untuk menginstallnya tanpa menyelamatkan datanya sama sekali.
Jadi laptop saya ini isinya adalah windows 10 dan juga Ubuntu Studio. Ubuntu Studio awalnya saya pasang karena saya memang berniat untuk menggunakan laptop untuk mengedit video yang rencananya akan saya unggah ke channel saya sampai akhirnya ternyata saya lebih banyak mengedit menggunakan smartphone. Sebab aplikasi android banyak sekali yang dapat saya gunakan untuk edit video. Walaupun memang ada keterbatasan jika mengedit di handphone, namun jauh lebih praktis. Apalagi RAM smartphone saya lebih besar dibandingkan laptop. Kepikiran mau ganti laptop tapi laptopnya masih bagus tak banyak masalah kecuali ‘lelet’. Saya pikir solusinya memang upgrade kapasitas RAM. Supaya lebih ‘kenceng’. Sayangnya tidak paham caranya.
Sampai kemudian saya membaca caranya menghapus dual OS lewat penghapusan partisi yang sempat saya sesali selama 15 menit pertama setelah melakukannya. Soalnya saya menghapusnya tapi lupa bahwa setelah itu saya harus menginstall OS untuk ‘membenarkan’ semua hal yang ada di dalam laptopnya. Entah bagaimana saya menjelaskannya dalam bahasa yang mudah dimengerti soalnya saya juga tak seberapa paham.
Setelah menghapus partisi yang terjadi adalah laptopnya tak bisa booting. Padahal masih ada Windows 10 di dalamnya. Logika saya tadinya adalah hapus partisi Ubuntu Studio maka Windows 10 bisa jalan sendirian. Ternyata bukan begitu caranya. Saya tetap harus menginstall ulang laptopnya. Masalahnya adalah saya tidak punya CD atau flashdisk yang berisi image iso yang bisa dipakai untuk melakukan penginstallan ulang. Googling sana sini akhirnya bertemulah cara untuk menginstall ulang laptop memanfaatkan android untuk membuat image iso di flashdisk. Bagi saya yang memang pengetahuan soal install-menginstall, dapat menginstall laptop dengan memanfaatkan flashdisk, smartphone, dan kabel OTG adalah sesuatu yang amazing. Tadinya laptopnya tak bisa booting, sekarang sudah normal. Tidak sekenceng harapan saya namun setidaknya tidak selelet atau hang seperti waktu masih menggunakan Ubuntu Studio. Mungkin saya masih harus mempertimbangkan menambah kapasitas RAMnya. Kita pikirkan hal tersebut tahun 2019 nanti. Kalau memang saya sudah ketemu jawaban untuk menambah RAMnya bagaimana, kemungkinan besar akan saya lakukan.
Sementara menggunakan Ubuntu yang oranye itu lagi. Seperti waktu pertama kali saya mengenal linux, balik lagi ke kamu ya Ubuntu. Saya pikir saya tak perlu kembali ke distro lama yang pernah saya gunakan. Namun setelah itu saya kembali berpikir kalau memang Ubuntu yang biasa adalah yang paling aman untuk digunakan, mengingat updatenya lebih sering dan juga pengembangnya lebih banyak. Sehingga kemungkinan errornya kecil. Tidak seperti Ubuntu Studio. Kalau memang ingin fokus mengedit video menggunakan laptop saya pikir Macbook jauh lebih baik. Soalnya kebanyakan youtuber menggunakan macbook saat editing video. Entah mengapa. Saya sendiri belum pernah punya macbook jadi tak seberapa paham dengan aplikasi yang tersedia di Macbook.
Itu dia sedikit curhatan saya mengenai kesoktahuan saya menghapus partisi laptop. Sebaiknya tidak dilakukan oleh tenaga tidak profesional. Tapi untuk praktik install sendiri lumayan membantu ya. Sedikit panik. Tapi kemudian dapat ilmu baru.

5 Desember 2018

Download Oriflame Katalog Edisi Januari 2019


Katalog Oriflame 2018 sebentar lagi akan berakhir. Sekarang saatnya mendownload katalog Oriflame edisi Januari 2019. Bulan baru katalog baru semangat yang baru. Semoga teman-teman yang masih setia menjalankan bisnis Oriflame tetap semangat mengejar level berikutnya ya. Asal fokus dan konsisten, insyaAllah hasilnya tak akan mengkhianati usaha yang telah teman-teman keluarkan. Apalagi bagi teman-teman yang yakin bahwa teman-teman layak untuk sukses di Oriflame.

Untuk mengawali bulan baru dan tahun yang baru di bawah ini adalah gambar katalog Oriflame edisi Januari 2019 yang bisa teman-teman download secara gratis melalui link ini Katalog Oriflame Januari 2019. Untuk review produk Oriflame akan saya usahakan untuk terus saya tambah di blog ini. Jika tulisan ini bermanfaat feel free untuk share ke sosial media yang Anda miliki ya.