25 Mei, 2013

Cinta Putih [Bagian 16]


Cinta Putih [Bagian 10]
Cinta Putih [Bagian 11]


Aku menatap wajahku di cermin. Rasanya aku sendiri asing dengan sosok yang aku temukan. Renata, itu nama yang selama ini aku kenal sebagai diriku. Tapi jati diriku yang sebenarnya aku sendiri tidak pernah yakin sekarang, semua yang aku ketahui jauh dari kebenaran.

Large


Yakinkah kamu akan melakukan ini?” suara Jun yang jernih mengejutkanku. Dia berdiri di depan pintu kamarku.


Aku sudah yakin.”


Pernikahan bukan sesuatu yang kecil. Ini soal seumur hidup kita.”


Kamu ragu?”


Aku selalu menunggu hari ini sejak pertama kali melihatmu. Tapi keadaannya sungguh jauh berbeda dengan yang aku nantikan.”


Bukankah aku tetap perempuan yang sama?”


Banyak hal yang berubah di dalam kehidupan kita, Renata. Tidak hanya mengubahmu tapi juga ini mengubah hidup keluargaku.”


Apakah kamu tidak ingin menikah denganku?”


Aku mau Renata.”


Ya sudah, tidak usah membahas hal-hal yang tidak perlu.”


Jun menghela napas panjang kemudian meninggalkanku. Aku telah mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Tidak berapa lama lagi aku harus turun ke lantai bawah untuk berkumpul dengan kedua orang tua Jun.


Ponselku berdering. Aku telah mengabaikan banyak panggilan hari ini. Padahal hanya dua orang yang terus berusaha menghubungiku. Tian dan Leon. Sekarang tinggal Leon yang masih memaksaku untuk mengangkat panggilannya karena aku tahu, Tian sedang menyusul ke sini.


Sia-sia sudah pertahananku untuk membiarkan panggilan Leon. Tergesa aku mengangkatnya.


Jangan halangi aku, Leon.”


Aku baru beberapa hari meninggalkanmu dan sekarang kamu ingin menikah dengan orang lain?”


Dia bukan orang lain, dia Jun. Orang yang telah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku lahir.”


Kamu seharusnya tidak terburu-buru, aku pikir masih bisa dibatalkan.”


Aku tidak terburu-buru Leon. Seharusnya aku melakukan ini sejak awal. Ini janji kedua orang tuaku. Aku tak akan mengingkarinya.”


Lalu bagaimana dengan perasaanmu?”


Perasaanku? Aku tidak mencintai siapa pun saat ini. Aku tak tahu rasanya jatuh cinta dan patah hati. Apa bedanya aku menikah atau tidak dengan Jun?”


Menikah itu bukan setahun dua tahun, Ta. Tapi seumur hidup.”


Aku tahu dan aku percaya aku bisa hidup dengan Jun selamanya. Dia baik.”


Aku juga baik denganmu. Mengapa tak menikah denganku saja?”


Sebab aku tak punya hutang janji denganmu.”


Aku tidak akan mengizinkan pernikahan ini terjadi Renata.”


Kamu tak bisa melakukan apa pun tentang ini Leon.”


Tapi Tian pasti bisa kan? Sekarang aku rasa dia hampir tiba di rumahmu. Akan aku pastikan dia ada di sana sebelum ijab kabul dilangsungkan.”


Kamu egois Leon.”


Kamu juga egois, memutuskan menikah tanpa memikirkan perasaanku atau Tian. Selama ini apa artinya aku di dalam kehidupanmu?”


Sahabat terbaikku Leon. Selalu sahabat terbaik untukku.”


Sebagai sahabat, aku hanya memintamu menunda pernikahan ini, tolonglah. Jangan begini, Ta.”


Aku tetap akan menikah dengan Jun, mau hari ini atau tahun depan, keputusanku tetap sama.”

Aku mematikan ponselku. Dan segera keluar dari kamar. Turun ke bawah di mana sudah banyak sekali tamu yang datang untuk menyaksikan pernikahan kami.

✿ Followers ✿