Langsung ke konten utama

Review Manhwa: Ranker's Return

Kalau kamu mencari manhwa yang:
1. Artnya magestic, mirip Solo Leveling
2. MC ganteng
3. Pet lucu tapi sadis
4. Kemampuan main game dan MC OP
5. Menghasilkan duit banyak buat bayar utang dan pamer ke musuh
6. Populer di dunia online, pro player, dan dikejar-kejar sponsor

Ranker's Return cocok buat kamu. Ini bukan Isekai jadi ada dua dunia, dunia nyata 25% dan dunia game 75%. Bacanya menegangkan dan seru. Masih ongoing ada di Webtoon. Cuman ada kata-kata kasar juga saat mereka main game. Jadi nggak cocok buat bacaan anak-anak.

MC awalnya orang kaya, main game buat hiburan. Rank 1 di game terus hapus akun Meleegod karena mau wajib militer. Nggak tahunya selesai wajib militer bisnis bapaknya bangkrut, terlilit hutang, nggak punya rumah karena disita. Kerja di minimarket buat menyambung hidup, bayar rumah sakit, dan kontrakan. Nggak tahunya ketemu sama anak bawahan bapaknya. Dengan sombongnya menghina dan bilang bapaknya MC bangkrut karena dikhianati bapaknya dan dia sendiri sudah jadi pro player di game. 

Karena MC nggak mampu beli kapsul buat main game dia datengin temen lamanya yang dari dulu fokus buat cari uang lewat main game. Dibantu temennya dia main game lagi dari awal dengan kemampuan rank 1 tapi akun baru dengan item dan level rendah. Sampai akhirnya dia OP, banyak duit, pamer yang musuh, bayarin hutang bapaknya, endorse di mana-mana. Seruuu dan menegangkan. Sedih hanya diepisode awal saja.

Skor 8.7/10



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memulai di Usia 37 Tahun

Kamu tahu trend memulai masa remaja di umur 30-an yang sedang banyak dibagikan di Tiktok? Itu yang sedang saya alami sebenarnya. Jadi beberapa bulan ini saya sedang kembali menjalani ukur '20' tahun saya. Saya kembali menjadi gadis yang single dan menjalani hobi saya tanpa direpotkan kegiatan sebagai istri atau ibu. Sebab ketiga anak saya sudah bukan bayi lagi, saya tak perlu menggendong dan menyusui mereka. Setelah 10 tahun menikah saya diberikan begitu banyak space atau waktu untuk diri saya sendiri. Selama ini saya pikir kehidupan saya berhenti setelah menikah. Karena saya akan sibuk mengurus suami, anak, dan rumah. Ternyata saya salah. Semuanya bergantung pada siapa yang kamu nikahi. Karena kehidupan sebagai istri bukan berarti kamu kehilangan waktu untuk diri kamu sendiri. Selama tanggung jawab tidak kamu abaikan dan suami juga mendukung kamu juga bisa menjadi remaja kembali. Berapa pun usia kamu sekarang. Jadi kalau ada hal-hal yang sebelumnya tak bisa kamu capai saat usi