30 September 2012

29 September 2012

Saya Hampir Muak

Saya Hampir Muak



Maaf jika postingan ini hanya berisi semua energi yang tak lain adalah kedongkolan saya tingkat tinggi. Hanya disebabkan satu hal. Skripsi saya yang perbaikannya tak kunjung selesai. Saya lelah. Kita kembali ke beberapa tahun sebelum saya berhasil menyelesaikan seminar pertama dan mendapatkan nilai tertinggi. Saya dapat A. walaupun sebenarnya saya tidak berharap lebih dari sekadar lulus.

Beberapa tahun yang lalu, semester enam, saya sudah menyelesaikan semua mata kuliah dengan nilai berkisar antara A, B, dan C. Saya sudah puas karena berhasil menyelesaikan semua mata kuliah tersebut. Kemudian yang membuat saya hampir putus asa adalah skripsi. Hingga sekarang saya masih terjebak di antara analisis data. Saya tak paham apa keinginan dosen pembimbing saya. Saya merasa skripsi ini membuat saya sebal.

Ini adalah judul ke-13 yang saya ajukan dan akhirnya berhasil masuk ke ruang sidang untuk di seminarkan dan mendapatkan nilai A. Perjalanan yang panjang bagi saya untuk membuat nilai A ada di mata kuliah seminar. Tapi ternyata membuat skripsi tidak semudah menulis novel 12 sikuel. Saya berharap sekali, persyaratan skripsi ini dihapuskan dengan konsekuensi saya tidak mendapatkan ijazah mengajar. Hanya ijazah tanda kelulusan. Saya pikir itu sudah cukup.

Sebenarnya saya tidak begitu ngotot untuk mendapatkan ijazah. Sejak pertama kali masuk FKIP, saya hanya ingin belajar dan lulus semua mata kuliah dan saya sudah menyelesaikannya. Kecuali skripsi. Skripsi ini sendiri awalnya sesuatu yang tak pernah saya bayangkan karena saya datang untuk mengasah kemampuan menulis saya yang masih jauh dari sempurna. Dibandingkan banyak teman sekelas saya, saya sendirilah yang masuk dengan kemampuan yang minim tetapi kemauan belajar yang keras.

Setiap tugas menulis fiksi saya selalu mendapatkan pujian. Itu motivasi saya. Berbeda dengan ketika saya harus berhadapan dengan tugas untuk menulis karya ilmiah. Saya tidak menyukainya sama sekali. Seandainya bisa mengatakannya kepada ketua jurusan atau ketua program studi secara langsung, saya ingin mengajukan penggantian persyaratan, saya menulis 12 sikuel novel dalam 1 tahun dan saya mendapatkan nilai A untuk tugas akhir dan saya mengantongi ijazah. Cukup ijazah lulus. Tanpa ijazah untuk mengajar.

Tetapi sejak dulu, di kampus saya persyaratan untuk menyelesaikan kuliah memang harus skripsi. Apakah harus gara-gara saya sendiri, kemudian keputusan itu akan diubah. Sempat terpikir untuk membayar orang lain mengerjakan skripsi saya saja. Tapi entahlah, saya bingung sekarang. Saya tidak menyukainya, tapi saya juga tak bisa membiarkan semuanya begitu saja. Ijazah itu ingin saya persembahkan untuk ibu, nenek, dan kakek saya.

Bahkan nenek hanya minta saya menyelesaikan kuliah saya. Dia bilang dia tidak memaksa saya untuk memilih jalan hidup yang dia inginkan. Dia percaya saya bisa memilih sendiri yang terbaik untuk saya.

Tapi saya tidak suka mengerjakan skripsi ini. Saya ingin mengerjakan seperti yang saya mau tapi selalu disalahkan, saya capek.

Maaf, isinya hanya mengeluh.

28 September 2012

Ngeblog? Buat Apa?

Ngeblog? Buat Apa?


Animal_large
Berapa kali pertanyaan itu muncul di dalam kehidupan kita. Entah daro keluarga atau temandekat, bahkan orang yang sekadar berteman di akun facebook atau follow akun twitter kita. Tak jarang saya bahkan dicibir, katanya ngeblog cuman buang-buang waktu dan tak menghasilkan apa-apa.

Kalau selama yang oang lain lakukan itu tidak mengganggu kita sih ada baiknya kita biarkan saja. Apalagi dia menulis sesuatu yang tidak melanggar hukum. Masalah kita merasa itu bermanfaat atau tidak, itu harusnya bukan menjadi masalah besar buat kita. Apalagi sampai mengatakan yang membuat dia tersinggung. Hormatilah apa yang dia lakukan.

 95420085824393779_j59b60kb_c_large
Bagi saya sendiri. Menulis di blog adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Sama seperti bernapas. Saya butuh menulis. Memasukkannya di blog membuatnya terekam lebih baik. Dibandingkan dengan gaya menulis saya dulu yang saya simpan di buku setebal 500 lembar. Buku bisa rusak atau hilang. Tentunya menulis di blog menghemat banyak kertas yang ada di dunia ini.

Jauh dibanding itu semua, sekarang saya merasa bahwa ngeblog itu sendiri adalah proses untuk menunjukkan pada orang lain apa yang tidak pernah mereka lain. Mengabarkan pada mereka apa yang mereka tidak pernah tahu sebelumnya. Memperdengarkan apa yang selama ini tak pernah terlintas di telinganya. Membuat orang lain merasakan apa yang kita rasakan. Bahkan membuat orang lain memikirkan sesuatu yang sebelumnya hanya kita pikirkan.

 40321359133349143_dv6wxoxi_c_large
Sepanjang itu penjelasannya sebenarnya saya pengen bilang bahwa gneblog itu berbagi. Berbagi apa saja. Selama itu bisa dibagikan pada banyak orang. Sedekah sepanjang tulisan tersebut masih dibaca orang lain. Bermanfaat dan tercatat sebagai pahala. Kurang apa coba?

Setiap langkah yang kita lakukan di dalam bidang apa pun pasti adala halangannya. Begitu juga ketika ngeblog. Entah itu jaringan internet, kehabisan ide, atau semacamnya. Paling menyakitkan adalah orang yang menyerang kita. Baik melalui akun jejaring sosial atau pun langsung di kolom komentar. Dibandingkan menghabiskan energi untuk membalas semua hal tersebut lebih baik menjauhinya. Energi negatif hanya akan menguras tenaga kita.

Jadi, ngeblog itu sebenarnya buat apa bagimu?

27 September 2012

Selamat Ulang Tahun yang ke-14 Google







Hari ini usia Google bertambah 1 tahun lagi. Genap 14 tahun sudah. Beranjak menjadi remaja yang cantik jika Google adalah perempuan. Selama saya mengenal internet, Google memang selalu menjadi mesin pencari yang selalu saya gunakan untuk membantu mencari apa yang saya butuhkan. Hingga sekarang, Google adalah mesin pencari nomor satu bagi saya.

Bagaimana denganmu? Selalu menggunakan Google atau sudah berpaling ke mesin pencari yang lain?

26 September 2012

Lain Hari, Lain Award


 Baiklah dapat award berantai nih, dari Mbak Pu ke Mbak Rakyan, sekarang Mbak Rakyan ngasih ke saya. Syaratnya harus menjawab pertanyaan yang telah ia buat. Baiklah, langsung saya jawab yah.


  1. Kalau kamu diberi waktu untuk memperbaiki keadaan, keadaan apa yang akan kamu perbaiki?
    Di dalam kehidupan sering sekali kita merasa ingin kembali ke masa lalu dan memperbaiki banyak hal. Tetapi setelah berusia seperti diri saya yang sekarang saya rasa saya tak membutuhkan waktu untuk memperbaiki keadaan yang telah terjadi. Bukankah apa pun yang telah terjadi dalam kehidupan kita adalah yang terbaik untuk kita. Semua keadaan itu membuat saya menjadi diri saya yang sekarang. Rasa syukur adalah hal yang akan membuat kita jauh lebih bahagia dari semua orang yang ada di dunia ini.

    Menjadi siapa pun, dalam keadaan bagaimana pun, kita tak pernah butuh waktu untuk memperbaiki untuk keadaan yang sudah terjadi. Ada yang bilang, yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Jika ingin melakukan sesuatu tentu saja bukan memperbaikinya tetapi membuat sesuatu yang baru.

  2. Hal apa nih yang paling membuatmu kagol atau menyesal? :)
    Balik lagi ke pertanyaan nomor satu kalau begitu, semua keadaan yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Pembelajaran yang paling penting ketika melakukan sebuah kesalahan adalah untuk tidak mengulanginya lagi. Daripada saya menyesal mendingan saya perbaiki diri saya dan menghindari kesalahan yang sama.

  3. Pernahkah kamu ngerasa jauh dari Tuhan?
    Selama ini saya percaya bahwa Tuhan adalah zat yang maha segala-galanya. Kalau sudah begitu, dia pasti selalu ada untuk saya. Berbeda dengan manusia, ada kalanya dekat, ada kalanya jauh, rasanya sih dekat terus, selama masih diberikan napas, diberikan kehidupan. Apalagi ketika kehidupan itu diambil. Akan semakin dekatlah kita dengan Tuhan.

  4. Kalau misalnya diberi pilihan, pilih mana antara jiwa atau hati?
    Ini maksudnya jiwa dan hati dalam hal apa? Karena saya nggak paham, saya pas.

  5. Buku yang paliiiiing membuatmu berkesan membacanya di hidupmu?
    Buku yang hingga sekarang masih saya ingat ada banyak sebenarnya, yang palinggggg memberikan kesan adalah bukunya Umar Kayam, Para Priyayi. Rasanya itu buku paling tebal yang terkeren pernah saya baca. Waktu saya masih SMA, perpustakaan adalah satu-satunya tempat saya bisa membaca banyak buku yang tidak dijual di pasaran. Maklum di kampung tak ada Gramedia. Sehingga tak banyak buku yang bisa saya pilih untuk dibaca. Saya akan membaca semua buku yang ada di perpustakaan. Kemudian saya merasa Para Priyayi memberikan kesan yang sangat berbeda dibanding buku yang lainnya. Mengapa? Sudut pandang tokoh yang diambil dalam tiap bab sangat menarik. Mendingan baca sendiri deh, karena saya tak akan mereviewnya di sini. Ini kan bukan review buku. :D

  6. Kejadian yang paling menakutkan dalam hidupmu?
    Pernikahan di desa akan menjadi mimpi buruk sepanjang hidup saya.

  7. Menurut jawaban no.6, mengapa hal itu dapat membuatmu takut?
    Sebenarnya tanpa ada pertanyaan ini pun saya akan menjelaskannya di pertanyaan sebelumnya. Tapi karena pertanyaannya ada, saya jawab di sini saja.
    Saya sangat takut dengan pesta pernikahan di kampung karena alat musik yang dimainkan di sana. Tanjidor dan gendang yang terbuat dari kulit. Saat mereka memukul alat yang bulat dan besar itu saya akan menangis sekencang-kencangnya dan minta pulang. Hingga sekarang pun saya masih takut mendengar suara yang nyaring dari alat tersebut. Saat tamu undangan laki-laki yang ada di tarup, mereka akan menabuh gendang dari kulit yang membuat gema yang akan membuat jantung saya rasanya mau copot. Itu sangat menakutkan dibandingkan dengan pengalaman paling menakutkan dalam hidup saya. Termasuk alat musik gong yang dari logam dan gamelan. Banyak alat musik yang tidak bisa saya dengar karena saya takut mendengarkannya. Gamelan juga menakutkan, dentingan dari pukulan alatnya adalah sesuatu yang tak bisa saya nikmati.

  8. Hal apa yang paling membuatmu benci atas perilaku orang lain? (Perilakunya, bukan orangnya :))
    Saya paling tidak suka dengan perilaku orang yang menyepelekan kepercayaan orang lain. Soalnya saya hanya memberikan kepercayaan satu kali. Apabila hal tersebut dilanggar saya biasanya tidak akan mau berurusan yang menyangkut hal kepercayaan. Terdengar kejam mungkin. Sayangnya saya tidak sanggup untuk memberikan kesempatan kedua. Mungkin saya masih akan berteman dengan orang tersebut. Tapi masalah kepercayaan, tidak akan pernah ada untuknya.

  9. Tokoh yang paling membuatmu terkesan?
    Orang yang paling membuat saya terkesan hingga hari ini adalah BJ. Habibie. Pasti semua kenal dong dengan bapak yang cerdas satu ini. Saya masih berharap akan ada orang seperti beliau yang muncul di Indonesia dan memenuhi tampuk pemerintahan.

  10. Menurutmu, presiden dengan pemerintahan terbaik itu siapa? Di negara mana? :3
    Iran dong. Presidennya benar-benar memerintah demi rakyatnya. Tidak sibuk mengeluh dan memperkaya diri sendiri.

  11. Cintakah kamu pada Indonesia? :')
    Tuhan telah membuat saya lahir di negara ini. Mau tidak mau saya harus mencintainya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Lagi pula kita di dunia ini hanya sekadar singgah. Bukannya buat selamanya. Tak ada masalah di negara mana pun saya dilahirkan. Tuhan sudah punya skenario terbaik untuk saya. Kita tak bisa memilih akan dilahirkan sebagai warga negara mana kan? Syukuri saja. Lakukan yang terbaik untuk kehidupan kita. Nikmatilah. Hidup hanya satu kali. Jangan dibikin pusing.

25 September 2012

Orimoney, Aki, dan Saya




Hey, apakabar wirausaha muda? Apa ide terbaikmu hari ini untuk memulai usaha? Jauh dari yang namanya jadwal kerja. Bisa memilih hari apa pun untuk bekerja. Bersama siapa dan di mana saja. Ide terbaru saya bulan ini mungkin bukanlah sesuatu yang baru. Orimoney.

Orimoney adalah istilah yang saya buat sendiri untuk menamakan kesenian melipat uang yang sekarang masih saya pelajari.

Ngapain melipat uang? Saya sedang bereksperimen dengan beberapa bentuk yang saya temukan di situs video nomor satu sekarang ini. Apa? Youtube! Betul sekali. Saya belajar dengan menonton video. Membaca buku. Terinspirasi dari sebuah buku yang memberikan tuntunan untuk membuat mahar terlihat cantik. Tidak hanya 'membingkai uang' tetapi benar-benar membuat uang sebagai sebuah dekorasi yang cantik dan unik. Banyak sekali bentuk yang ingin saya coba buat. Meskipun sudah lama sekali saya tidak bermain dengan kertas.


Melipat kertas mengingatkan saya pada seseorang yang sangat saya cintai. Kakek saya. Saya yakin setiap orang di dunia ini pasti memiliki seseorang di luar dirinya untuk dicintai. Dicintai dengan dalam. Kakek saya adalah sosok yang paling banyak memberikan dorongan pada diri saya hingga saya menjadi diri saya yang sekarang. Sudah 10 tahun berlalu tapi saya merasa dia masih ada di sana. Menunggu kedatangan saya ke kampung. Berkumpul bersamanya lagi.


Dulu, waktu kecil, saya belum mengenal yang namanya video game dan sejenisnya. Mesin tik saja menurut saya merupakan sesuatu yang sangat canggih. Apalagi netbook. Waktu saya belum sekolah, di rumah Aki (begitu saya memanggil kakek saya), listrik saja belum ada. Sehingga lampu minyak tanah adalah teman kami setiap malam. Lampu petromax adalah surga di malam hari dan jarang bisa menyala. Maklum sudah tua dan jaringnya suka terbakar. Entah bagaimana mengoperasikannya, saya hanya melihat Aki kadang-kadang menyalakannya dan akan menerangi seluruh rumah tanpa goyang cahayanya. Berbeda dengan lampu minyak yang akan membuat hidung kita penuh kotoran ketika bangun pagi.



Saat itu, mainan juga tak banyak di pasaran. Apalagi Aki hanya seorang petani. Dia lebih memilih makanan dibandingkan membeli mainan untuk cucunya. Saya tidak pernah marah soal itu. Sejak kecil saya sangat suka makan. Makan apa saja. Bahkan saya bisa makan nasi hanya dengan air putih. Terkadang nasi hangat dikasih garam dan minyak jelantah. Minyak yang ternyata tidak sehat. Sering juga saya makan nasi dengan air putih yang diberi gula. Bukan karena Aki tak punya uang untuk membeli sayur dan ikan. Bukan seperti di acara 'Jika Aku Menjadi'. Jauh dari itu semua, nasi dengan berbagai campuran itu adalah camilan saya waktu kecil. Saya sangat mudah lapar. Saya gendut. Rambut tipis. Dekil dan hitam. Tapi saya selalu suka mengenakan gaun setiap hari.

Kertas di dalam bungkusan rokok adalah sesuatu yang terkadang membuat saya takjub jika sudah berada di tangan Aki. Beliau akan membuatnya menjadi berbagai bentuk yang tak saya bayangkan. Pakaian seperti kemeja. Dress. Masih banyak bentuk lainnya. Tapi saya hanya mengingat dua bentuk tersebut dengan jelas. Aki mengajarkan pada saya, bahwa mainan itu adalah sesuatu yang kita buat dengan tangan kita sendiri. Aki bahkan mengajarkan pada saya cara membuat kincir angin dari kotak anti nyamuk bakar.




Beberapa hari ini saya mengingat dirinya yang selalu menggendong saya semasa kecil saat saya melipat uang kertas yang saya jadikan media buat latihan. Tentu saja uangnya bukan uang beneran. Ini hanya uang hasil fotokopi warna. Apabila saya sudah siap nanti, saya ingin menjadikan 'orimoney' ini sebagai lahan usaha saya yang baru. Tanpa meninggalkan bisnis pulsa, ngeblog, Oriflame, oleh-oleh Kalbar, dan penyiar di Radio Volare. Saya menyukai semuanya. Terutama orimoney ini. Membuat saya merasa dekat kembali dengan Aki saya. Saya bahkan bisa mencium bau minyak angin yang selalu dia gunakan sebelum tidur. Kulitnya yang licin karena balsem dan keriput wajahnya. Dia pernah menggendong saya tinggi hingga tangan saya bisa mencapai langit-langit rumah. Menunjukkan pada saya bahwa dunia adalah sesuatu yang bisa kita taklukkan.



Sayangnya tak pernah sempat dia memegang novel karya saya. Dia hanya melihat saya latihan dan akan mengomel karena saya tak pernah belajar sejak di bangku sekolah dasar. Setiap hari saya hanya membaca dan menulis cerita.

Ki, hari ini pun saya masih terus menulis, tapi kali ini ceritanya tentang kita berdua.

24 September 2012

Jangan Takut Gagal Selama Masih Bisa Mencoba 4

Jangan Takut Gagal Selama Masih Bisa Mencoba 4


 Tumblr_m7hr4rxzdd1r9i7qro1_500_large

Beberapa waktu yang lalu saya sempatkan diri untuk menonton film yang diadaptasi dari kisah nyata. The Billionare. Sebuah film tentang seorang pemuda yang berusaha keras untuk membuka usaha yang bisa membuatnya menjadi seorang jutawan. Sejak pertama memulai dia sama sekali tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang bisnis yang akan dia jalankan. Tetapi dia tidak takut untuk mencoba. Berkali-kali mencoba. Gagal bukan kendala. Semangat untuk belajar tidak pernah padam. Keyakinan pada dirinya sendiri sangat tinggi. Dia percaya dirinya bisa membuat sebuah bisnis yang akan membuat keluarganya bebas dari hutang.

Tidak ada sesuatu yang instan. Tuhan tidak akan menjatuhkan butiran emas dari langit dalam bentuk hujan. Tetapi hujan itu sendiri lebih dari emas paling mahal sekali pun. Tuhan memberikan kehidupan bagi semua mahluknya. Tentunya kehidupan adalah batas akhir kemampuan seorang manusia. Jika apa yang kita coba hari ini dan esok hari menjadi sebuah kegagalan kemudian kita masih hidup. Tak pernah ada salahnya untuk mencoba kesekian kalinya.

Tumblr_mapc7pshz91qfdwsio1_500_large

Ingatlah, apabila kita mencoba sesuatu hal, kita gagal, tapi kita tidak mati. Itu tandanya kita menjadi lebih kuat.

Kegagalan itu seperti imunisasi. Kita akan demam setidaknya tubuh kita akan terasa panas setelah mendapatkan suntikan imunisasi. Apakah kita lantas menjadi lemah? Jauh sekali dari itu. Kita akan menjadi kebal terhadap penyakit yang kita sudah mendapatkan imunisasinya. Kita akan banyak sekali bertemu dengan kegagalan dalam dunia ini. Itulah seni kehidupan. Dengan menemukan kegagalan, kita akan mensyukuri keberhasilan.

Tumblr_lxuqg1whh91qahe9so1_500_large

Sudah berapa kali kamu gagal dalam hidup ini? Kamu gagal bisa jadi bukan karena kamu tidak bisa melakukannya, kamu hanya belum terlalu keras mencoba. Coba lagi sampai kamu berhasil. Percayalah, banyak hal di dunia ini yang bisa kita lakukan, mungkin lebih dari orang lain. Tanamkan dalam diri kita, jika orang lain bisa, aku juga harus bisa. Apa yang orang lain bisa, aku pasti bisa, tapi apa yang aku bisa belum tentu orang lain bisa melakukannya. Percayalah terhadap diri kita sendiri. Jangan pernah takut untuk memulai meskipun itu dari nol paling besar di dunia. Bahkan tulisan ini pun dimulai dengan satu huruf bukan lantas muncul ribuan kata di dalamnya.

Selamat mencoba.

Pic: WeHeartIt

23 September 2012

Jangan Takut Gagal Selama Masih Bisa Mencoba 3

Jangan Takut Gagal Selama Masih Bisa Mencoba 3


548635_426628287395234_1522014175_n_large

Banyak yang menyayangkan pilihan saya untuk tidak mengajar. Idealisme mungkin adalah sesuatu yang sangat saya pegang teguh. Idealisme tentang hidup hanya sekali, nikmatilah, lakukan apa yang kamu suka. Saya suka menulis. Itu saja. Masalah mencari uang saya berdagang karena itu tidak membuat saya terikat dengan jam kerja. Kapan saja saya mau saya bisa menulis dan berdagang. Bahkan melakukan keduanya dalam satu waktu.

Ketika melihat kembali pada keluarga yang telah membuat saya ada seperti sekarang ini, saya tidak pernah menyesal mendapati ayah yang menjadi ayah saya adalah laki-laki yang itu, ibu yang menjadi ibu saya adalah perempuan yang itu. Tak pernah lagi saya ingin menyesali apa yang saya miliki. Meskipun banyak orang lain yang mengatakan saya berasal dari keluarga yang tidak baik. Pilihan saya untuk tidak berkumpul bersama keluarga adalah sesuatu yang buruk, menurut mereka. Saya tidak berkumpul bersama keluarga saya selain karena saya ingin hidup mandiri adalah karena keluarga saya tidak berada di Pontianak. Sedangkan saya butuh berada di Pontianak untuk melanjutkan usaha bisnis saya. Bukan berarti saya tak menginginkan keluarga saya lagi bukan? Pandangan sempit seperti itu juga bisa saya dengar dari kalimat orang-orang yang merasa keluarganya 'normal'.

Tumblr_mas1y74pih1rbcqgeo1_500_large_c3_b8_large

Tak ada yang namanya keluarga normal jika keluarga tersebut harus sempurna. Setiap keluarga punya masalahnya sendiri.

Keluarga yang saya miliki sekarang adalah keluarga terbaik yang tercipta untuk saya. Bayangkan, ibu saya memberikan kepercayaan sepenuhnya bagi saya untuk memilih jalan kehidupan yang saya inginkan. Tidak pernah sekali pun beliau meminta saya menjadi ini atau itu. Kepercayaan penuh yang diberikan membuat saya berani untuk mengambil keputusan yang paling berisiko. Karena saya percaya, ibu saya selalu ada untuk membantu saya jika saya jatuh.

Hingga hari ini saya terus mencoba banyak hal untuk membangun bisnis saya. Beberapa kali gagal. Tapi saya tak pernah takut untuk mencoba lagi, selama saya tidak mati, berarti saya masih cukup kuat untuk bangkit dan mencoba terus. Saat ini kedua orang tua saya masih ada, saya tak ingin gagal ketika usia saya menua dan orang tua saya sudah tak ada. Inilah saat yang paling tepat bagi saya untuk terus mencoba. Mengembangkan apa yang bisa dikembangkan. Mempelajari apa yang bisa dipelajari.

527562_426627427395320_647289599_n_large

Banyak di antara teman-teman saya yang tak mendapatkan kebebasan untuk memilih sendiri jalan kehidupannya. Kecuali Boysandi. Dia sama dengan saya, ibunya tak pernah menuntut dia harus menjadi apa. Kami berdua sangat beruntung, memilih apa yang kami inginkan dalam kehidupan kami tanpa paksaan dari keluarga. Tapi setiap pilihan pasti harus bisa dipertanggungjawabkan dan semua ketidakberhasilan adalah proses untuk belajar. Itu yang selama ini saya percaya.

22 September 2012

Jangan Takut Gagal Selama Masih Bisa Mencoba 2

Jangan Takut Gagal Selama Masih Bisa Mencoba 2


417503_389942914394114_980650442_n_large

Beberapa tahun belakangan ini memang saya mengambil langkah yang risikonya lebih besar. Banyak dagangan yang telah saya coba. Banyak yang rugi. Banyak uang yang melayang. Tapi saya tidak beranggapan saya tidak cocok berdagang dan memutuskan berhenti. Anggapan uang tersebut melayang sia-sia juga tak pernah terlintas di kepala. Buat saya sendiri, rugi itu hanyalah kata lain dari pembelajaran dalam berdagang. Kita tidak akan pernah tahu cara mengatasi masalah kalo tidak berhadapan dengan masalah itu sendiri bukan?

Image_large

Banyak yang mengatakan mengapa tidak jadi guru saja? Toh pendidikan saya memang di fakultas keguruan. Saya pikir sejak awal saya masuk fakultas tersebut saya saya memiliki kelemahan dalam bahasa Indonesia tetapi saya sangat menyukainya. Sangat. Saya hanya ingin belajar. Belajar menulis lebih baik dari waktu ke waktu. Sampai sekarang pun masih terus belajar. Saya tidak pernah ingin menjadi pengajar, selalu ingin menjadi pelajar, menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.


534217_505267112836347_1539904982_n_large

Setiap hal saya coba meskipun gagal, saya akan mencoba sesuatu yang lain lagi, gagal lagi, hingga akhirnya benar-benar menemukan sesuatu yang bisa saya jalankan. Tak pernah terbayangkan dalam kepala saya sendiri jika saya menerima penilaian banyak orang dengan prinsip kenyamanan. Tak sedikit yang menyayangkan saya melepaskan kesempatan untuk mengajar di sekolah dan peluang untuk menjadi PNS.

Lagi-lagi ya?

580339_273512639432585_1321546810_n_large


Saya bukanlah orang sehebat itu untuk mau bangun pagi, mengenakan seragam, Senin hingga Sabtu berada di kelas dan mengajarkan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia saya sendiri saja masih belum sempurna. Bagaimana ceritanya saya mengajar?

21 September 2012

Jangan Takut Gagal Selama Masih Bisa Mencoba 1

Jangan Takut Gagal Selama Masih Bisa Mencoba 1


486433_3305963061742_1045488013_n_large

Berapa kali dalam kehidupan kita, ketakutan membuat kita takut gagal, takut dengan risiko, kemudian lebih memilih jalan aman di setiap lintasan? Padahal di setiap jalan yang berduri sudah terpampang 'papan' yang menuliskan ada hadiah untuk orang yang berhasil melewati tantangan tersebut. Kemudian jika kita pikirkan ulang, hidup itu penuh dengan risiko. Bahkan nyawa yang kita miliki untuk hidup memiliki risiko diambil dan berakhirlah kita di dunia ini dengan kematian.

Apakah memang risiko ada untuk dihindari? Apakah tantangan bukan untuk ditaklukan?

Banyak tantangan di dalam kehidupan ini yang bisa jadi takut untuk kita hadapi. Bukan karena kita tidak bisa menghadapinya, tapi karena kita tidak mau. Hal yang paling lucu di dunia ini adalah saat seseorang belum mencoba sesuatu dan langsung menvonis dirinya tidak bisa. Bagaimana mungkin kamu tahu kalau kamu sama sekali tak mencoba?

185594_277508329022091_1877719990_n_large

Sama ketika saya mencemplungkan diri di dunia bisnis. Dari kecil saya memang dididik untuk bisa mencari uang dengan berdagang. Kadang jualan laku, kadang tidak. Tapi saya tak pernah berhenti untuk terus mencari cara agar dagangan saya laku. Dari hal yang paling kecil.

20 September 2012

Kutipan Amoy 8

Kutipan Amoy 8

182536591116344809_fq7hjb1i_f_large

Tentu saja kamu cantik, karena 'ganteng' itu untuk laki-laki. - Rohani Syawaliah. yakin dirinya dan semua perempuan di dunia ini cantik, karena setiap perempuan diciptakan oleh Tuhan.
Kutipan Amoy 7

Kutipan Amoy 7

Tumblr_man5voxkdl1rgvdnzo1_500_large

Jika Tuhan memberikanmu kehidupan dengan segala isinya karena Dia menyayangimu, mengambilmu kembali ke pangkuan-Nya itu karena Dia sangat mencintaimu dan tak sanggup membiarkanmu terlalu lama di dunia yang fana. - Rohani Syawaliah, mengingat kembali banyak orang yang pernah hadir dalam kehidupannya dan diambil kembali oleh-Nya.
Kutipan Amoy 6

Kutipan Amoy 6

562440_428598070497851_1238000632_n_large

Apa pun risikonya, selama kamu tidak mati menghadapinya, berarti kamu masih cukup kuat untuk bertarung. - Rohani Syawaliah, terjebak dengan jaringan internet yang kadang kedau, kadang lancar.
Kutipan Amoy 5

Kutipan Amoy 5


545494_405065329560113_600843556_n_large

Ketika kamu takut rugi itu tandanya kamu belum siap menjadi pedagang. - Rohani Syawaliah, sering rugi tapi selalu mendapatkan pelajaran berharga dari setiap kerugiannya.

18 September 2012

Masa-Masa Kecil: Boysandi

Masa-Masa Kecil: Boysandi



Sebelum berteman dengan Ling-Ling sebenarnya saya sudah punya teman masa kecil. Tapi bukan perempuan. Melainkan laki-laki. Panggilannya Sandi. Nama lengkapnya sih Boysandi meskipun sekarang penulisannya berubah menjadi Boisandi karena kesalahan penulisan sejak di ijazah sekolah dasar. Kedekatan kami sejak belum sekolah hingga sekarang. Bisa dikatakan kami selalu bersama-sama.

Sekolah dasar enam tahun kami lewati bersama. Berangkat dan pulang sekolah bersama. Setiap pulang sekolah mampir ke rumahnya untuk makan siang dari tangan ibunya. Disuapin. Rumahnya dulu berada di samping rumah nenek. Sekarang sudah dijual pada orang lain dan Sandi tinggal di rumah barunya yang berada di sebelah rumah lamanya. Jadi tak begitu terasa dia pindah, soalnya masih sangat dekat dari rumah nenek.

Tamat sekolah dasar kami juga sekolah di sekolah menengah pertama yang sama meskipun Sandi pindah saat naik kelas dua. Alasannya saya lupa. Dia pindah ke sekolah yang lebih dekat dari rumahnya. Tertinggal setahun karena sempat menjadi anak yang melanggar peraturan di sekolah. Kasus yang cukup berat mungkin untuk sekolah Islam. Lalu kami sama-sama sekolah di SMA yang sama. SMAN 1 Pemangkat. Dua tahun menjadi seniornya tak membuat kami merasa ada yang berbeda.

Tamat SMA, saya setahun menunda pilihan untuk melanjutkan ke Universitas Tanjungpura karena ketiadaan biaya. Setahun saya menghabiskan waktu di sebuah warung kelontong. Menjadi kuli di sana. Paginya sekolah di sekolah bahasa asing. Bahasa Mandarin. Siang sampai sore bekerja. Beberapa bulan kemudian menambah kegiatan dengan menitipkan kue bolu buatan saya di beberapa warung kopi untuk menambah tabungan buat kuliah.

Ketika saya lulus SMPTN, Sandi juga lulus. Satu kampus. Ah, seakan tak terpisahkan saja kami berdua ini. Ibunya menyarankan saya untuk tinggal bersama Sandi di rumah kontrakan yang sudah dipilihnya bersama teman-teman SMA-nya. Saya yang memang belum mengontrak mengiyakan. Kedekatan semakin berlanjut dan merasa seperti saudara kembar. Hingga sekarang, kadang kami masih berkomunikasi melalui pesan singkat atau pesan di facebook karena dia sedang menempuh pendidikan S2-nya di Solo.

Menuliskan ini membuat saya semakin rindu padanya. Rindu pada semua pertengkaran yang kadang terjadi. Dia yang mengesalkan. Dia yang baik. Dia yang selalu mengerti dan selalu ada buat saya. Entah selama ini saya sudah menjadi sahabat yang cukup baik atau belum buat dirinya, yang saya tahu Sandi adalah sahabat baik sejak kecil saya yang sampai sekarang masih membangun persahabatan itu. Detik ini pun, saya masih mengingat dia sebagai sahabat saya meskipun jarak memisahkan.

17 September 2012

Masa-Masa Kecil: Ling-Ling

Masa-Masa Kecil: Ling-Ling



 Rainbow_swirl_ice_cream-4781_large

Akhir-akhir ini saya sering kali berbicara tentang keluarga saya di kampung. Terutama tentang masa kecil saya bersama kakek dan nenek yang sangat mencintai saya. Tentang bagaimana saya melalui hari-hari saya yang membentuk saya menjadi diri yang sekarang.

Kita tahu masa lalu memang tinggal kenangan. Tapi masa lalu adalah pondasi yang menjadikan diri kita seperti ini. Kita pikir tidak ada yang lebih berharga dari masa depan tetapi untuk membentuk masa depan, dihari inilah kita harus berjuang. Sekian tahun akan datang, hari yang kita lalui sekarang akan menjadi kenangan dan masa lalu.

 Tumblr_mafepcvabe1rxl35wo1_500_large
Ingin menjadi siapakah dirimu 5 atau 10 tahun akan datang? Hari inilah saat yang tepat untuk memahatnya. Membentuknya keping demi keping.

Teringat belasan, bahkan puluhan tahun yang lalu. Saat saya masih berusia 4 atau 5 tahun. Saat itu saya masih bertubuh tambun. Rambut halus yang jarang. Wajah yang bulat dan belum punya teman bermain yang benar-benar saya temukan setiap hari. Hingga suatu pagi saya menemukan seorang gadis kecil yang sangat cantik. Namanya Ling-Ling. Seorang anak kecil yang akhirnya menjadi teman bermain saya semasa belum sekolah hingga sekolah dasar.

 Tumblr_maeada3ni51r7m7dko1_500_large
Awal pertemuan kami pagi itu masih sangat jelas di kepala saya. Bagaimana Ling-Ling kecil menertawakan saya. Saat itu saya pulang dari warung dan memegang sebungkus cemilan dengan tangan kiri saya. Sibuk memperhatikan gadis kecil yang ternyata cucu nenek yang tinggal di sebelah rumah kami. Dia sangat cantik. Saya yang belum punya teman dekat perempuan saat kecil memperhatikannya lekat-lekat. Hingga tak sadar tangan saya menjatuhkan camilan yang saya pegang dengan tangan kiri. Isinya tumpah ke teras dan Ling-Ling tertawa terbahak.

Sejak hari itu kami pun kemudian menjadi teman. Sayangnya persahabatan itu berakhir di bangku sekolah dasar. Saya lupa kelas berapa tepatnya, Ling-Ling pindah ke Jakarta bersama keluarganya. Kabarnya sekarang Ling-Ling sudah menikah dan memiliki anak yang lucu-lucu.

Oh, Ling-Ling.

15 September 2012

Lenovo Ideapad Gratis, Mau?

Lenovo Ideapad Gratis, Mau?



Lenovo Ideapad yang saya gunakan selama lebih dari sebulanan ini telah memberikan saya kepuasan yang tak terhingga. Selama hidup saya hanya hanya pernah membeli laptop tiga kali dengan merek yang berbeda. Pertama Axioo, kecewa juga sih waktu itu membelinya karena ujung-ujungnya malah pecah LCD-nya padahal tidak pernah jatuh. Kedua membeli netbook ACER. Tanpa perlu menuliskan kepanjangan dari ACER yang diplesetkan orang. Intinya sih banyak yang bilang ACER mudah rusak.

Harus saya akui netbook ACER yang saya beli kemarin memang rusaknya dalam hitungan bulan. Pertama yang rusak adalah chargernya. Untungnya biaya memperbaikinya tidak lebih dari 50.000IDR. Terus kerusakan berikutnya adalah keyboardnya. Bayangkan, netbook tersebut tidak lagi menghabiskan 3.1juta tetapi lebih untuk beberapa kerusakan yang dialami. Sehingga saya rasa itu adalah pertama dan terakhir kalinya saya membeli ACER.

Lenovo sebenarnya terasa sedikit asing di telinga saya. Entah karena saya yang kurang uptodate soal netbook atau bagaimana, yang jelas waktu saya ditawari Lenovo saya tidak begitu WAW. Tetapi setelah membaca spesifikasinya, saya langsung jatuh cinta. Harddisk 500GB, DDR 2GB (sedang mau ditambah jadi 4GB), dan netbooknya yang tidak cepat panas. Berbeda dengan laptop Axioo dan netbook ACER saya sebelumnya. Harganya malah lebih miring dari dua merek sebelumnya tersebut. Soalnya saya membeli kosong tanpa OS di dalamnya. Sekarang sudah diinstall dengan Jolicloud 1.2 Robby.

Nah, buat teman-teman yang kurang suka dengan netbook tapi belum punya dana buat ganti ke laptop atau malah maunya dapat gratisan, tenang, ada banyak gratisan laptop Lenovo Ideapad G478 368. beneran gratis! Kapan lagi coba bisa dapat laptop gratisan? Buat yang kepengen, baca baik-baik informasi berikut ya?


Ketentuan:
- Program mulai berlaku tanggal 13 September 00.00 WIB sampai 19 September 23.59 WIB.
- Pemenang adalah 5 Consultant di setiap kantor cabang dengan jumlah rekrut paling terbanyak.
* Qualified recruits dengan 100 BP
** Minimal 2 qualified recruits
*** 5 (lima) laptop per cabang diberikan dibulan Oktober 2012

Apabila kamu belum menjadi konsultan, tenang saja, bisa segera mendaftar dengan cara klik di sini atau kirim e-mail ke honeyliziousblog@gmail.com dan hadiah jutaan lainnya menanti. Informasi lengkapnya klik di sini. Yuk buruan gabung dan menjadi jutaan konsultan yang berhasil mengubah hidupnya dengan berani mengambil kesempatan.

14 September 2012

 Musim Durian

Musim Durian




Durian sekarang tidak mengenal musim lagi. Kapan dia mau berbuah sepertinya ya berbuah saja. Soalnya sepanjang jalan menuju Pasar Mawar selalu saja ada orang yang membuka lapak menjual durian. Durian itu raja segala buah. Buah ini memang favorit saya. Dulu karena jarang-jarang ketemu buah durian. Sekarang? Di Pontianak durian selalu saja ada di jalan yang sama. Bahkan banyak juga yang menjajakannya dengan sepeda motor.


Makan durian di lapak pedagang pinggiran jalan adalah pengalaman yang menyenangkan. Karena, jaminan penggantian untuk buah yang rasanya tawar atau rusak total. Sayangnya belum pernah menemukan buah yang tawar. Mereka (pedagang buah durian) memang pandai memilah buah mana yang enak untuk disantap. Saya pikir buah ini disukai semua orang, ternyata setelah saya beranjak dewasa, saya menemukan tak sedikit orang yang menolak untuk makan buah ini. Padahal bagi saya enaknya bukan main.

Bagi yang tidak suka akan mengatakan baunya yang bikin nggak enak. Tapi buat penggemar buah durian tentu saja, baunya itu yang paling dinantikan. Saya beruntung karena bertemu seseorang yang sangat menyukai buah durian seperti saya. Saya sih makannya nggak banyak tapi sering. Pernah saking seringnya darah saya naik dan kepala sedikit pusing. Buat yang menderita hipertensi memang tidak disarankan untuk makan buah ini.

Buah durian mengingatkan saya tentang rumah saya di kampung. Nenek dan ibu saya. Dua perempuan perkasa yang menjadikan saya ada dan membesarkan saya. Dari rahim ibu. Dipelukan nenek saya. Saat masih kecil pertanda kakek sedang punya uang lebih adalah adanya buah musiman yang akan muncul di dapur. Entah itu buah durian, rambutan, atau cempedak. Terkadang ada pula langsat dan duku. Sehingga jarang sekali saya makan buah musiman tersebut. Soalnya kakek jarang punya uang lebih.

Begitu juga dengan ibu, apabila sedang ada musim buah-buahan, hanya sesekali dia akan membeli buah tersebut. Tentu saja buahnya akan dimakan beramai-ramai dan habis dihari yang sama.

Belasan tahun yang lalu, saya merindukan sekali saat-saat itu, kakek membawa beberapa durian dan nenek akan menyembunyikan satu atau dua biji. Apabila durian yang dibeli habis, besok atau lusa, durian simpanan akan dibuat bubur kacang hijau dengan santan dan gula merah. Durian yang dibikin bubur seperti itu bisa dinikmati beramai-ramai meskipun hanya dibuat dengan satu dua buah durian. Berbeda dengan durian yang langsung dimakan. Durian saat itu rasanya menjadi buah musiman paling mahal di kampung. Siapa punya kebun durian, saya rasa akan menjadi jutawan.

Berbeda dengan cempedak, buah yang satu ini tak banyak yang mampu menghabiskannya terlalu banyak. Memicu angin dalam perut sama seperti nangka. Bisa kentut terus-menerus apabila memakannya terlalu banyak. Nenek sering membeli buah ini karena harganya memang jauh lebih murah dibanding durian dan isinya juga banyak. Buah ini paling sering digoreng dengan tepung. Sama seperti pisang goreng. Rasanya enak dan harum.

Mengapa saya menulis postingan ini? Saya barusan makan durian di lapak pedagang durian dan saya bertanya-tanya. Apakah nenek dan ibu saya sudah makan durian musim kali ini. Meskipun tak mengenal musim lagi tapi setidaknya pada saat durian membanjir akhir tahun nanti, saya berdoa semoga mereka sudah membeli durian dan mencicipi durian tahun ini. Nenek dan ibu saya hipertensi soalnya. Jadi mereka harus berhati-hati untuk tidak memakan buah ini terlalu banyak. Jangan sampai darahnya naik dan mereka jatuh sakit.

Bagaimana denganmu?

13 September 2012

 Resolusi Jolicloud 1.2 Tak Sempurna (800x600) di Lenovo Ideapad S110

Resolusi Jolicloud 1.2 Tak Sempurna (800x600) di Lenovo Ideapad S110


Akhirnya setelah sekian lama mencoba distro Linux yang lain untuk menggantikan Jolicloud yang resolusinya tidak bisa dioprek untuk sempurna, saya kembali menggunakan Jolicloud lagi. Meskipun lebih banyak orang yang familiar dengan Ubuntu atau Linux Mint, hanya Jolicloud yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan saya. Tiga minggu kemarin saya sempat bergerilya untuk mendapatkan distro yang paling sesuai karena banyak orang di grup menyarankan untuk mengganti distronya. Banyak pula yang bertanya: “Why Jolicloud?”. Padahal di dalam kepala saya hanya ada pertanyaan: “Bagaimana mengubah resolusi 800x600 Jolicloud menjadi 1024x600?”.

Apakah teman-teman yang mampir ke sini juga sedang mempertanyakan hal yang sama? Mengapa saya menggunakan Jolicloud? Baiklah sebelum saya memaparkan alasan saya memilih distro Jolicloud saya ingin mengungkapkan beberapa distro yang telah saya gunakan beserta permasalahannya. Semua distro saya ambil yang versi terbarunya di tahun 2012 bulan September.

  1. Ubuntu
    Selain resolusi yang hanya mampu di 800x600 (4:3), Ubuntu juga tidak bisa mendeteksi Fn sehingga fungsi Fn tidak bisa berjalan. Entah mengapa mata saya juga tidak kuat melihat layar Lenovo dengan distro Ubuntu 12.04.1. Lima menit kemudian mata saya akan berair. Tentu saja saya tidak memaksakan diri saya untuk lebih lama lagi menggunakan Ubuntu.
  1. BlankOn
    BlankOn juga sama dengan Ubuntu, tidak bisa mendeteksi Fn dan resolusinya tidak sempurna. Sehingga saya tidak berlama-lama menggunakan distro yang satu ini.
  2. Fuduntu
    Sebenarnya saya sangat jatuh cinta dengan distro yang satu ini. Sayangnya kesempurnaan resolusinya dan pemenuhan kebutuhan saya harus pecah kongsi dengan beratnya distro ini saat digunakan. Untuk memindahkah pointer saja delay beberapa belas detik. Saya paling tidak bisa sabaran melihat leletnya gerakan di netbook saya sehingga saya menghentikan distro yang katanya 'Punny name, Serious Distro”. Harus saya akui resolusinya memang sangat jernih dan tidak ada lagi 4:3 melainkan 16:9. sebelumnya 800x600 sekarang menjadi 1024x600. Resolusi itulah yang sedang saya cari untuk netbook saya. Tapi jauh dari itu semua saya membutuhkan distro yang mudah untuk dioperasikan dan tidak memancing kemarahan saya dengan delaynya.
  1. Linux Mint
    Linux Mint sebenarnya bukanlah pilihan saya. Ini hanya saran dari teman-teman yang lain. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba. Saya pikir tidak ada salahnya untuk mencoba sekali lagi distro yang lain. Meskipun kemudian saya harus dikecewakan untuk kesekian kalinya. Resolusinya tidak sempurna.
  1. Kubuntu
    Kubuntu awalnya dicoba dulu live CD-nya kemudian baru diinstall. Awalnya resolusinya sempurna tapi suka blank saat dinyalakan. Setelah beberapa kali install ulang ternyata resolusi yang tadinya sudah 1024x600 malah kembali menjadi 800x600. Memang tidak ada cerita ngeblank saat dinyalakan. Ya sudah, segera saya tinggalkan Kubuntu.
  1. Chrome OS
    Nah, ini mirip dengan Jolicloud, sempurna resolusinya tetapi kebutuhan saya tidak terpenuhi di sini sehingga saya tidak perlu menunggu berhari-hari membiarkan distro ini di dalam netbook saya.
  1. Meego
    Gagal diinstall di netbook. Tidak tahu mengapa.
  1. Damnslimlinux
    Gagal diinstall.
  1. Core
    Gagal diinstall.
  2. Tinycore
    Gagal diinstall.
  3. Knoppix
    Terlalu berat sehingga tidak bisa diinstall di netbook melainkan di PC.
  1. Puppy Linux
    Gagal install dan telah dicek live CD-nya, resolusi tidak sempurna.


Sebenarnya kebutuhan saya tidak banyak. Saya hanya suka menulis, menonton, dan berselancar di internet. Memerlukan tiga program yang mendukung itu semua. Pertama saya memilih Chrome atau Chromium, kedua VLC, dan ketiga openoffice atau libreoffice tak menjadi masalah. Ketika saya melihat Jolicloud, saya langsung bisa menggunakannya di satu jam pertama. Kemudahan yang diberikan dari tampilan dan cara installasi program yang sederhana, membuat saya jatuh cinta dan tak bisa melupakannya ketika tak bertemu program yang lebih baik dari ini. Harus saya akui, resolusi memang penting, tetapi masalah Jolicloud hanya terjebak pada 800x600. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan saya, dia jauh lebih bisa melakukannya.

Apabila ada di antara pembaca yang mampir ke sini tahu cara membuat resolusi Jolicloud menjadi sempurna mohon hubungi e-mail saya honeyliziousblog[at]gmail.com. Banyak cara sudah saya lakukan untuk menyempurnakannya. Banyak teman-teman yang katanya sudah 'master' tetapi masih gagal membantu saya. Siapa tahu orang yang mengenal Jolicloud itu ada di antara pembaca yang sering mampir ke sini. Walaupun banyak yang bilang mendingan menggunakan distro yang banyak digunakan orang agar mudah mencari jawaban ketika ada pertanyaan, saya pikir itu bukan solusi yang terbaik. Berpindah-pindah distro juga bukanlah pemecah masalah karena ternyata semua itu banyak membuang waktu saya.

12 September 2012

Cara Mendapatkan Penghasilan Jutaan Tanpa Melamar Kerja

Cara Mendapatkan Penghasilan Jutaan Tanpa Melamar Kerja



Sekarang penghasilan saya kurang lebih 2-3juta/bulannya kadang lebih apabila dapat job menulis. Cukuplah buat menabung bakal membeli motor. Saya beruntung selama setahun ini bisa bergabung di sebuah bisnis yang memberikan penghasilan yang luar biasa buat saya. Setahun saya sudah bisa menghasilkan sebanyak ini. Tak dapat saya bayangkan dalam sepuluh tahun.

Semua yang sering mampir pasti sudah tahu saya bergabung di Oriflame sejak 1 tahun yang lalu. Pendaftaran yang sangat murah dan diskon yang saya dapatkan untuk semua produk sudah lebih dari cukup untuk membayar biaya pendaftaran. Pendaftaran hanya 39.900IDR dan berlaku setahun. Mendapatkan diskon 23% untuk semua produk.

Awalnya sih memang niat saya hanya ingin mendapatkan diskon 23% untuk produk perawatan kulit yang sesuai dengan kulit saya. Beruntungnya saya sebelum bergabung bertemu dengan teman-teman yang mau mengajari saya untuk mengenali kulit saya lebih dekat. Termasuk mengenali kebutuhannya. Kemudian memberikan contoh cara penggunaan. Semuanya secara gratis. Karena mereka memang konsultan Oriflame.

Saya kemudian bergabung dan berbelanja sesuai kebutuhan saya untuk mendapatkan kulit yang saya inginkan. Bebas jerawat, lembab, dan sehat. Kulit saya memang tidak begitu putih, jadi saya tidak begitu tertarik dengan produk di pasaran yang menjanjikan untuk memberikan 'putih' dalam waktu yang singkat. Beberapa kali dulu memang pernah terjebak karena doktrin dari teman-teman yang seakan-akan mengatakan bahwa kulit putih adalah yang kami butuhkan di dalam kehidupan ini.

Yah, setiap orang memang kadang terlalu naif untuk menyimpulkan sesuatu. Sekarang saya banyak membaca, banyak bergaul dengan orang dari berbagai kalangan, dan kemudian sadar satu hal. Putih bukan segalanya. Bukan itu yang kulit kita butuhkan. Kulit kita harusnya sehat. Kulit yang sehat tentu saja akan terlihat cantik.

BULAN PERTAMA

Welcome Program Step 1

BULAN KEDUA

Welcome Program Step 2

BULAN KETIGA

Welcome Program Step 3
blackbeautycase.png

GRATIS!

GRATIS!

GRATIS!


Khusus bulan ini, Oriflame malah memberikan banyak hadiah untuk pendaftaran konsultan baru. Pendaftaran masih 39.900IDR. Tetapi bukan harga yang mahal untuk sebuah pembelajaran. Ketika kita mencoba bisnis ini selama setahun dan tak menghasilkan apa-apa kita hanya rugi 39.900IDR. Tetapi ternyata, kita tidak akan benar-benar kehilangan 39.900IDR apabila kita berhasil melakukan penjualan 200.000IDR. Malahan selain mendapatkan uang pendaftaran kembali 20.000IDR, juga akan mendapatkan eyeliner stylo senilai 89.000 secara gratis.


Bukan itu saja, untuk satu bulan pertama, konsultan baru berhak mendapatkan body lotion senilai 149.000IDR setelah mengumpulkan 100 bonus poin pertama. Tidak sampai di situ saja, bulan kedua berhak mendapatkan parfum senilai 279.000IDR secara gratis dengan menukarkan 100 bonus poin dibulan kedua. Bulan ketiga masih akan mendapatkan tas senilai 549.000IDR secara gratis untuk pengumpulan 100 bonus poin lagi.

Bahkan Oriflame akan memberikan lebih banyak hadiah lagi apabila konsultan baru dan lama menjadi sponsor dari dua atau tiga orang konsultan yang berhasil mengumpulkan 100 bonus poin dibulan pertama.
Kadang saya menawarkan kesempatan ini pada beberapa teman saya. Memang berbagai macam reaksi yang saya dapatkan. Ada yang menolak secara halus, ada pula yang langsung mengatakan tidak, tapi tak sedikit pula yang menerima. Sehingga kami bersama-sama melakukan penjualan untuk mendapatkan penghasilan jutaan tiap bulannya. Baik dari keuntungan langsung maupun penukaran poin.

Banyaknya bentuk money game di luar sana memang memberikan imbas pula pada tanggapan orang saat kita menawarkan bisnis seperti ini. Padahal Oriflame sama saja dengan orang yang membuka warung bakso atau salon. Bentuknya saja yang berbeda. Warung bakso butuh keterampilan dan modal besar sedangkan Oriflame hanya modal pendaftaran 39.900IDR dan kemauan untuk belajar. Untungnya saya segera mengambil kesempatan ini setahun yang lalu. Sehingga ketika saya melihat teman-teman yang lain sibuk mencari kerja untuk membangun kemandiriannya, saya sudah punya bisnis sendiri yang menunjang hidup saya.

Sejak awal saya memang sudah yakin ini bukan money game dan sejenisnya karena di sini kita seakan-akan memiliki toko berbentuk katalog yang bisa kita buka di mana saja dan bisa kita berikan pada siapa saja. Tidak terikat waktu dan tempat. Dulu saya memang pernah mencoba beberapa usaha, rugi berjuta-juta, tetapi tak mengurungkan niat saya untuk menemukan bisnis yang kerugiannya minimal. Nah, di sinilah Oriflame muncul di depan saya dan menawarkan kesempatan untuk membangun bisnis dengan kemungkinan rugi hanya 39.900.

Saat itu saya hanya punya kemauan untuk belajar. Sekarang saya telah menjadi leader untuk banyak teman-teman konsultan lain yang baru memulai bisnis ini. Menghilangkan ketakutan mereka tentang barangnya yang bisa jadi tidak laku atau semacamnya. Apabila kita membuka katalog dan membaca produk yang mereka jual kita akan sadar kita menawarkan produk yang setiap hari orang butuhkan.
Seperti sabun, shampo, perawatan wajah, parfum, deodorant, body cream, dan masih banyak lagi. Pernahkah kita berpikir untuk berhenti membeli sabun atau shampoo ketika kita kehabisan dua macam benda tersebut di kamar mandi? Tentu tidak bukan? Jadi orang akan terus membeli barang yang ada di Oriflame.

Jangan biarkan pikiran anda mencuri kesempatan anda untuk hidup lebih baik dengan penghasilan tanpa batas hanya karena anda takut untuk mencoba.

Klik di sini untuk informasi lebih lengkap.
Hadiah untuk konsultan baru klik di sini.
Hadiah untuk sponsor yang memenuhi kualifikasi klik di sini.

Jika ada pertanyaan, silakan tinggalkan komentar, atau kirim e-mail ke honeyliziousblog@gmail.com. Bisa hubungi WhatsApp saya di 085213626011. Silakan ke twitter saya @honeylizious.

11 September 2012

Gelas Kehidupan 2

Gelas Kehidupan 2



Terkadang di dalam kehidupan ini kita tidak bisa memastikan perilaku yang kita berikan pada dua orang akan menghasilkan reaksi yang sama. - Rohani Syawaliah, 26 tahun, sedang ingin menjadi bijaksana.

Seringkali di dunia ini saya mendapatkan pelecehan yang bisa jadi orang lain pikir itu bukanlah sesuatu hal yang bisa dikatakan melecehkan. Coba kita lihat cermin dan hitung berapa kali kita merasa leih superior dari orang lain. Tentu saja itu adalah suatu masa di mana kita merasa semua pengetahuan kita sudah cukup dan kita mulai enggan untuk belajar. Merasa semuanya cukup dan kita sudah pintar. Lantas tak ada yang lebih pintar dari kita. Kemudian merasa layak untuk merendahkan orang lain.

Sesaat kita tidak melihatnya sebagai pelecehan. Kita merasa kalimat yang kita ungkapkan biasa saja karena kita adalah pegawai di sini atau orang yang sudah belajar ini. Paling tahu tentang ini.

Ketika saya bertemu dengan orang seperti ini saya akan mengeluarkan kalimat yang maksudnya sama. Memuji hanya untuk menguji. Mengatakan diksi 'pinter' dan memintanya melakukan sesuatu. Kemudian orang yang sebenarnya 'sok pinter' begini akan mengatakan beragam alasan untuk menolak. Bukan karena dia tidak tahu, tapi lebih pada belum tahu disebabkan dia tak mau belajar karena dia 'sudah pintar'.

Manusia itu seperti gelas. Terbuat dari berbagai macam bahan dan tentu saja ada yang kaca. Ketika orang membanting gelas plastik dan tidak pecah bukan berarti gelas kaca juga akan memberikan reaksi yang sama. Dibanting terus tetap pada bentuk semula. Setiap gelas berbeda. Sama dengan manusia. Perilaku yang diberikan pada setiap orang akan memberikan hasil yang berbeda.

Seperti yang saya pernah katakan di twitter, bagaimana saya merasa 'sampeyan' itu sangat kurang ajar apabila diucapkan untuk memanggil saya. Banyak yang protes kemudian mengatakan kalau dalam bahasa Jawa 'sampeyan' itu sapaan yang halus untuk 'kamu'. Saya tidak pernah belajar tingkatan dalam bahasa Jawa dan hanya tahu 'sampeyan' itu halus. Tetapi tentu saja saya tidak merasa dilecehkan dengan disebut 'sampeyan'. Saya paling akan dongkol saja. Walaupun sekarang saya sudah diberi tahu kalau 'sampeyan' itu sopan, balik lagi ke 'rasa' yang saya dapatkan ketika disapa dengan 'sampeyan'. Hingga detik ini tetap merasa itu 'kurang ajar'. Ah, kan sudah ada bahasa Indonesia, mengapa harus menggunakan sapaan bahasa daerah yang bukan bahasa saya?

Saya dilecehkan hanya karena saya terlihat tidak tahu apa-apa sepertinya. Disudutkan dengan kalimat yang sangat menunjukkan kalo dia 'paling tahu'. Dialah segala sumber ilmu. Dewa dari segala dewa. Saya pikir dua tahun untuk berinteraksi dengan orang yang tak pernah menyukai kita dan tak kita sukai sudah cukup. Saya harus menghentikan sebelum dia membunuh saya secara mental. Pembunuhan mental yang dia tunjukkan sangat menyebalkan.

Mengeluarkan makian sebenarnya sangat mudah. Tetapi bukan pada orang yang lebih tua. Orang tersebut tentunya jauhhhhhhhh lebih tua dibanding saya. Sejelek apa pun makian yang bisa saya keluarkan, sejak kecil saya selalu dididik untuk menghormati orang tua. Jadi, lebih baik saya menunjukkan saja saya tidak suka dengan kalimatnya dan menjauh.

Pembuktian memang butuh waktu. Saya akan buktikan kehidupan saya yang akan datang akan jauh lebih baik darinya dan saya yang dia anggap bodoh ini akan menjadi orang yang lebih pintar darinya. Waktu, proses, dan tenaga akan saya korbankan untuk itu.  

10 September 2012

Cerita Panjang 6

Cerita Panjang 6



Panjang sekali cerita yang saya hadirkan kali ini. Pagi Senin saya masih memiliki kegiatan sebagai tukang foto keliling di rumah pengantin. Tradisi setelah malam pertama, melakukan hubungan atau tidak sang pengantin, tradisi ini tetap dijalankan.

Ada istilah ‘Umak Pengantin’ yang bukan benar-benar ibu kandung pengantin melainkan seperti seorang dukun beranak di mata saya. Seorang nenek, perokok, keriput, dengan fashion ala dukun beranak, kain dan kebaya menutupi tubuh tuanya. Dari kamar pengantin diambillah ‘ndulangan’ yang terdiri dari beberapa tingkat wadah. Ada yang diisi padi, beras, gula, lilin.

Sebelum acara bermain ‘lompat tali’ dan memutar ndulangan pada kedua pengantin, nenek ini akan menjadi memandikan kedua pengantin dengan ‘kasai-langger’. ‘Kasai-langger’ ini adalah sesuatu yang berwarna putih yang dicampur dengan ‘langger’ sejenis tanaman. Biasanya digunakan di pedesaan untuk orang yang mandi hadast besar.

Selesai mandi mereka diajak untuk ‘bermain’ lompat tali. Talinya sejenis benang putih yang harus dilompati dan akan diangkat hingga melewati kepala pengantin. Dilompati hingga beberapa kali. Saya tidak menghitung karena sibuk memotretnya. Kemudian setelah ‘ndulangan’ yang dikelilingkan di tubuh kedua pengantin, ada acara lomba tiup lilin. Nenek akan menghidupkan lilin dan meminta kedua pengantin untuk meniupnya. Tentu saja, teman saya yang perempuan yang menang. Saya sudah melihat di wajah suaminya yang berniat membiarkan istrinya yang meniup lilin tersebut hingga padam.

Kata teman saya masih ada acara lain lagi yang disebut sebagai penyatuan ras antara kedua teman saya yang menikah tersebut karena memang berasal dari suku yang berbeda. Sebenarnya meskipun sama sukunya acara penyatuan ras tetap dilangsungkan. Alasannya? Karena sudah adatnya.

Sayang saya harus segera buru-buru meninggalkan rumah pengantin karena harus melanjutkan perjalanan dan masih ada empat tempat yang harus saya kunjungi. Jadi cerita adat istiadat yang berkaitan dengan pernikahan hanya itu yang saya rekam gambarnya.

Besok kita lanjutkan kembali cerita perjalanan saya mengelilingi rumah sahabat saya yang lain.

9 September 2012

7 September 2012

Cerita Panjang 5

Cerita Panjang 5



Acara makan prasmanan dimulai pukul 2. Tetapi pengantin baru bisa hadir di pelaminan pukul 3 lewat. Saya pikir, perias pengantinnya kurang profesional dalam bekerja. Pengantin lama menunggu antrian untuk dirias setelah barisan pagar ayu. Saya? Saya tidak jadi pagar ayu meskipun ikut dirias oleh perias pengantin. Bukan menggunakan peralatan milik mereka karena saya takut sulit membersihkan bedak yang menempel di wajah apabila menggunakan dempul dan bedak yang disediakan perias.

Beberapa tahun yang lalu, saat masih duduk di bangku kuliah, teman saya ini, sang pengantin perempuan sempat menjalin asmara dengan lelaki yang berasal dari desa yang sama dengannya. Semparuk. Lelaki itu saya tak mengenalnya terlalu dekat. Hanya tahu wajah dan namanya.

Hubungan mereka yang sebenarnya lebih lama dibanding jalinan cinta dua pengantin yang sekarang telah menjadi suami istri, harus kandas ditengah jalan. Penyebabnya? Tidak begitu saya ketahui karena tahun 2009 saya tidak lagi serumah dengan sahabat saya. Hingga sekarang kami berada di kabupaten yang berbeda. Hanya berinteraksi melalui pesan singkat. Saya dan dia memang bukan orang yang suka berkirim pesan singkat untuk basa basi. Kami lebih suka mengirimkannya apabila memang ada hal penting yang harus kami kabarkan.

Melihat sosok lelaki yang seingat saya menjalin asmara dengan teman saya sekitar 3-4 tahun datang sedikit mengejutkan. Saya memang mengharapkan kedatangannya. Ingin melihat bagaimana sosoknya sekarang dan ekspresi seorang mantan yang bersalaman dengan pengantin yang harusnya ia miliki. Tetapi harus melihatnya bersanding dengan orang lain.

Selama saya sendiri memiliki dua mantan kekasih yang sudah menikah dan saya memang tidak menghadiri keduanya. Saya pikir saya tidak punya alasan untuk datang dan tak ingin melihat orang yang pernah saya cintai memegang tangan perempuan lain. Saya memang harus ‘move on’ tetapi tidak dengan membawa kenangan melihat dia bersanding dengan orang lain. Apalagi pernikahan mantan saya yang terbaru terjadi pada hari ulang tahun saya yang ke-25.

Kembali lagi ke pernikahan teman saya, sosok sang mantan yang sudah menyelesaikan makannya terlihat kelabu. Wajahnya hampir tak menunjukkan senyuman. Lama dia menekan layar ponselnya baru bangkit menuju pelaminan untuk menyalami sang pengantin.

Saya tak melihat ekspresi wajah dua lelaki yang mencintai wanita yang sama ketika bertemu atau wajah teman saya saat mendapat ucapan selamat dari mantannya. Tapi saya rasa saya tidak akan sanggup melihat orang yang pernah menjadi kekasih saya bersanding di pelaminan dan saya harus mengucapkan selamat untuk mereka.

Kamu? Bagaimana? Pernah berada di situasi seperti itu?