Langsung ke konten utama

Suami Selingkuh Salah Istri, Apalagi Istri yang Selingkuh


Saat suami selingkuh:
Istri nggak pinter ngerawat diri
Istri nggak pinter masak
Istri nggak perhatian
Istri nggak.... silakan tambahkan sendiri


Saat istri selingkuh:
Istri nggak berakhlak
Istri nggak bermoral
Istri nggak pandai jaga diri
Istri gate*
Istri.... silakan tambahkan sendiri



Logikanya kalau kita merasa istri ada kekurangannya tinggal komunikasikan sama-sama.

Istri nggak pinter merawat diri? Modalin, kasih waktu buat dia me time, jangan dibiarkan penuh dengan jadwal pekerjaan rumah dan mengurus anak sendirian.

Istri nggak pinter masak? Ikutkan dia kelas memasak, belikan buku resep, kasih tahu kamu sukanya makanan apa biar dia pelajari. Nggak ada orang yang ujug-ujug bisa masak kalau nggak belajar.

Istri nggak perhatian? Perhatikan seberapa banyak tanggung jawab yang harus dia tanggung? Coba beban yang harus dia tanggung kamu bantu pikul juga. Supaya dia punya waktu biat perhatian sama kamu.

Pernikahan itu sebenarnya bukan mencari kebahagiaan tapi membahagiakan orang lain sebab kamu sudah tuntas membahagiakan diri sendiri. Bagaimana caranya kamu membahagiakan pasanganmu saat kamu sendiri belum bahagia? Dan perempuan diberi satu kebahagiaan dia akan melipatgandakannya. 

Mencari pembenaran dari sebuah perselingkuhan nggak akan ada habisnya. Beda cerita kalau cerai dulu baru ganti pasangan halalnya. Bukan main kayu 3 di belakang saat ketahuan baru sibuk urus ke pengadilan. Memangnya kalau nggak ketahuan perselingkuhannya nggak akan selesai-selesai dong ya?

Kalau memang tak bisa menerima kekurangan istri ya sudah lepaskan. Jangan nodai pernikahan yang suci dengan perselingkuhan. Kamu pikir perempuan yang hadir sebagai orang sebagai orang ketiga adalah perempuan baik-baik? Tentu tidak saudaraku. Dia memang dihadirkan sebagai ujian pernikahanmu dan saat imanmu goyah dia pun masuk dengan leluasa dengan membawa dosa terindah. 🤣🤣🤣

Begitulah buruknya pola pikir banyak orang tentang perselingkuhan. Dalam perselingkuhan mau dilakukan istri atau suami, yang disalahkan selalu istri. Padahal selingkuh itu sebenarnya adalah penyakit yang menjadi hobi. Ada yang hobinya memancing, main game; motor, dan lain-lain. Tentu saja ada yang memilih selingkuh sebagai hobi. Yang namanya hobi selalu menyenangkan dan akan dicari cara supaya hobinya dapat dijalankan.

Ada 2 jenis lelaki di dunia ini.

1. Lelaki yang tak pernah selingkuh satu kalipun
2. Lelaki yang selingkuh tidak cukup satu kali.

Saat hanya ketahuan 1x dan dimaafkan pasangannya, disitu dia semakin lihai mencari cara supaya tidak ketahuan lagi atau dia semakin santai jika ketahuan karena tahu akan dimaafkan lagi. Sebab saat perempuan memaafkan satu kali akan ada memaafkan untuk dua tiga kali. 

Jadi lain kali jika ada orang yang selingkuh jangan salahkan pasangannya. Salahkan pelakunya dan selingkuhannya.

Jangan hanya menuntut istri untuk mencari ikhtiar supaya pasangan betah menjadi suaminya. Perempuan kalau pakai logika, belum tentu mau mempertahankan pernikahannya bersama laki-laki yang menuntut istrinya sempurna tapi dia sendiri nggak ngasih sumbangsih apa-apa.

Pernikahan itu sakral. Pernikahan itu untuk berjuang sama-sama. Kalau hanya perempuan yang harus berusaha mendingan sendirian saja. 🥰🥰🥰😂😂



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs