Langsung ke konten utama

Memangnya Ada Pernikahan Tanpa Pertengkaran?

Siapa sih di dunia ini yang tak pernah bertengkar? Bertengkar dengan saudara, orang tua, teman dan dengan pasangannya. Apalagi kalau masih baru menikah, baru hidup bersama, baru ketahuan "aslinya". Saya juga banyak bertengkar dengan suami saya waktu awal pernikahan. Karena banyak sekali hal-hal yang tidak cocok antara satu sama lain. Memulai kebiasaan-kebiasaan baru karena sudah ada orang lain dalam hidup kita bukan hal yang mudah. Apalagi kalau ada yang selalu ingin menang sendiri. Baca: saya. Saya tak menemukan alasan mengapa saya harus mengalah. Waktu itu.

Untungnya suami sudah saya wanti-wanti dari awal. Dia harus punya stok sabar yang banyak. Jadi mau bagaimana marahnya istrinya pun dia selalu sabar. Sampai akhirnya dia akan berkata "aku sudah bersabar". Artinya kesabarannya sudah hampir habis. Itu tanda kalau pertengkaran harus dihentikan. Banyak luka masa kecil yang saya bawa dalam pernikahan ini.

Butuh waktu lama sampai akhirnya kami bisa saling cocok. Kalau ada orang yang langsung cocok dari awal pernikahan ya mereka orang yang beruntung. Tapi dari banyak pernikahan yang saya tahu, ada saja hal-hal remeh yang membuat terpicunya pertengkaran.

Dalam pernikahan saya yang sering bikin kesal adalah suami yang kurang peka. Selalu berulang setiap hari. Sampai akhirnya saya harus mengalah untuk mengajarinya kepekaan. Iya, saya ajarin dia untuk peka. Saya kasih tahu bagaimana dia harus memperlakukan saya. Kalau belum menikah mungkin saya bisa ganti calon suami ya, tapi kalau sudah terikat pernikahan mau tidak mau harus dicari cara untuk mencocokkan kami dalam pernikahan ini. Karena ini bukan tentang kami saja melainkan juga anak-anak yang sama sekali tak bisa jauh dari orang tuanya.

Bahkan anak perempuan saya tidak mau sekolah jika tidak diantar jemput minimal oleh abahnya. Tidak mungkin dong saya ganti suami yekan? Ganti suami pun memangnya yakin bakalan dapat yang lebih baik dan mau menerima semua kekurangan saya seperti dia? Orang yang melihat kelebihan istri orang lain bisa saja kepincut tapi saat melihat kekurangannya bagaimana?

Pernikahan ini adalah kerja sama tim. Nggak bisa jalan dengan ngotot kemauan sendiri. Terkadang saya yang mengalah, dia juga sering mengalah. Satu hal yang saya suka adalah setiap saya sudah mengajarinya kepekaan yang saya mau, itu akan dia lakukan terus sampai selanjutnya.

Misal saya habis beresin rumah, saya suka jika dipuji sebagai apresiasi. Suami kebetulan bukan termasuk laki-laki yang mulutnya manis, dia tak begitu pandai bicara. Jadi saya harus dengan jelas mengatakan "saya habis beresin rumah tolong dipuji."

Daripada saya menunggu dia peka, terus jadinya dongkol karena nggak peka-peka juga bahkan dia kemudian tertidur dengan nyenyak tanpa menyadari kesalahannya. Yakali mau ngambek semalaman sambil menangis di balik bantal. Baca: sudah pernah terjadi sebelumnya. 😂😂😂

Dia harus diberi tahu istrinya mau apa baru dia mengerti. Pasti di luar sana banyak laki-laki yang seperti dia yang juga membuat istrinya dongkol. Yuk para istri kita mengalah soal ini. Nggak apa-apa awalnya dikasih tahu dulu. Berikutnya insyaAllah dia akan peka dengan pasangannya. Daripada bertengkar karena hal sepele seperti ini kan nggak lucu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs