Langsung ke konten utama

FWD Insurance Luncurkan FWD Critical First Protection, Asuransi Penyakit Kritis Generasi Terbaru Tanpa Batasan Jumlah dan Jenis Penyakit Kritis

PT FWD Insurance Indonesia (“FWD Insurance”), perusahaan asuransi jiwa berbasis digital terkemuka di Indonesia, meluncurkan FWD Critical First Protection, produk asuransi penyakit kritis yang menawarkan perlindungan yang mudah dan optimal atas berbagai kondisi kritis secara menyeluruh, tanpa batasan jumlah maupun jenis penyakit kritis. FWD Critical First Protection tak hanya memberikan perlindungan yang mudah dipahami dan diklaim, tapi juga kesempatan untuk pengembalian premi di akhir masa asuransi.

Setiap orang memiliki gaya hidup masing-masing sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari berdasarkan passion yang dijalani. Tentunya dengan memiliki tubuh yang sehat menjadi modal utama, sehingga kita bisa semangat untuk menjalani gaya hidup dengan berkualitas. Namun di sisi lain, tantangan menjaga kondisi tubuh tetap sehat semakin berat dengan berbagai tuntutan dan beban yang dijalani, sehingga kita perlu mempersiapkan proteksi yang membantu pada saat terjadi risiko seperti terkena kondisi dan penyakit kritis. FWD Insurance meyakini bahwa asuransi dapat menjadi sumber kekuatan untuk terus bebaskan langkah, dan hadir dengan solusi proteksi yang mudah serta terjangkau, salah satunya melalui produk FWD Critical First Protection yang menawarkan untuk memberikan rasa tenang dalam menjaga hidup yang kita jalani tetap berkualitas sekalipun harus mengalami kondisi kritis.

Direktur, Chief of Operations, Product Proposition & Syariah Ade Bungsu mengatakan, “Kami ingin memperkenalkan produk asuransi murni generasi baru yang memberikan perlindungan secara total tanpa dibatasi jumlah maupun jenis penyakit kritis, baik penyakit yang sering terjadi seperti kanker, stroke, dan serangan jantung atau yang langka/belum diketahui. Melalui FWD Critical First Protection, kami hadirkan solusi proteksi yang tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga mudah diklaim dan mencakup berbagai kondisi kritis baik yang disebabkan oleh penyakit maupun kecelakaan. Produk ini juga bisa dimiliki siapapun
dengan premi yang sangat terjangkau mulai dari Rp 300ribuan.”


Berikut adalah 4 keunggulan FWD Critical First Protection:
1. Memberikan manfaat sejak penyakit kritis stadium awal dan dapat diklaim hingga 200% dari uang pertanggungan, termasuk apabila terjadi risiko meninggal dunia.
2. Membayarkan klaim berdasarkan kondisi kritis akibat dari penyakit yang dialami maupun kecelakaan, tidak berdasarkan jenis penyakitnya.
3. Membebaskan pembayaran premi setelah dibayarkan 50% dari uang pertanggungan diberikan.
4. Kesempatan mendapatkan pengembalian premi 100% di akhir masa asuransi (jika tidak pernah
terjadi klaim).

Produk FWD Critical First Protection tersedia dan dipasarkan melalui distribusi keagenan dengan layanan asuransi yang mengedepankan inovasi digital dengan akses dan proses pengajuan yang mudah. Hal ini seiring dengan visi FWD Insurance untuk mengubah pandangan masyarakat tentang asuransi, yaitu menjadi mudah, relevan dan transparan.

Untuk informasi lebih jauh, silahkan kunjungi fwd.co.id.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan