Langsung ke konten utama

Kenalan Sama "Fi" Yuk, Chatbot Baru dari FWD Insurance Untuk Proses Asuransi yang Cepat dan Simpel

Di era digital sekarang ini segalanya semakin cepat dan mudah. Bahkan untuk berurusan dengan asuransi. Selama ini mungkin banyak orang nerasa ribetnya untuk menjadi pengguna asuransi, susah memahami prosedur dan berbagai syarat dan ketentuan yang harus dipahami sebelum memutuskan asuransi apa yang cocok untuk dirinya dan keluarga. Tidak perlu bingung lagi ya bestie. Sekarang asuransi juga sudah ada yang digital.

PT FWD Insurance Indonesia (“FWD Insurance”) adalah perusahaan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa berbasis digital terkemuka di Indonesia. Untuk mempermudah nasabahnya dengan bangga memperkenalkan Fi, chatbot terbaru dari FWD Insurance sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pengalaman asuransi yang berbeda kepada nasabah. Fi siap membantu nasabah mendapatkan layanan yang lebih sederhana, cepat, dan dapat diakses 24/7. Keren banget nggak tuh?

Jadi nasabah dapat mengirimkan chat ke Fi melalui fwd.co.id secara real time untuk mencari informasi seputar asuransi dengan mudah dan cepat. Saat ini, Fi dapat membantu nasabah dalam hal berikut:

• Menjawab pertanyaan tentang informasi produk dan mendapatkan brosur produk
• Menginformasikan prosedur untuk melakukan transaksi perubahan polis dan klaim
• Membantu menemukan lokasi rumah sakit/klinik rekanan dan kantor pemasaran FWD Insurance terdekat

Direktur Utama FWD Insurance, Anantharaman Sridharan mengatakan, “Fi adalah inovasi terbaru kami untuk membuat proses asuransi yang sederhana, tidak rumit dan mudah dipahami. Fi adalah bentuk komitmen FWD Insurance dalam mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi, dengan memastikan bahwa kami dapat memenuhi kebutuhan nasabah. Didukung oleh teknologi digital terdepan, FWD Insurance berupaya untuk membuat asuransi lebih mudah  dipahami, mudah dibeli dan mudah diklaim.”






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny