Langsung ke konten utama

Teruntuk Kamu Diriku di Masa Lalu (1)

Dipatahkan keluarga, dijauhi teman, dihancurkan oleh cinta. Mungkin itu gambaran diri saya beberapa bulan lalu. Sakit sekali waktu itu. Terluka, terjungkal, dan hampir mati rasa. Kemudian saya jatuh cinta pada diri saya sendiri. Hai diriku yang beberapa tahun ini jarang curhat di blog ini. Long time no see ya kamu. Selalu ingat kok sama kamu yang pernah menjadi tempat aku mencurahkan segala rasa. Rasa sakit, rasa sakit, dan rasa sakit. Semua rasa sakit itu kini tak terasa lagi. Bukan karena aku memutuskan untuk menghilangkannya, dia masih ada di sana, tapi rasanya diriku sudah kebal dengan segala derita. Here I am. Happier with myself and I. Teruntuk kamu diriku di masa lalu, terima kasih sudah sedemikian kuat. Sedemikian mampu bertahan untuk hidup. Walaupun aku tahu beberapa kali kamu memikirkan bagaimana seandainya jika esok jangan tiba. Bagaimana seandainya jika kamu lebih memilih untuk mati saja. Mungkin sekarang kita tidak ada di sini. Kita bahagia di sini, kita punya keluarga. Iya, keluarga, sesuatu yang pernah kamu putuskan untuk kamu lupakan dan tinggalkan. Karena kamu tidak kuat dengan segala luka. Kamu pasti ingat dengan ucapan Z, bahwa orang yang memiliki kemampuan untuk menyakitimu adalah orang yang paling dekat denganmu. Itu sebabnya dia memilih untuk jauh, untuk pergi, walaupun dia singgah bukan untuk sungguh. Setidaknya dia tak meninggalkan luka yang menganga. Luka yang puluhan tahun kau obati dengan air mata, berharap luka itu mengering dan tak lagi mengeluarkan darah. Tahun ini usia kita 35 tahun. Tiga puluh tahun lalu, tepatnya tak begitu kuingat, aku hanya mengingat masa kecil kita yang penuh dengan air mata, dan satu hal yang membuat kita sekarang berada di sini, keputusanmu 30 tahun lalu, bahwa kamu saat besar nanti akan pergi jauh. Membawa diri yang terluka parah di dalam hatinya. Kamu yakin kamu bisa sendiri tanpa mereka. Kamu lelah. Terlalu lelah selama puluhan tahun itu. Berjuang sendiri. Tenang, ada aku di sini sekarang. Kamu bukan lagi anak kecil yang sama. Bukan lagi gadis kecil yang disiksa kakaknya, diminta mengalah oleh orang di sekitarnya padahal kamu korban yang sesungguhnya. Jika aku bisa kembali ke masa lalu, aku ingin mengatakan padamu bahwa semua bukan salahmu. Bukan salahmu semua luka itu menimpa hatimu. Bukan salahmu kamu mengalami hidup yang seberat itu. Bukan salahmu saat dua tahun terakhir itu kamu akhirnya tak kuat lagi dengan segala derita dan memutuskan untuk sendiri saja. Kamu memang lebih baik sendirian. Biarpun rasanya waktu itu kamu seperti gelandangan. Tak punya rumah. Tak banyak uang. Tak punya orang yang bisa kamu sayang. Bukan salahmu saat kamu harus mengalah pada saudara-saudaramu. Bukan salahmu saat ibumu lebih memilih membiarkanmu begitu saja tak pernah menanyakan bagaimana rasanya sendirian. Tidak semua perempuan bisa menjadi ibu yang ideal. Bukan salahmu dilahirkan sebagai anak mereka. Bukan salahmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs