Langsung ke konten utama

Saya Nabi ke-26?


Jangan ngadi-ngadi gaes, jaman sekarang semua bisa viral dengan mudah jadi jangan sembarangan bikin pernyataan. Sudah tahu kan ada yang ngaku-ngaku nabi ke-26 untuk ke sekian kalinya. Kita yang waras ya tahulah pernyataan seperti itu tinggal kita kalikan dengan nol saja. Dari banyak orang gila yang ada di dunia ini, orang yang ngaku nabi emang yang paling gila. Yang mau dia bohongin siapa sih? Dirinya sendiri juga tahu dirinya bohong, apalagi orang lain. Tapi nggak tahulah kalau masih ada juga yang percaya sama orang seperti ini.

Apa kebanyakan duit ya jadi nggak tahu mau ngapain lagi, akhirnya gabut ngaku nabi saja. Kalau kita yang sibuk bertahan hidup, nyari duit buat makan, kerja hari ini buat makan besok, ya nggak bakalan sempat ya mengaku jadi nabi. Lagian yang hapal 30 juz Al-Qur’an plus terjemahannya saja nggak ada yang ngaku nabi. Eh apalagi yang solatnya saja masih bolong-bolong kan. Bangun subuh aja susah, apalagi mau jadi nabi yekan.

Tapi inilah dunia tipu-tipu, masih ada saja yang suka bikin sensasi dan mengaku nabi. Capek sebenarnya melihat orang model begini. Bisa-bisanya kepikiran ngaku nabi. Nggak bisa ngerjain hal yang lain apa ya? Coba belajar masak terus ikut kompetisi master chef, kan lumayan kalo menang. Saya sebagai emak-emak tiga anak yang masih menyusui dua anak segabut-gabutnya ya memilih buat tidur siang. Bahagia banget bisa tidur siang 3 jam sehari. Mewah banget rasanya hidup ini sebagai emak-emak. 

Apalagi banyak teman-teman saya yang sesama emak-emak yang suka ngeluh capek karena nggak bisa istirahat soalnya sibuk ngurus anaknya. Saya sendiri sebenarnya bukan penganut wajib tidur siang setiap hari. Tapi saya memang ingin membiasakan kebiasaan baik. Jadi nggak mau maksain diri buat kerja rodi. Kita nggak tahu kapan tubuh kita nyerah dipaksa kerja terus. Hal-hal yang bisa didelegasikan memang sebaiknya delegasikan saja sama orang lain. Jangan sampai kitanya capek dan stress karena menjalankan hidup kita sebagai ibu.

Seorang ibu harus bahagia supaya rumah serasa surga, iya kan? Betul apa betul bu-ibu calon bidadari surga. heheh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs