Langsung ke konten utama

The Power of Kepepet, Butuh Duit Buat Bayar Utang? Jadikan Energi buat Sukses di Oriflame


Dulu sebenarnya niat nikah ya maunya jadi ibu rumah tangga saja. Full time. Ngurus anak saja. Pengen bisa ngasih anak-anak lebih banyak pelukan dengan energi yang penuh. Nggak kecapean pas di rumah dan malah memilih istirahat. 

Ya saya pikir kan istri nggak punya kewajiban mencari nafkah. Hal yang wajib yang tak bisa saya delegasikan tentu saja hamil, melahirkan, dan menyusui. Sisanya masih bisa berbagi dengan suami.

Sampai akhirnya saya ketemu dengan bisnis Oriflame. Awalnya saya niatnya hanya ingin mengalihkan kebutuhan harian rumah tangga. Seperti sabun, shampoo, pasta gigi, deodorant, skincare, dan make up ke produk yang aman bebas bahan berbahaya, maklum pernah jadi korban krim abal-abal.

Sampai beberapa tahun setelah gabung saya jadi merasa pengen juga dapat duit dari sini. Toh saya tetap bisa stay di rumah jadi ibu rumah tangga nggak perlu kerja di kantor. Jadi niat awal buat jadi ibu rumah tangga tetap bisa terpenuhi. Iya kan?

Ternyata lumayan juga. Kumpulin poin bisa dapat banyak hadiah kayak peralatan rumah tangga, tas, alat make up, dan banyak reward lainnya. Belum lagi keuntungan jualan dan bonus uang bulanan yang selalu ditransfer di awal bulan. Jadi saya sekarang bisa dikatakan ibu rumah tangga yang berpenghasilan dari rumah saja.

Enaknya lagi, Oriflame itu sangat full support. Semuanya bisa dikerjakan secara online lewat HP. Jualan dan rekrutnya bisa lewat sosial media. Tiap hari bisa 'bertemu' banyak orang tanpa perlu keluar rumah. Semudah itu bisnisnya.

Jujur nih, kalo memang kamu butuh duit banget, Oriflame satu di antara bisnis yang sangat menjanjikan. Sudah banyak yang sukses di sini. Kuncinya mau berproses, mau membangun partner bisnis, dan mau konsisten. 

Tidak memandang usia, pendidikan, jenis kelamin. Siapa yang kerja dia dapat hasilnya. Apalagi kalau kamu memang kepepet banget butuh duit. Banyak yang berhasil di Oriflame karena terdesak sama deadline buat melunasi hutang.

Keuntungan penjualan sudah lumayan banget 23% dari omzet penjualan. Jadi misalkan kamu pengen dapat 500rb, jualanlah 2.2jutaan. Sudah pasti dapat keuntungannya 500ribuan.




Mau saya bimbing? Yuk Wa 085213626011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan