Langsung ke konten utama

Kue Balik



Bukan, ini bukan nama jenis kue tapi ini adalah istilah untuk kue-kue sisa yang tak laku di pasar dan diobral sore hari sama pedagang dengan harga jauh lebih murah dibandingkan kita beli di warung pas pagi hari. Kondisinya ya sudah kurang baik. Bahkan kalau tak beruntung ada yang berlendir, basi.

Dulu, waktu kecil, saya sering makan 'kue balik' ini. Kalau beruntung bisa ketemu kue yang enak dengan harga yang jauh lebih murah, bisa seperempat harga dari aslinya. Umak sering karena mau beli kue biasa, uangnya tidak cukup. Berapalah jadi PNS jaman dulu. Makan nasi saja masih beras bulog yang disebut 'beras pembagian'. Warna abu-abu, kutuan, berdebu, dan lebih penting lagi pecah seribu. Bahkan hampir (maaf) lebih cocok diberikan untuk pakan hewan. Tapi beras itulah yang dulu saya konsumsi.

Saya ingat sekali pertama kali makan nasi beras pandan wangi. Ya Allah wanginya, pulennya, putihnya. Saya pikir beras ya nggak enak semua kayak beras bulog yang dibagikan ke guru-guru itu. Sekarang sih sudah tak ada lagi beras pembagian. 

Tiap kali kondisi bisnis Oriflame terasa sulit, saya terbayang masa lalu. Tak dapat saya bayangkan memberikan anak saya jajanan kue balik karena tak mampu memberikan kue yang fresh dengan kualitas terbaik. Dulu kalau terlanjur membeli kue yang basi cara mengakalinya dicuci bersih pakai air, ini model kuenya agak basah biasanya makanya gampang basi, dari beras atau tepung yang dikukus, jadi habis dicuci bisa dikukus lagi untuk memperbaiki rasa.

Apa yang terjadi 25 tahun ke belakang ternyata banyak hikmahnya buat saya. Membuat saya punya kekuatan yang besar di Oriflame. Bahwa saat ditolak, dituduh nipu, diblokir, atau ditinggalkan downline, itu nggak ada apa-apanya dibandingkan harus menunggu sore hari di pasar untuk menemukan kue balik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan