Langsung ke konten utama

Berkarier di Rumah

Dari dulu saya paling suka berada di rumah, bisa rebahan sendirian. Waktu kecil juga sering mainnya sendiri dalam rumah. Kadang nonton TV sendirian sambil belajar nulis cerita anak.

Saya membayang diri saya dulunya itu akan jadi penulis cerita anak atau fiksi. Nulisnya pake mesin tik. Jadul banget ya.

Sekarang saya lebih banyak menulis di sosial media. Menulis cerita juga. Tapi ceritanya bukan fiksi. Kebanyakan real story. Bahas kehidupan dan juga hobi. Hobinya sekarang apa? Promosi Oriflame 🤣

Biar dapat duit. Beda emang kalau sudah jadi emak-emak ya. Mikirnya simpel. Pertama kalau nggak datangin pahala, jangan dikerjain. Kedua kalau nggak datengin duit, jangan dikerjain. Jadi gampang memilah sesuatu. Makanya kadang dibandingkan memasak atau mencuci saya lebih memilih ngerjain Oriflame. Lebih datengin duit. Masak bisa digantikan sama orang lain. Tapi kalo Oriflame kan enggak. Suami aja belum tentu kuat mentalnya ditolak orang. 🤣

Bermodalkan gadget tetap bisa berkarier di rumah. Dan ini bukan bisnis receh-receh. Hasilnya jutaan bahkan sudah banyak yang dapat puluhan dan ratusan juta. Kalau modal ijazah terakhir yang saya miliki buat ngelamar kerja, nggak bakalan dapat kebebasan jam kerja dan penghasilan yang seperti sekarang ini.




Bersyukur banget sudah memilih Oriflame.

https://id.oriflame.com/business-opportunity?utm_source=benefitb&utm_medium=web&utm_campaign=recruit0620&store=honeylizious

#eCampusKBDS #AkuOriflame #KBDSMelesat2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan