Langsung ke konten utama

Sudah Pernah Makan Kulit Semangka, Kulit Rambai, Umbut Kelapa, Pisang Muda Masak Lemak, dan Batang Pisang?

Kemarin banyak seliweran batang pisang bisa dijadikan sayur yang saya sudah tidak heran karena sudah biasa makan waktu kecil pas tinggal rumah Uwan dan di Sambas memang dikonsumsi. Bisa dikatakan semacam umbut atau rebung ya tapi dari pisang. 

Umbut tahu kan? Umbut kelapa itu biasa disayur juga di kampung saya. Saya biasa juga ngemilin umbut ini mentah kalo cuman sedikit nanggung buat dimasak. 

Sekarang saya mau share beberapa sayur yang mungkin tidak biasa ditempat teman-teman facebook dan sudah biasa di Sambas.

1. Kulit semangka
Buang bagian kerasnya yang paling luar dan yang digunakan bagian putih kehijauannya yang tidak kita makan pas mengonsumsi daging buahnya. Kulit semangka ini mirip dengan timun. Jadi masak saja kayak kita masak sayur timun biasanya. Uwan biasa masak kulit semangka dengan kuah bening bumbu beras dan terasi bakar.

2. Kulit rambai
Rasanya agak asam, bisa digunakan untuk campuran ikan asam pedas bisa juga disambal goreng dengan teri. Rasanya pedas asam segar.

3. Pisang muda
Kalau ada pisang sangat muda bisa dimasak gulai lemak atau masak santan. Bumbunya ya sesuaikan selera biasa masak pake santan bumbunya apa.

4. Umbut Kelapa
Masak lemak paling enak. Suka sekali. Apalagi kalau ada campuran teri goreng plus cabai. Sedaaaap.





Mana yang biasa di kampungmu gaes?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan