Langsung ke konten utama

Bakmie Kepiting Halal Khas Pontianak, Sudah Bersertifikat MUI

Pernah nonton film Aruna dan Lidahnya? Tertarik dengan satu di antara kuliner yang ada di dalam film tersebut terutama yang khas Pontianak? Sebagai warga Pontianak Kalimantan Barat yang paling ingin saya cicipi tentu saja Bakmie Kepitingnya. Saya sangat suka kepiting, jadi olahan kuliner dari kepiting sangat menggoda selera saya. Namun tahukah Anda kalau Bakmie Kepiting itu kebanyakan non-halal? Jadinya sampai beberapa waktu saya hanya bisa menahan keinginan untuk mencicipi bakmie kepiting seperti yang ada di film tersebut. Khusus yang nonhalal berbagai jenis olahan bakmie kepiting bisa ditemukan dengan mudah ya.


Sekarang saya tidak perlu khawatir lagi kalau mau cari Bakmie Kepiting Halal Khas Pontianak. Soalnya sudah ada lengkap dengan sertifikat MUI-nya. Logo MUI juga dipasang jelas di dekat meja kasir jadi begitu kita masuk akan langsung keliatan logo halalnya. Alhamdulillah, kalau sudah ada sertifikat dari MUI soal kehalalannya kita tidak perlu khawatir ya. Terutama buat teman-teman muslim dan muslimah yang inginnya makan makanan bukan hanya sekadar klaim halal tapi juga benar-benar halal dari sisi MUI.








Selain itu Bakmie Kepiting Halal Khas Pontianak ini juga tidak main-main soal toping daging kepiting yang disediakan dalam tiap porsi. Benar-benar daging kepiting asli ya. Bukan hanya ‘rasa kepiting’ tapi memang ada suwiran daging kepiting yang siap santap tanpa perlu kita repot lagi bergumul dengan cangkangnya yang keras. Ada dua varian, yang biasa dan spesial. Khusus yang spesial dapat tambahan daging capit kepiting juga. Jadi bisa menikmati kepitingnya dengan lebih puas ya. Topingnya selain kepiting ada bakso ikan, potongan olahan seafood, ayam, sampai pangsit. Jadi di dalam satu mangkok bakmie tersebut kita tidak hanya akan makan bakmie dan kepitingnya ya. Tapi masih banyak tambahan toping sampingan lainnya yang tak kalah enak. Jumlah toping sama porsi bakmienya saingan gaes. Jadi benar-benar tidak pelit toping deh Bakmie Kepiting di Pak Usu ini.

Suka dengan olahan makanan Chinese? Bakmie Kepiting Halal Khas Pontianak ini memang pilihan yang tepat untuk semua kalangan. Kalau tadi tak perlu khawatir soal kehalalannya dan juga rasa kepitingnya, sekarang kita bahas bahannya ya. Jadi bakmie kepiting ini dibuat sendiri oleh Bakmie dan Bakso Pak Usu ya, jadi bahannya fresh dan juga bebas pengawet, semua serba homemade. Mienya fresh dan juga kepitingnya selalu fresh. Kalau punya anak-anak yang sedang masa pertumbuhan dan sukanya makan bakmie, boleh sering-sering diajak makan Bakmie Kepiting Halal Khas Pontianak ini ya. Terutama ibu-ibu muda yang tidak punya banyak waktu luang untuk menyiapkan olahan mie sendiri di rumah untuk anaknya, bisa makan bakmie kepiting ini ya.

Saya sendiri suka sekali dengan bakmie kepiting ini. Seperti menjawab hasrat sejak lama yang ingin saya wujudkan. Serasa Aruna saat makan bakmie ini. Hehehe…

Kalau Anda tertarik untuk mencicipinya bisa langsung datang ke lokasinya di Jalan Putri Candramidi, dulunya outlet Pondok Ale-Ale yang juga fenomenal masakannya itu, karena lokasi Pondok Ale-Ale sudah pindah ke lokasi yang lain, maka sekarang digantikan Bakso dan Bakmie Pak Usu. Jika datang menggunakan ojek online bisa ketikkan alamatnya Pondok Ale-Ale Putri Candramidi ya. Waktu saya pertama kali datang saya sampai salah alamat karena alamat outlet ini namanya masih nama Pondok Ale-Ale.



Install aplikasinya di sini ya 

Yuk langsung merapat ya. Harganya juga terjangkau ya, tidak membuat kantong merogoh terlampau dalam. Khusus yang spesial harganya hanya 33K permangkok. Jangan lupa pesan es jeruknya juga ya. Karena es jeruk di sini juga spesial buatan mereka sendiri dari jeruk asli. Ah sambil nulis ini jadi pengen makan bakmie kepiting lagi. Hahahaha….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan