Langsung ke konten utama

Menjadi Beauty Influencer yang Berbeda (SARPIO 2.0 ORIFLAME)


1. Mencari topik

Menampilkan make up dan menceritakan produk yang digunakan.

Bikin video tutorial, dari segi engagement jumlah penonton lebih tinggi.

Bikin video hasil kreasi make up sendiri.
Tunjukkan produk yang akan digunakan, lalu aplikasikan satu persatu ke wajah.

Bikin beauty hauls: tampilkan produk favorit yang dibeli di Oriflame. Ciptakan rias wajah wajah dengan produk tersebut

2. Skinfluencer
Menjelaskan ilmu di balik produk skincare.
Temukan topik yang benar-benar Anda sukai. Bisa kombinasi keduanya. Soalnya konten seperti ini masih jarang ditemui.

Tampilan instagram sebaiknya menggambarkan minat Anda. Orang ingin konten yang 'asli' karena itu konsisten.

Posting beberapa jenis konten dalam seminggu.

3. Kotak konten yang dibutuhkan
Topik yang sesuai dengan audience.

Ketahui target dan demografi audience Anda.

Akun instagram dengan profil bisnis, ada fitur analitik.

4. Panduan konten
Ulasan produk
Beauty quote
Tampilan make up
Hadiah gratis

Gunakan hashtag yang tepat untuk meningkatkan reach dan konten Anda sehingga mudah dicari. Bisa meningkatkan engagement hingga 10% dibandingkan tanpa hashtag.

30 hashtag perfoto di instagram. Pilih hashtah dengan volume pencarian sedang sekitar 10.000 - 1 juta pencarian.

Gunakan tools pencari hashtag: tagboard, tweetbinder, dan hashtagify.

Anda tidak bisa menjadi beauty influencer dalam satu malam. Sabar adalah kuncinya. Mungkin butuh beberapa bulan. Jika Anda memulai maka Anda akan melihat hasil yang diinginkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan