Langsung ke konten utama

Lipstik Oriflame Merah Menyala: Fatal Red (kode 35182)

Not your ordinary RED, this is FATAL RED.

 


Kalau diminta memilih lipstik warna apakah yang paling banyak teman-teman pilih? Apakah nude atau merah? Ada orang yang suka menggunakan lipstik dengan warna senatural mungkin sehingga pilihannya adalah warna nude. Saya juga suka menggunakan lipstik dengan warna natural atau nude. Walaupun ujungnya kembali lagi pada cinta pertama. Merah.

Berbagai lipstik merah miliknya Oriflame saya suka. Mulai dari yang harganya di bawah 50K sampai yang ratusan ribu, warna merah tak pernah kadaluarsa untuk digunakan di berbagai acara. Apalagi kalau menggunakannya dengan level ketebalan yang berbeda akan menghasilkan warna yang berbeda pula. Dibandingkan lipstik warna nude saya punya lebih banyak warna merah. 

Apalagi di Oriflame warna merahnya juga banyak, ada yang merah menyala alias merah cabe-cabean, ada merah darah, merah maroon, ada pula yang mendekati warna merah gelap seperti warna wine. Kalau dalam postingan ini saya menggunakan warna FATAL RED The One, kodenya 35173. Saya sengaja mengambil gratisannya warna yang lebih pink muda. Buat jaga-jaga kalau ternyata merahnya terlalu menyala. Bisa dibaurkan dengan lipstik warna pink untuk menurunkan warnanya.

Terkadang perasaan kita, prasangka kita sendiri yang takut menggunakan warna yang kuat seperti merah. Padahal bisa jadi merah jauh lebih cocok untuk kita dibandingkan warna yang lain. Saya sendiri pernah mencoba lipstik yang warnanya nude atau muda, ternyata malah terlihat agak pucat dan tak sesuai warna kulit saya.


Kalau tak berani menggunakan lipstik merah di luar rumah, coba saja di rumah buat foto selfie. Lihat hasilnya di foto. Kalau bagus tinggal menaikkan kepercayaan diri untuk menggunakannya di luar rumah. Terus bagusnya lagi memiliki lipstik merah bisa menjadi blush on dadakan saat kehabisan blush on atau ingin touch up di luar rumah dan hanya membawa lipstik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan