Langsung ke konten utama

Krim Mungil Ajaib yang Selalu Ada di Dapur


Manfaat tendercare memang banyak sekali. Tapi saya selalu siapkan 1 di dapur. Soalnya dapur sudah jadi medan perang saat memasak. Saya paling sering kena minyak panas ataupun terpegang panci. Dari dulu. Itu sebabnya hobi saya bukan memasak. Terlalu menyakitkan kegiatan masak-memasak itu. Untungnya sekarang masak lebih praktis dengan berbagai jenis kompor, kompor gas, kompor listrik. Kebayang harus masak kayak jaman di rumah Uwan pake tempurung kelapa atau kayu. Sempat upgrade pake kompor minyak tanah juga waktu itu. Lumayan hemat waktu dibandingkan pake tempurung.

Pilih saja yang mana suka kalau jaman sekarang.

Setiap kali memasak jarang tidak kena pancitan minyak kalau memasak dengan menggoreng. Sakit gengs. Untung sekarang sudah sedia tendercare terus di dapur. Setiap kena minyak langsung oles. Sekali pake sakitnya mereda dan biasanya besoknya udah nggak terasa apa-apa. Biasanya kalau tak pake tendercare akan memerah dan menggelembung. Terus beberapa hari kemudian mengelupas itupun akan ada air di dalamnya. Untung-untung kalau tak berbekas luka bakarnya dulu. Sekarang sih nggak bakalan khawatir kalau kena minyak atau panci panas. Luka bakar ringan bisa diatasi sendiri di rumah.

Memang tidak ada sensasi dinginnya. Mirip dengan diolesin minyak saja, akan licin kulitnya. Habis itu biarkan saja. Rasa sakit akan hilang. Tak ada bekas juga yang akan ditinggalkan. Itu yang saya suka dari tendercare ini. Walaupun sebagai ibu dengan 2 anak tetap butuh tendercare untuk meraway kulit sensitif mereka. Apalagi kalau kena ruam popok. Paling cepat menghilangkannya ya dengan tendercare ini.


Nah kalau di dapur jangan hanya siap menyediakan bumbu dasar ya. Tapi penting pula ada tendercare.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan