Langsung ke konten utama

Kamera Smartphone dan Adobe Lightroom Presets

 

Jaman sekarang semua bisa menjadi fotografer dadakan. Asal ada HP, klik beberapa kali, foto pun jadi. Kalau pernah hidup di era kamera dengan roll film pastinya terasa sekali enaknya jaman now kan? Dulu berfotonya kapan, jadinya kapan. Habis dijepret juga hasil jepretan masih menjadi misteri ilahi. Entah hasilnya kelihatan atau malah terbakar tak bersisa. Jadilah kenangan yang ingin diabadikan dalam bentuk gambar buyar begitu saja.

Sekarang? Jelek tinggal ulang. Pencahayaan bisa dari matahari dan juga flash HP. Waktu awal keluar tak semua smartphone punya flash ya. Sekarang rata-rata ada lampu flashnya. Setidaknya bisa digunakan jika di tempat yang cahayanya minim.

Lihat tempat yang dilewatin pun pikirannya fokus ke 'backgroundnya bagus' buat foto. Seakan-akan semua lokasi adalah studio foto yang bisa digunakan. Ya mengingat foto di luar ruangan cahayanya lebih bagus dan hasilnya akan lebih tajam. Iya kan?

Hasil foto dari HP juga bisa ditouch-up dengan berbagai aplikasi edit foto. Satu diantaranya Adobe Lightroom. Tak perlu pinter edit juga kalau tahu aplikasi yang bisa menggunakan preset untuk editingnya. Tinggal coba aja presetnya satu persatu. Aplikasinya GRATIS. Install aja di playstore. Terus kita bisa bikin preset atau pengaturan foto sendiri. Terus simpan buat disimpan sebagai filter foto berikutnya. Tak perlu edit manual lagi dari awal.

Kalau belum pernah mengedit manual sendiri ada cara yang lebih mudah download preset yang tersedia baik gratis maupun berbayar. Saya sendiri menggunakan preset GRATIS dan sudah banyak sekali jumlahnya. Tidak terpakai semua juga. Tinggal sesuaikan dengan selera dan kebutuhan fotonya.

Kadang foto biasa jadi terlihat luar biasa setelah diedit dengan preset tertentu di Adobe Lightroom. Dibandingkan mengedit manual lebih cepat kalau editnya menggunakan preset. Biasanya di video tutorial edit foto di Youtube, pemberi tutorialnya juga menyediakan preset yang bisa kita unduh. Cari saja di kotak deskripsinya.

Hanya dengan meretouch foto bisa memberikan hasil dan rasa yang berbeda. Jadi jangan khawatir hasilnya kurang memuaskan saat menjepret menggunakan HP.



In frame Mardhiyah Harahap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan