Langsung ke konten utama

dr. Jang Cul X dr. X, Partner of Justice 2: Dua Peran Akting Penuh Pesona

Kalau yang terbiasa menonton drama Korea, pasti pernah bertemu dengan 'hot killer' alias pemeran pembunuh yang ganteng-ganteng. Ganteng-ganteng psikopat. Nam Goong Min, Kim Jae Wook, Lee Joon, Kim Gun-Woo, you name it. Dari banyak pembunuh tadi yang paling menarik perhatian adalah Noo Min Woo di Partner of Justice 2. Sebenarnya Partner of Justice ini yang season 1 ada pemeran jaksa cewek yang terlihat agak lemah dan girly yang membuat agak malesin nonton dramanya. Pengennya jaksanya itu dingin dan keras. Tapi demi Jung Jae-Young yang memerankan dr. Baek saya tetap menyelesaikan drama season 1-nya. Sukanya sih drama ini tak ada romancenya.

Kdrama crime dan investigation sebaiknya memang jangan ada romancenya. Kalaupun ada jangan dikasih porsi terlalu besar. Karena saat romance mengambil ruang terlalu banyak, bagian investigasi jadi berkurang dan akan muncul konflik menyebalkan ala-ala cinta drama Korea yang kadang suka bikin gregetan karena komplikasinya ngalah-ngalahin kisah cinta kita pribadi dari jaman remaja sampai akhirnya menikah dengan suami. Sampaj pengen bilang 'cinta tak serumit itu cingguya'.

Noo Min Woo ini sebenarnya sudah beberapa kali saya lihat main drama walaupun saya tak menonton semua dramanya 1 persatu. Malahan saya hanya melihat beberapa potongan dramanya di Youtube dan tak ada yang menarik perhatian. Apalagi beberapa tahun lalu dia terlihat terlalu kurus. Jadi kurang macho.

Begitu tahu dia main di kdrama dengan peran pembunuh langsung tergoda buat ngintip. Dua peran dia mainkan dengan keren. Satu tokoh dr. Jang Cul yang lemah, penakut dan baik hati, satu lagi dr. K yang dingin dan kejam. Kalau pembunuh ganteng yang lainnya psikopat dari sononya dan hanya pura-pura baik dibalik tangan dingin saat menghabisi korbannya satu persatu, Noo Min Woo di sini pribadi aslinya memang bukan pembunuh, pribadinya yang kedua yang menjadi pembunuh kejam. Selain gantengnya maksimal, bodynya juga oke banget, nggak kerempeng kayak jaman dulu.

Sukanya kdrama Partner for Justice ini memberikan porsi investigasi melalui autopsi yang rasanya mencerdaskan kita sebagai masyarakat awam. Bagaimana kita mengenal banyak hal dari mayat-mayat yang bisu itu. Bagaimana mayat itu 'berbicara' melalui tubuhnya.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan,” (Qs. Yasin : 65).

Jadi ingat surah Yasin ini setiap kali tubuh mayat itu memberikan kesaksian untuk pembunuhan yang terjadi pada mereka.

Part favorit adalah saat dr. K menggendong anak Seo Yoon, petugas NFS yang jadi korban penculikan, mengantarnya ke kantor NFS. Pengambilan gambarnya pas dan ekspesi Noo Min Woo yang dingin bikin jiwa raga bergetar tak terkendali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan