Langsung ke konten utama

Ciput Rajut: Harga Tak Akan Pernah Bohong


Dari berbagai jenis ciput, dari dulu terfavorit saya memang yang rajut, bahkan sebelum ciput rajut booming. Dulu pertama kali kenal ciput rajut itu beda bahannya dengan yang sekarang. Sekarang bahannya mirip dengan yang dipake buat sweater rajut. Saya tak begitu hapal bahan produk ciput tapi ciput rajut yang kekinian tahulah ya bahannya seperti apa.

Ciput rajut juga ada beberapa level. Level yang harga di bawah 5000, harga 10ribuan, dan yang premium bisa di atas 20ribuan. Harga memang tak pernah bohong. Berikut review jujur produk ciput rajut berdasarkan harganya.

1. Harga 5000 ke bawah



Ciputnya kecil banget ukurannya dan sekali dua kali pake langsung melar di mana-mana. Bahan juga kasar. Tapi untuk kemampuan mempertahankan jilbab tetap oke sih sebenarnya.

2. Harga 10ribuan



Sempat mencoba beli di pasar, ciput rajut tanpa merek. Kalau yang harga 5000 ke bawah tadi beli online yang hanya lihat gambar jadi wajar ya 'ketipu' saat barangnya sampai tak sesuai harapan. Tapi ya sesuai harganya sih 3500 kalau tak salah. Harga 20ribuan ke atas. Nah yang 10ribuan ini coba beli 3 buah waktu itu. Tidak semini yang pertama dan bisa menutupi semua rambut yang dicepol, tidam seperti bandana minimalis. Bahannya juga lumayan. Sayangnya beberapa kali cuci bahannya langsung melar gaes.

3. Harga 20ribuan ke atas



Saya tetap mencari dong ciput rajut yang benar-benar bagus bahannya. Sampai akhirnya ketemu di facebook dagangan teman. Ini temannya Raira. Sudah beberapa kali cuci ciputnya tetap sama dan bahannya halus.

Memang sih kalau beli yang lebih murah akan dapat lebih banyak. Tapi percayalah beli yang mahalan sedikit akan lebih awet dan lebih lama dipakainya. Istilahnya punya 3 pcs yang premium akan lebih baik dibandingkan punya selusin yang murah dan hanya beberap kali digunakan mau tak mau masuk laci atau malh dibuang karena melarnya maksimal atau mengendor taj bisa lagi berfungsi seperti ciput yang seharusnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan