Langsung ke konten utama

Cara Menggunakan Personal Beauty Store untuk Merekrut dan Berjualan Oriflame

1. Saat kita sudah memiliki link Personal Beauty Store, kita bisa mengirimkan linknya ke calon pelanggan atau calon member yang ingin berbelanja. Jadi mereka tidak akan terdaftar jika tidak melakukan pembelajaan. Ini sangat meminimalisir NS atau New Starter yang habis daftar kemudian tidak melakukan order sama sekali.


2. Ketika calon pelanggan atau calon member ingin melakukan pembelanjaan melalui link tersebut dia tidak bisa langsung check out orderannya.


Begitu dia klik produk yang ingin dia beli lalu ke keranjang belanja dan klik lanjutkan, dia akan berada di halaman pendaftaran (jika dia member baru) atau bisa klik MASUK (untuk member yang sudah memiliki nomor konsultan dan password).



Jadi mirip dengan halaman untuk order tetapi ada tambahan 'bagian pendaftaran'. Jadi membayangkan belanja di marketplace di mana kita harus punya akun kalau mau belanja di marketplace tersebut.

Di halaman ini juga sudah ada penjelasan keuntungan bergabung di Oriflame dan menjadi menarik buat calon member. Mereka akan membaca dan berpikir 'oiya ya dapat untung kalau gabung buat belanja'.


3. Setelah mengisi data pendaftaran calon member ini akan mendapatkan KODE VERIFIKASI untuk melanjutkan ke langkah berikutnya. Saat sudah verifikasi data diri, harga produk otomatis berubah menjadi harga member.

4. Jika kode verifikasi sudah sesuai yang muncul berikutnya sama seperti kita order biasanya, pilihan pengiriman dan pembayaran.

5. Bedanya adalah saat calon member ini tidak mengklik BELANJA maka data yang dia isi sebelumnya tidak akan terkirim ke Oriflame dan dia tidak akan terdaftar sebagai member Oriflame. Jadi dia hanya bisa mendaftarkan dirinya sebagai member di jaringan kita jika dia melakukan konfirmasi BELANJA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan