Keluar (30 Hari Bercerita)


DAY 10

KELUAR

Pengawas ujian hari itu matanya semakin melotot. Aku masih bertahan di depannya. Memohon izin untuk diperbolehkan keluar. Ke toilet.

"Jangan bohong."

"Saya nggak bohong, Bu. Saya sakit perut."

"Kamu mau buka contekan kamu kan?"

"Saya serius, Bu. Saya sakit perut. Saya harus ke toilet."

"Semua peserta ujian tidak boleh keluar atau kalau kamu mau keluar kumpulkan lembar jawaban ujian kamu."

"Tapi saya belum selesai, Bu."

"Kalau begitu tidak bisa izin keluar."

"Bu, perut saya sakit."

Aku berusaha meredamnya dengan meremas-remasnya menggunakan kedua tanganku.

"Jangan bohong."

"Saya nggak bohong, Bu."

"Mana buktinya?"

"Bukti apa, Bu?"

"Surat dokter yang menyatakan kamu sakit perut."

"Sakitnya baru tadi pagi, Bu. Saya belum sempat ke dokter."

"Bisa saja kamu bohong kan?"

Aku meringis. Pengawas merasa menang.

"Saya bisa buktikan, Bu."

"Mana buktinya?"

"Barusan keluar buktinya, Bu."

Aku menggeser posisi berdiriku. Lantai basah. Aroma tak asing menyeruak. Ruangan panik. Buktinya tumpah di sana. Di depan mata pengawas itu yang tampak menyesal tak memberikan izin padaku untuk ke toilet.

#30HBC1910 #30HBC #30HariBercerita #30HBC2019

Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes