9 Januari 2019

Jadi, Kapan (30 Hari Bercerita)



Day 9



"Jadi kapan Bang, kita nikah?"


Jika dihitung oleh MURI, kayaknya aku akan jadi perempuan yang memecahkan rekor bertanya pertanyaan yang sama paling banyak di dunia. Lalu kamu akan jadi lelaki yang memecahkan rekor untuk tak menjawabnya. Kamu hanya tersenyum dan tak dapat kupahami maknanya.

"Jadi kapan Bang, kita nikah?"

Tak ada jawaban lagi. Akupun sudah tahu kamu tak akan pernah menjawabnya. Dua tahun kumenunggu dan tak pernah ada jawabannya. Mungkin aku adalah perempuan bodoh yang membiarkan dirinya menunggu jawaban yang tak pernah ada. Aku hanya bisa tersenyum pahit sambil menarik napas panjang menyesali telah membuang waktu sedemikian banyak hanya untuk menunggu kamu melamarku.

"Masuklah, sudah malam."

Arloji di tangan kananku jarumnya sudah menunjukkan lewat pukul 12 malam. Entah sudah berapa lama kita berdua duduk diam dalam remang di dalam mobil yang tak kalah dingin dengan perasaanku saat ini. Untuk apa kita selama ini bersama jika tak ada niat untuk saling menikahi? Bukankah untuk hidup bersama sampai tua kita harus menikah? Ingin kulontarkan ribuan kata tapi kutahu semua hanya sia-sia. Kubuka pintu mobil hitam itu dan turun. Berjalan pelan membuka pagar. Belum sempat kulambaikan tangan, mobil hitam itu sudah bergerak, melaju meninggalkanku.

Sebuah sepeda motor berhenti saat aku menarik pagar untuk menutupnya. Sesosok lelaki berdiri di sana. Membuka helmnya. Seingatku aku pernah melihatnya. Tapi di mana?


"Baru pulang?"

Dia menyapa dengan suaranya yang serak dan berat sambil tersenyum.

"Iya. Kita kenal?"

"Wechat."

Benar, sekarang aku mengingatnya. Lelaki yang sering menyapaku di wechat ternyata.

"Aku tahu kamu sudah punya pacar."

"Iya?"

Aku berusaha memahami arah pembicaraannya.

"Kamu ada rencana menikah dengan pacarmu?"

"Sudah malam, aku harus masuk."

Sedikit takut aku mundur dari pagar. Aku rasa dia gila.

"Kamu belum menjawab pertanyaanku."

"Memangnya kenapa?"

"Kamu mau nikah sama aku?"

"Boleh."

Tak sadar aku menjawabnya begitu saja. Mungkin aku yang gila.


Related Posts

Jadi, Kapan (30 Hari Bercerita)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).