6 Desember 2018

Welcome Ubuntu, Again!


Beberapa bulan ini sebenarnya saya agak kesal dengan laptop yang saya gunakan. Ingin menambah RAM tapi tak ada yang membantu memberikan saran yang tepat. Sudah bertanya dengan beberapa teman namun sepertinya tak ada yang memahami atau memang tak ada yang mau berbaik hati membantu. Hingga saya lebih banyak bekerja menggunakan handphone. Sebab laptop yang saya gunakan kinerjanya lambat sekali. Sampai akhirnya saya pikir saya harus menginstall ulang distronya. Namun saya tak tahu bagaimana caranya agar datanya tak perlu saya pindahkan dulu ke harddisk. Sampai saya terpikir untuk menginstallnya tanpa menyelamatkan datanya sama sekali.
Jadi laptop saya ini isinya adalah windows 10 dan juga Ubuntu Studio. Ubuntu Studio awalnya saya pasang karena saya memang berniat untuk menggunakan laptop untuk mengedit video yang rencananya akan saya unggah ke channel saya sampai akhirnya ternyata saya lebih banyak mengedit menggunakan smartphone. Sebab aplikasi android banyak sekali yang dapat saya gunakan untuk edit video. Walaupun memang ada keterbatasan jika mengedit di handphone, namun jauh lebih praktis. Apalagi RAM smartphone saya lebih besar dibandingkan laptop. Kepikiran mau ganti laptop tapi laptopnya masih bagus tak banyak masalah kecuali ‘lelet’. Saya pikir solusinya memang upgrade kapasitas RAM. Supaya lebih ‘kenceng’. Sayangnya tidak paham caranya.
Sampai kemudian saya membaca caranya menghapus dual OS lewat penghapusan partisi yang sempat saya sesali selama 15 menit pertama setelah melakukannya. Soalnya saya menghapusnya tapi lupa bahwa setelah itu saya harus menginstall OS untuk ‘membenarkan’ semua hal yang ada di dalam laptopnya. Entah bagaimana saya menjelaskannya dalam bahasa yang mudah dimengerti soalnya saya juga tak seberapa paham.
Setelah menghapus partisi yang terjadi adalah laptopnya tak bisa booting. Padahal masih ada Windows 10 di dalamnya. Logika saya tadinya adalah hapus partisi Ubuntu Studio maka Windows 10 bisa jalan sendirian. Ternyata bukan begitu caranya. Saya tetap harus menginstall ulang laptopnya. Masalahnya adalah saya tidak punya CD atau flashdisk yang berisi image iso yang bisa dipakai untuk melakukan penginstallan ulang. Googling sana sini akhirnya bertemulah cara untuk menginstall ulang laptop memanfaatkan android untuk membuat image iso di flashdisk. Bagi saya yang memang pengetahuan soal install-menginstall, dapat menginstall laptop dengan memanfaatkan flashdisk, smartphone, dan kabel OTG adalah sesuatu yang amazing. Tadinya laptopnya tak bisa booting, sekarang sudah normal. Tidak sekenceng harapan saya namun setidaknya tidak selelet atau hang seperti waktu masih menggunakan Ubuntu Studio. Mungkin saya masih harus mempertimbangkan menambah kapasitas RAMnya. Kita pikirkan hal tersebut tahun 2019 nanti. Kalau memang saya sudah ketemu jawaban untuk menambah RAMnya bagaimana, kemungkinan besar akan saya lakukan.
Sementara menggunakan Ubuntu yang oranye itu lagi. Seperti waktu pertama kali saya mengenal linux, balik lagi ke kamu ya Ubuntu. Saya pikir saya tak perlu kembali ke distro lama yang pernah saya gunakan. Namun setelah itu saya kembali berpikir kalau memang Ubuntu yang biasa adalah yang paling aman untuk digunakan, mengingat updatenya lebih sering dan juga pengembangnya lebih banyak. Sehingga kemungkinan errornya kecil. Tidak seperti Ubuntu Studio. Kalau memang ingin fokus mengedit video menggunakan laptop saya pikir Macbook jauh lebih baik. Soalnya kebanyakan youtuber menggunakan macbook saat editing video. Entah mengapa. Saya sendiri belum pernah punya macbook jadi tak seberapa paham dengan aplikasi yang tersedia di Macbook.
Itu dia sedikit curhatan saya mengenai kesoktahuan saya menghapus partisi laptop. Sebaiknya tidak dilakukan oleh tenaga tidak profesional. Tapi untuk praktik install sendiri lumayan membantu ya. Sedikit panik. Tapi kemudian dapat ilmu baru.

Related Posts

Welcome Ubuntu, Again!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).