23 November 2018

5 Hal Seru Hidup di Era Digital


Smartphone dan Android sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat jaman now yang tak dapat dipisahkan. Bahkan banyak orang cukup ke mana-mana membawa smartphone sudah bisa melakukan banyak hal. Bahkan tak perlu powerbank mengingat sudah banyak yang menyediakan penyimpanan daya internal yang jauh lebih besar setiap mengeluarkan produk andalannya. Belum lagi harga kuota yang semakin terjangkau bahkan tanpa batas. Kita, benar-benar dimanjakan dengan keseruan yang bisa kita dapatkan dengan hidup di era digital.


Dunia serasa tanpa batas. Kita bisa mencari apa saja secara digital. Bertemu siapa saja secara digital. Bahkan mencari nafkah secara digital pula. Sudah saya rangkum menjadi 5 Hal Seru Hidup di Era Digital.

1. Kerja dari rumah

Banyak orang sekarang ini yang memanfaatkan kehidupan digital bukan hanya sekadar jadi tempat untuk berinteraksi dengan orang lain tetapi juga memantapkan dirinya untuk bekerja secara digital. Produk digital sekarang benar-benar high demand. Apalagi sumber dayanya bisa kita ciptakan sendiri. Dari apa yang kita punya. Berbeda dengan pertanian, peternakan, atau pekerjaan yang lainnya yang membutuhkan modal yang jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan digital. Dengan harga kuota terjangkau, harga smartphone juga semakin terjangkau dan spesifikasi yang mumpuni dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, siapa saja bisa memilih untuk bekerja dari rumah.

Anak-anak bahkan memiliki cita-cita menjadi blogger, vlogger, influencer, atau buzzer. Bukan hanya jadi pilot, polisi, atau dokter. Di mana pun kita berada, semua punya kesempatan yang sama untuk memiliki pekerjaan secara digital. Asal mau saja. Contoh paling dekat adalah blogger. Memulai pekerjaan sebagai blogger bukan sesuatu yang rumit, asal mau membuat konten. Tak ada alasan untuk mengatakan ‘saya tak bisa membuat blog’ atau ‘saya tak bisa membuat e-email’ serta alasan lain sebagainya. Tinggal ketik di Mbak Google, cari bagaimana cara membuat blog. Sudah ketemu tinggal buat. Hosting? Harga semakin miring. Percaya deh. Banyak sekali yang menyediakan hosting murah yang tak akan membuat dompet menjerit. Kebutuhan kita untuk membuat lapangan pekerjaan digital dari rumah terbuka lebar. Kita yang putuskan apakah kita sudah siap untuk bekerja dari rumah dengan gadget yang kita miliki. Walaupun mungkin yang tak memahami soal dunia digital akan berpikiran kita pengangguran yang kurang kerjaan karena selau ada di rumah sibuk berselancar di dunia maya.

2. Penerbit, Who?


Dulu waktu saya masih belum kenal blog, impian saya adalah semua tulisan fiksi saya akan saya kirimkan ke penerbit. Menunggu kabar beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan yang kemungkinannya tulisan saya ditolak untuk diterbitkan. Saya maklum penerbit akan sangat selektif saat akan memilih karya yang akan mereka cetak. Sebab selain biaya cetak bukan harga yang murah, mereka juga akan mempertimbangkan apakah mereka akan dapat keuntungan dari sana. Mereka butuh keuntungan yang besar untuk menjalankan perusahaannya. Penulis fiksi tanpa nama besar? Kemungkinannya tipis untuk dilirik ya. Mereka butuh tulisan dan nama yang komersil, jaga-jaga modal tidak kembali.

Setelah punya blog saya sadar bahwa saya bisa menuliskan semua karya saya dan menerbitkannya sendiri. Bukankah bagi penulis yang paling penting adalah tulisannya dibaca orang dan juga bisa dia baca ulang. Menuliskannya secara digital adalah hal yang sangat menyenangkan sebab modalnya kecil. Menggunakan smartphone juga sudah bisa ngeblog. Karya pendek atau panjang bisa langsung diterbitkan detik itu juga. Kelemahannya memang karya kita tidak ada yang menyaringnya. Kita yang menulis, kita yang edit, lalu kita juga yang menerbitkan.

Namun perasaan kita bisa menerbitkan tulisan sendiri itu sangat menyenangkan. Apalagi jika ada yang baca dan komentar. It feels good!

3. Cepat Terkenal


Mau terkenal mungkin harus menggunakan pepatah ‘mengencingi sumur zam-zam’ atau harus melakukan hal yang aneh-aneh atau unik. Sekarang serunya hidup di era digital adalah pepatah itu memang berlaku. Cukup 1 video aneh di TikTok atau sosial media lainnya, hitungan jam sudah viral ke mana-mana. Itu serunya. Begitu viral, siap-siap kebanjiran pengiklan bahkan sampai bisa muncul di televisi yang menginginkan rating yang tinggi saat si pelaku viral ini sedang naik daun. Saat kita viral, semua sosial media kita akan banyak yang follow, orang akan mengikuti kegiatan digital kita. Ini adalah sumber penghasilan yang dapat kita jadikan peluang mengubah hidup kita juga.

Walaupun tak sedikit yang cepat terkenal dengan cara yang buruk. Tapi kalau belum hidup di era digital, masih mengandalkan layar televisi, butuh waktu lama untuk terkenal. Belum lagi persaingan untuk menjadi bintang di televisi bukan hal yang mudah. Banyak yang harus dikorbankan. Setelah banyak pengorbanan pun belum tentu kita bisa jadi artis ternama bukan?

Beda jauh dengan jaman now. Siapa saja bisa terkenal. Model macam apa pun bisa terkenal. Syaratnya 1, bisa viral atau bisa diviralkan.

4. Berinteraksi dengan banyak orang


Kita bisa punya banyak teman di era digital ini. Tak perlu takut kehilangan teman. Hilang satu muncul seribu. Tinggal kita saja yang harus menyaring mana yang seharusnya masuk ke dalam kehidupan digital dan nyata kita. Apalagi kalau yang sudah menikah, jangan sampai interaksi dengan banyak orang membuat kita melakukan hal-hal yang melanggar batas norma agama dan negara.

Kita dapat melakukan interaksi tak hanya dengan tulisan, bahkan dengan video, video call, atau live streaming jika ingin ditonton oleh banyak orang. Tentu saja jangan sampai live streamingnya digunakan untuk hal negatif seperti beberapa kasus yang sudah pernah terjadi yang tak ingin saya ceritakan di tulisan ini.

5. Tak ada resep rahasia!


Serunya hidup di era digital, terutama bagi emak-emak kayak saya yang memang kurang banyak waktu menguprek dapur dan bahan-bahan di kulkas adalah tak ada lagi yang namanya ‘resep rahasia’. Semua orang berlomba-lomba membagikan resep masakan terbaik mereka secara digital. Tentunya tetap menguntungkan mereka. Misalnya dengan membuat video ketika mereka membuat bumbu lalu diunggah ke Youtube, ini kalau dimonetize akan mendatangkan dollar. Semakin banyak yang nonton dan share akan semakin banyak penghasilan yang mereka dapatkan.

Untuk apa menyembunyikan resep rahasia kalau kita tidak berencana untuk membuka restoran dengan resep tersebut? Bukankah akan jauh lebih baik memberikannya ke dunia digital, biarkan orang lain menggunakannya dan mengeksplore resep tersebut. Ketika orang dapat manfaat dari resep itu dan mengubah hidupnya, kita telah memberikan sumbangan terbesar bagi mereka dan kita sendiri juga akan menikmati kepuasan saat resep kita membuat perubahan bagi masyarakat digital lainnya. Setidaknya kalau saya yang baca resep rahasia tersebut dan membuat masakan untuk keluarga saya, bukankah si pemilik resep sudah dapat pahala yang tak akan terhenti mengalirnya.

Tak perlu tanah untuk diwakafkan ke banyak orang. Apa yang kita miliki dan kita bagikan di dunia digital akan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir untuk kita. Itu sebabnya teruslah berbagi hal yang positif di dunia digital. Sebab kita tak pernah tahu amal mana yang akan menjadi penolong kita nanti.


Itu dia 5 Hal Seru Hidup di Era Digital versi saya. Versi kamu apa?



tag: domainesia, hosting murah, domain murah, hosting indonesia, domain indonesia, cara membuat log, cara membuat website, lomba blog domainesia

Related Posts

5 Hal Seru Hidup di Era Digital
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).