19 Maret 2018

Hatu-hati Penipuan Saat Belanja Online



Ternyata memang saya sembelit itu saat hamil. Sekarang buang airnya alhamdulillah lancar jaya. Tidak ada masalah yang berarti. Malahan sehari bisa buang air lebih dari satu kali kalau sehari sebelumnya makannya agak kebanyakan. Maklum ibu menyusui mudah sekali kelaparan. Maunya langsing tapi ya begitulah ujung-ujungnya ngemil atau nambah nasi saat makan. Tapi sekarang mulai berpikir untuk mengganti jenis makanan yang dimakan biar berat badan tak naik dengan membabi-buta. Mulai cari juga cara buat menurunkan berat badan. Rasanya terlalu padat berisi bodi ini. Saya rindu bodi saya yang dulu, tak begitu gemuk namun tak juga dikatakan kurus.

Dulu waktu SMA berat badan saya tak pernah mencapai 40kg. Palong 37-38kg. Sekarang? Jangan ditanya lagi. Saat hamil Momoy bahkan sempat hampir 70kg. Kebayang kan bagaimana bedanya sekarang berat badan saya. Saya sih tidak ingin kembali ke berat 38kg. Karena itu terlalu kurus. Paling tidak ingin 50kg saja. Lengan saya begitu besar apalagi pipi. Muka ini isinya kayaknya hanya pipi yang paling banyak. Ini benar-benar menurunkan kepercayaan diri.

Untungnya jaman sekarang sudah mudah mendapatkan berbagai informasi. Terutama informasi kesehatan. Untuk menaikkan dan menurunkan berat badan sudah banyak bertaburan di berbagai media. Saya? Ya cari yang bisa menurunkan berat badan paling tidak 10kg. Soalnya banyak sekali bagian tubuh yang melar. Jadi merasa kurang cantik. Pengennya pipi agak kempes dan tubub ada bentuknya.

Untuk siapa?

Selain untuk suami sebenarnya ingin mengembalikan tubuh ke bentuknya yang dulu karena ingin membahagiakan diri sendiri. Kepuasan pribadi saja. Bukankah kita yang paling mencintai diri kita sendiri?

Ada tuh saya lihat di Youtube resep minuman pelangsing dari teh, jeruk nipis, dan serai. Bahan-bahan yang biasa ada di rumah. Boleh juga dicoba. Kebetulan ketiga bahan itu ada di rumah dan kalau tidak digunakan, terutama jeruk nipis dna serai, kalau nggak membusuk ya mengering. Mendingan segera bikin resep minuman pelangsingnya ya. Terus masukin ke kulkas dan bisa diminum saat dingin kalau haus. Apalagi kalau disimpannya dalam botol-botol cantik, makin semangat minumnya.

Ngomongin soal botol jadi ingin botol minuman yang ngehits dengan label My Bottle. Banyak banget yang jual My Bottle di facebook dan e-commerce. Sampai saya juga ketemu dengan botol polos kemasan buat minuman jus-jus yang biasa dijual di instagram. Itu bukannya sama ya botolnya? Pernah juga lihat penjual sirup jeruk "Aek Limao" di Pontianak juga kemasannya pakai botol serupa My Bottle itu. Apa itu sama aja? Kalau memang itu sama, ya ampun botol polosannya 2000-an aja saya lihat di e-commerce. Tapi botol yang dikasih tulisan My Bottle itu bisa 18.000-25.000.

Rasanya beruntung banget saya bisa belanja online. Soalnya masih banyak ibu rumah tangga yang belanjanya biasa ke teman facebook aja bukan langsung ke e-commerce yang tentunya harganya akan jauh lebih mahal. Belum lagi rentannya ditipu kalau belanjanya langsung ke penjual lewat facebook. Beda dengan belanja di e-commerce ya, uang kita akan dipegang dulu oleh pihak ketiga sampai transaksi selesai dan pembeli menerima barang yang dia order. Walaupun tentu masih ada celah-celah yang dimanfaatkan orang untuk menipu melalui e-commerce. Tapi setidaknya dibandingkan lewat facebook, di e-commerce lebih tinggi keamanannya selama kita mengikuti prosedur saat transaksi.

Bukannya apa, saya kadang ngeliat tu emak-emak kayak saya belanja produk perlengkapan bayi bekas di facebook malah harganya lebih mahal dibandingkan dia beli baru di e-commerce. Ya mbok itu yang jual jangan kemahalan jugalah dari harga barang barunya. Kan kasian, bilangnya bekas, jual rugi, kok masih mahal dibandingkan harga baru?

Kalau belanja lewat e-commerce jangan pernah ngasih kode OTP ke orang lain, siapa pun itu, soalnya rentan akun kita dibuka melalui kode OTP atau buat yang tergiur dengan diskon gede dan diminta klik link sama penjual di e-commerce juga jangan mau. Intinya belanja di e-commerce ya di situ transaksinya jangan sampai keluar dari e-commercenya. Soalnya banyak juga orang mencari korban untuk ditipu melalui e-commerce dengan menawarkan harga murah untuk produk yang sedang laris atau ngetrend. Hati-hati aja.

Cuma mau cerita itu aja sih di sini. Hahahaha…

0 ✿ komentar ✿:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).