Langsung ke konten utama

Catur Dharma dan Kontribusi Sosial Astra di Indonesia












Sejak berdiri tahun 1957 Astra International yang awalnya hanya perusahaan dagang dengan empat karyawan berkembang dan mengendalikan 198 buah anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi memiliki 221.046 karyawan dan meraih net profit hingga angka 14,6 trilyun tahun 2015 dan menempatkannya di posisi ke-3 di Indonesia.

Sebagai perusahaan yang memiliki banyak anak perusahan tersebar di berbagai lokasi di Indonesia, Astra bukan hanya memiliki tanggung jawab dan juga kewajiban ekonomis pada pemegang saham, namun berkeinginan memberikan kontribusi serta tanggung jawab sosial pada para pemangku kepentingan yaitu masyarakat, kelompok, komunitas atau individu yang punya hubungan serta kepentingan dalam bisnis Astra.

Kontribusi Sosial Astra

Kontribusi sosial ini adalah pilar penting strategis bisnis berkelanjutan dalam Strategic Triple-P Roadmap Astra 2020 yang berisikan guidance pertumbuhan portofolio bisnis, sumber daya manusia, serta kontribusi sosial dan lingkungan secara serentak untuk mencapai cita-cita perusahaan ‘Pride of the Nation’.
Cita-cita Astra adalah menjadi perusahaan nasional dikenal mempunyai produk serta jasa yang berkualitas dan juga mampu bersaing di pasar domestik, regional, serta global dan kehadirannya memberikan manfaat kontribusi sosial bagi pemangku kepentingan, khususnya masyarakat.

Kontribusi sosial yang berlangsung dimaksudkan mempertegas kehadiran Astra jadi satu di antaraaset yang berharga yang bisa memberikan inspirasi bagi bangsa dan juga mampu memberikan kontribusi dan juga manfaat bagi masyarakat dan Indonesia didasari visi, misi serta semangat filosofi Catur Dharma yaitu ‘Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa’

Implementasi kontribusi sosial dalam Public Contribution Roadmap Astra meliputi pengelolaan aspek lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja (LK3) dan juga tanggung jawab sosial (CSR).

Program ini dilaksanakan berdasarkan CSRS Corporate Policy Corporate Communication, Social Responsibility & Security (CSRS) dan juga perusahaan Grup Astra didukung 9 (sembilan) Yayasan Astra inisiatif SATU Indonesia (Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia).

Implementasi K3

Implementasi program LK3 dikenal masyarakat Astra Green Company (AGC). AGC dibangun di atas konsep setiap pengambilan keputusan bisnis, manajemen secara sadar meletakkan pertimbangan perlindungan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja (LK3) pemangku kepentingan.

Memperkuat kampanye AGC ini bersama anak perusahaan mengadakan kegiatan Astra Green Lifestyle (AGL) di berbagai kota besar yaitu Jakarta, Palembang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Makassar, serta Mamuju. AGL mempunyai semboyan “Kenali-Lakukan-Ajarkan” untuk mengkampanyekan gaya hidup yang ramah lingkungan dengan beragam kegiatan seperti Jakarta Green Run (JGR), pameran lingkungan serta pengumpulan 40.000 bibit pohon. Astra mendukung kegiatan ini dan mengeluarkan dana sebanyak Rp 1,2 Miliar.

Terkait kesehatan dan keselamatan Kerja (K3), target Astra yakni mencakup efisiensi sumber daya alam, pengurangan limbah, emisi gas rumah kaca, serta penerapan zero workplace incident lewat program behavior based safety.

Implementasi CSR, CSR adalah nilai yang diwarisi dari pendiri Astra mengedepankan kepentingan Bangsa, jadi program CSR dikembangkan sejalan perkembangan zaman. Selain berusaha mengindentifikasi potensi dampak proses bisnis dan juga merancang program menyeimbangkannya, Astra berupaya lebih kreatif serta inovatif menciptakan produk dan juga kontribusi untuk meningkatkan harkat martabat bangsa serta dapat menginspirasi tiap individu.

Implementasi Tanggung Jawab Sosial (CSR) jadi bagian dari Public Contribution Roadmap merupakan komitmen Astra menjadikan terwujudnya Astra Friendly Company (AFC) untuk pemangku kepentingan serta masyarakat luas. Program AFC ini disusun dengan berbagai standar atau panduan nasional dan internasional dengan kriteria yang didasarkan pada sistem manajemen yakni value, mindset, behavior, persepsi masyarakat serta donasi.

Program CSR Astra menjangkau seluruh propinsi Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang dijalankan korporasi serta anak perusahaan dengan prioritas empat pilar utama yaitu Pendidikan, UKM/IGA, Lingkungan dan Kesehatan. Sasaran utamanya masyarakat lingkungan sekitar operasional Astra.

1. Kontribusi Sosial (CSR) Astra Bidang Pendidikan

Pendidikan jadi satu di antara pilar program tanggung jawab sosial Astra. Astra menyadari pendidikan bisa membentuk manusia unggul menjadi kekayaan terbesar bangsa sekaligus menjadi satu langkah utama memajukan serta mensejahterakan masyarakat.


Sampai tahun 2015, group Astra dan juga 9 (sembilan) Yayasan Astra sudah memberikan bantuan kepada 14,987 sekolah yang terpilih di Indonesia melalui bantuan infrastruktur dan pendampingan guna meningkatkan kualitas dan juga mutu akademik, karakter, kecakapan hidup serta seni budaya. Cakupan sekolah binaan Astra ini dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Sekolah Menengah Atas/Kejuruan.

Melengkapi program CSR bidang pendidikan, mulai tahun 1974, Astra telah memberikan bantuan pendidikan beasiswa pada pelajar terpilih Indonesia mulai tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Bukan hanya itu, beasiswa juga diberikan pada tenaga pengajar yang menjalani pendidikan master serta doktoral berbentuk biaya penelitian.

Kontribusi Astra di dunia pendidikan diwujudkan juga dengan mendirikan Rumah Pintar digagas bersama YPA-MDR serta Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Mulai tahun 2014 sampai sekarang ini sudah ada 20 rumah pintar tersebar di 9 propinsi di Indonesia yaitu Lampung, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Barat.

Lewat Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI), Politeknik Manufaktur (Polman) Astra, Astra menyelenggarakan institusi pendidikan profesional di bidang teknologi, khususnya bidang otomotif serta sumber daya alam, demi menghasilkan lulusan siap pakai yang memiliki kualitas terbaik di Indonesia. Polman Astra menyediakan beasiswa 35% dari kapasitas kursi yang disediakan.

Sampai tahun 2014, kontribusi Astra untuk dunia pendidikan mencapai Rp4 milyar untuk Rumah Pintar, Rp49 milyar untuk pendidikan Pra-Sejahtera di Lampung, Gunung Kidul, Bantul, Leuwiliang-Bogor, Pacitan, serta Kalimantan Timur, Rp40 milyar untuk pemberian beasiswa serta fasilitas pendidikan dan juga Rp5,5 milyar dalam pengembangan Politeknik Manufactur Astra.

2. Kontribusi Sosial (CSR) Astra Bidang Umkm/Income Generating Activity (IGA)

Income generating Action (IGA) merupakan program CSR Astra bertujuan mendorong penciptaan lapangan kerja serta kemandirian masyarakat. Program ini sesuai dengan hasil pemetaan sosial dan juga penggalian potensi wilayah yang bisa diubah bernilai ekonomis untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam implementasinya, IGA digerakkan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan juga Astra Mitra Ventura yang aktif melakukan program pemberdayaan UMKM terintegrasi didukung perusahaan Grup Astra dan mitranya.

Selain dikembangkan korporat Astra, instalasi anak perusahaan Grup Astra juga ikut menjalankan program IGA sebagai bentuk upaya menumbuhkan usaha produktif untuk masyarakat sekitar Perusahaan. Beberapa IGA binaan Astra yaitu IGA bank sampah, IGA katering makanan, IGA kerajinan tangan, IGA konveksi, IGA kain majun, IGA penyewaan lapangan futsal dan IGA lele.

3. Kontribusi Sosial (csr) Astra Bidang Kesehatan

Astra begitu peduli pada peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia di daerah. Astra serta anak usahanya menyadari kesehatan adalah bagian penting kesejahteraan masyarakat mengingat dengan meningkatkankan upaya kesehatan produktivitas kerja juga meningkat, kesehatan masyarakat terlindungi dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat dan bangsa Indonesia bisa bangkit.

Wujud CSR bidang kesehatan diwujudkan berbentuk bantuan peningkatan kesehatan yang fokus di kesehatan ibu dan anak dan juga akses kesehatan bagi masyarakat pra-sejahtera.

4. KONTRIBUSI SOSIAL (CSR) ASTRA BIDANG LINGKUNGAN
Astra meyakini pertumbuhan bisnis tak akan berjalan baik tanpa dukungan lingkungan serta alam di sekitarnya. Pelestarian lingkungan dilakukan demi melindungi kemampuan lingkungan hidup pada tekanan perubahan serta dampak negatif serta menjaga kestabilan lingkungan yang fungsinya sebagai tempat hidup.

Fokus program Astra berupa Konservasi, Sanitasi Lingkungan dan Kampanye Gaya Hidup Ramah Lingkungan.

Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia adalah wujud kepedulian Astra pada pemuda Indonesia yang berbakat dan punya semangat berkarya yang bermanfaat bagi masyarakat luas pada bidang Pendidikan, Lingkungan, Wirausaha, Kesehatan dan Teknologi.

Program Satu Indonesia pertama kali diadakan tahun 2010. Sampai sekarang Satu Indonesia Awards sudah memberikan penghargaan pada 32 pemuda-pemudi di seluruh Indonesia. Antusiasme pendaftar makin tinggi tiap tahunnya, ini menunjukkan pemuda-pemudi Indonesia semakin kreatif berkarya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma