Langsung ke konten utama

Menyapih Raza


Bulan depan usia Raza sudah dua tahun. Sebenarnya saya bukanlah penganut paham segera sapih saat anak berumur dua tahun. Saya bahkan tidak merasa terganggu kalau dia akan terus menyusu sampai usia 3 tahun. Kemudian sampai akhirnya saya merasakan payudara saya nyeri beberapa hari terakhir ini karena saya positif hamil. Akhirnya saya harus segera belajar untuk menyapih Raza ketika dia genap dua tahun nanti.

Kalau saja menyusukan selama hamil tidak membuat payudara saya sakit, saya rasa saya akan terus menyusukan dia sampai dia benar-benar lepas dari kegiatan ‘nyennyen’ setiap malam. Entah bagaimana nantinya saya bisa melepaskan Raza dari menyusu. Dia baru dua tahun bulan depan dan harus segera mengalah dari adiknya yang masih dalam kandungan.

Ada rasa kasihan sih sebenarnya menghentikan susuan Raza. Saya ingin dia berhenti menyusu karena dia yang mau bukan saya yang membuatnya berhenti. Apalagi sampai menggunakan banyak kecurangan untuk membuat dia menjauhi payudara saya. Namun anak yang usianya sudah lebih dari dua tahun juga tidak membutuhkan ASI lagi seharusnya. Dia sudah makan banyak jenis makanan dan minum berbagai jenis cairan. Berhenti menyusu semestinya tidak akan mengganggu tumbuh kembangnya.

Punya ide untuk menghentikan anak menyusu setelah dia berusia dua tahun? Atau sudah pernah menggunakan cara yang menyenangkan untuk dia berhenti?


Beberapa hari terakhir ini yang saya laakukan hanya memperkenalkan ‘adiknya’ yang masih dalam perut dan mengatakan bahwa ‘nyennyen’ ini milik adiknya karena dia sudah besar. Dia masih pasang wajah cuek dan tetap menyusu sampai kenyang dan tertidur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan