Langsung ke konten utama

Kabar Terbaru Hari Ini Sindonews



Kabar terbaru hari ini Sindonews - Media online sekarang ini menjadi banyak kiblat pembaca yang membutuhkan informasi lebih cepat dan bisa diakses dari mana saja tanpa perlu harus berada di rumah dan terpaku pada jadwal pembacaan berita. Tak banyak lagi orang yang butuh koran atau berita dari televisi kecuali orang yang berada di tempat yang terisolasi dari sinyal internet atau lebih suka mendapatkan berita secara konvensional. Ada juga orang yang merasa lebih percaya dengan berita yang ditayangkan di televisi daripada berita yang tersebar di dunia maya. Walaupun bagi saya sendiri di televisi pun kita tak bisa memberikan kepercayaan penuh sebab banyak juga media yang sudah diberikan arah mata angin dan akan mengacu pada arah tersebut saat menyampaikan berita.

Media menjadi alat untuk memenuhi kepentingan seseorang atau kelompok terutama yang berbau politik. Sehingga media mengeluarkan berita hanya untuk menjatuhkan atau menaikkan kelompok tertentu. Saya sendiri lebih suka membaca berita secara online dari situs berita yang terpercaya dan memiliki kredibilitas yang tinggi sebagai media yang independent atau seenggaknya membaca berita yang sama dari beberapa situs untuk mendapatkan perbandingan. Kecepatan media berbagai informasi akan menjadi nilai lebih kalau sudah berkaitan dengan berita yang lagi hangat-hangatnya. Sedetik lebih cepat menjadi kesempatan emas dengan persaingan situs penyedia berita online.

Bukan hal yang baru ketika kita menemukan berita yang diketik dengan banyak sekali kekeliruan penulisan atau typo. Karena media dikejar deadline online yang jauh lebih gila dari media cetak. Kalau media cetak terbit harian deadlinenya ya 24 jam tapi online itu deadlinenya lebih pada kata ‘sekarang atau secepat mungkin’. Berita di televisi saja kadang masih ada yang mudah sekali melakukan kekeliruan pengetikan. Di televisi jauh lebih fatal ya dibandingkan online yang masih bisa diedit, kalau di televisi begitu tayang, selesai sudah saat orang membaca kesalahan tersebut dan mengabadikannya dengan kamera atau merekam berita yang terjadi kesalahan pengetikan informasi atau caption berita tertentu. Siap-siap menjadi olok-olok penonton dan akan tersebar cepat di media sosial. Ada beberapa stasiun televisi yang sering melakukan kesalahan kecil namun fatal ini dan sempat menjadi perbincangan banyak orang. Entah apa alasannya mereka melakukan kesalahan seperti itu. Entah demi rating atau murni kesalahan dari orang yang mengetik caption tersebut. Hanya Tuhan dan mereka yang tahu.

Bersyukurlah Anda yang hidup di zaman sekarang ya. Sebab dengan banyaknya situs yang menyediakan berita kita tidak lagi kesulitan mendapatkan informasi. Walaupun kita tetap harus memilah dengan baik situs yang bisa dijadikan sumber berita dan banyak pula yang tak lebih dari situs pengejar trafik dan tak peduli dengan isi berita mereka benar atau tidak yang penting pundi-pundi uang mereka terisi. Belum lagi banyak situs yang suka memotong satu berita menjadi beberapa bagian untuk mendapatkan penghasilan atau ada juga situs yang membuat banyak berita dari bahan berita yang sama. Semuanya dikupas hingga menjadi bagian kecil supaya orang terus berada di situs mereka dan mereka bisa dapat banyak uang.


Soal kabar terbaru hari ini Sindonews yang akan saya baca lebih dulu dibandingkan situs penyedia berita lainnya. Coba baca sendiri untuk tahu perbedaannya dengan penyedia situs berita lainnya ya. Karena setiap orang punya cara penilaiannya masing-masing dan Anda akan tahu mengapa saya memilih Sindonews.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan