Langsung ke konten utama

Bali Kuta


Bagaimana kalau kita pindah ke Bali? Saya baru kepikiran hal ini beberapa hari yang lalu. Dari banyak tempat yang ada di Indonesia memang saya merasa nyaman sekali berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Namun kemudian saat mengingat banyak hal yang ada di Bali saya jadi mulai berpikir bagaimana kalau saya pindah ke Bali saja? Banyak hal yang bisa saya lakukan di sana. Paling penting lagi banyak event yang bisa saya temukan di sana. Seperti Ubud Writers Festival dan seminar-seminar bisnis yang banyak teman-teman saya ikuti.

Hal lainnya sih karena saya ingin ‘liburan’ setiap hari. Bukannya memang akan terasa kayak liburan ya kalau tinggal di Bali. Ah nggak kebayang kalau bakalan akan tinggal di sana. Saya membayangkan punya tanah di sana lalu membangun rumah mini yang selama ini saya inginkan. Kemudian punya kolam ikan yang isinya ikan air tawar kesukaan saya. Lalu di halaman banyak tanaman sayuran dan buah-buahan. Surga kecil milik keluarga kami.
Pindah ke Bali? Iya sudah saya niatkan mau pindah ke sana. Tinggal menyiapkan penghasilan dan cari tanah di sana nantinya buat membangun rumah impian saya. Tidak perlu ebsar dan mewah. Cukup rumah sederhana yang isinya menghangatkan keluarga kami. Terus saya juga tidak ingin punya banyak barang di dalamnya. Cukup hal-hal yang kami butuhkan. Kemudian saya juga ingin menjepret banyak hal di sana.

Saya memabyangkan bisa menulis sambil menikmati suasana pantai setiap hari. Menulis novel ditemani deburan ombak. Bakalan romantis banget kayaknya novel yang saya tuliskan di sana. Walaupun agak sedikit khawatir dengan kemungkinan bakal mendengar bunyi gong dan alat musik yang menakutkan bagi saya. Keinginan untuk tinggal di Bali jauh lebih besar sih dibandingkan rasa takut tersebut. Apalagi dokter bilang saya harus menghadapinya pelan-pelan dan menghilangkan rasa takut tersebut. Jangan dipikirkan dululah hal yang itu.

 Waktu saya pertama kali datang ke Bali yang saya cari adalah pantainya. Pantai yang saya datangi ya tentu saja Kuta. Karena yang saya kenal hanya pantai yang itu. Nggak begitu jelas sih karena saya datangnya malam dan sudah sepi. Bali Kuta. Siapa yang tidak tahu lokasi yang satu itu. Kapan-kapan saya akan datang lagi ke sana bersama keluarga. Mudah-mudahan segera bisa pindah ke sana dan bekerja bersama alam. Akan sangat menyenangkan jika impian itu bisa diwujudkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…