Langsung ke konten utama

Perbedaan Model Jas Wanita dan Blazer Wanita



Dunia fashion memang selalu saja dipenuhi dengan beragam model baju serta celana pilihan dari para perancang mode kelas dunia. Salah satu hal yang harus kita ketahui ialah perbedaan antara model jas wanita dengan blazer. Bagi Anda yang tidak pernah bergelut di dunia busana, pasti akan sedikit kebingungan untuk membedakan kedua jenis pakaian ini. jika kita mengetahui seperti apa pengertian serta penggunaan blazer dan jas, akan begitu mudah untuk mengetahui apa saja perbedaannya dengan jelas.
 
Pertama untuk jas. Jas merupakan sebuah pakaian resmi dengan model yang berasal dari Eropa. Jas memiliki lengan panjang dan sering digunakan untuk luaran kemeja. Setelah jas pada umumnya terdiri dari celana panjang dan jas yang dibuat dari warna kain dan bahan yang sama. bila dilihat dari jumlah kancing yang ada dibagian depan, jas bisa digolongkan menjadi kancing sebaris dan 2 baris. Di dalam bahasa Inggris, sebenarnya istilah dari jaket juga mengacu ke jas. Terdapat berbagai macam model dari jas seperti jas umum yang berasal dari Inggris. Jas ini dipergunakan untuk kegiatan yang berada di alam bebas.
 
Model jas wanita , desain dari jas hingga jenis kain sekarang ini mulai menunjukkan fungsi sosial serta kegunaan jas tersebut. sejak jaman dahulu hingga sekarang ini jas seringnya digunakan saat kita mengenakan kemeja yang berkerah dan dipadukan dengan dasi. Saat ingin membuat jas, biasanya orang akan pergi ke tukang jahit kemudian melakukan pengukuran, menentukan model seperti apa yang akan digunakan hingga melakukan pemilihan bahan. Namun, karena adanya era perkembangan industri, sekarang ini jas di produksi secara masal dengan berbagai macam model dan ukuran kemudian dijual menjadi pakaian jadi.
 
Setelah membahas jas, kita menuju ke blazer. Blazer sebenarnya merupakan jenis jas santai yang dipergunakan wanita. Meskipun blazer merupakan jas santai, namun saat menggunakannya kita bisa terlihat jauh lebih rapi. Bahan membuat blazer ini lebih tahan lama karena ia sering digunakan saat berada di luar ruangan. Di prakteknya, blazer sering digunakan sebagai pakaian seragam seperti untuk sekolah, olahraga. Pada bagian saku depannya sering diberi lambang sekolah atau pun organisasi tertentu. Di dalam bahasa Indonesia, blazer ini memang mengacu pada jas para wanita yang digunakan di luar blues.
 
Sekarang ini blazer mulai sering diminati oleh kalangan muda. Mungkin hal ini dikarenakan oleh kejenuhan pada penampilan yang terlalu resmi sehingga kita sendiri sering mengenakan blazer saat kuliah atau saat menghadiri acara-acara tertentu. Dengan bawahan seperti celana jeans dan rok yang senada, kita akan terlihat sangat menarik.
 
Sesudah mendengar berbagai macam hal-hal yang berada di atas, apakah Anda sudah dapat menyimpulkan apa perbedaan antara model jas wanita dengan blazer? Perbedaan dari jas dan blazer ini ialah untuk jas, ia akan digunakan bersama dengan setelan yang ia miliki yakni dasi dan kemeja dan digunakan untuk acara yang resmi dan formal sedangkan untuk blazer, ia sering digunakan oleh kawula muda sebagai alternatif pakaian dengan gaya yang santai. Blazer ini juga tidak seperti jas yang harus menggunakan setelan saat akan digunakan. Blazer sering dipergunakan tanpa dasi atau kemeja. Dengan ini, blazer akan bisa digunakan sesuai dengan keinginan kita sebagai pemakai, bahkan blazer ini juga tetap pantas digunakan walaupun hanya menggunakan kaos dan celana yang pendek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan