Langsung ke konten utama

Dapatkan Uang dari Blog, Mengapa Tidak?

Beberapa waktu lalu saya terima email. Email iklan yang judulnya soal mendapatkan uang dari blog. Terus saya jadi kepikiran jika saya dapat email tersebut 5 tahun sebelumnya. Tahun 2011 saat saya masih baru membangun blog ini. Begitu cepat waktu berlalu. Lima tahun lewat kayak gitu aja dan rasanya belum banyak pencapaian yang saya lakukan selain sudah menikah dan punya anak. Itu termasuk pencapaian bukan sih?

Seandainya tahun 2011 saya dapat email pemberitahuan seperti itu kayaknya saya bakalan menggebu-gebu menuliskannya di blog ini. Tentang bagaimana caranya mendapatkan uang dari blog. Beberapa tahun yang lalu pernah saya bahas kok di blog ini. Cara mendapatkan uang dari blog, sudah banyak yang tahu sebenarnya. Tidak perlu panjang lebar saya menjelaskan orang bisa dengan mudah menemukannya melalui mesin pencari.

Dapatkan uang dari blog memang bisa kok, banyak sekali caranya dan blog saya ini adalah satu di antara sumber penghasilan utama saya. Selain itu juga menunjang untuk menjadi penghasil uang di luar blog saya sendiri. Jadi bagaimana cara mendapatkan uang dari blog? Kita semua punya jalan dan cara yang unik untuk mendapatkannya. Saya yakin teman-teman sudah menghasilkan uang dari blog.

Sebenarnya untuk dapatkan uang nggak hanya dari blog sih. Banyak cara untuk menghasilkan uang. Tinggal pandai-pandai kita menemukan celahnya saja. Setiap dari kita punya keahlian masing-masing dan tak bisa diberikan formula yang sama tentang cara menghasilkan uang dari blog. Kalaupun tidak menghasilkan uang dari blog bukan berarti kita harus berhenti ngeblog bukan? Kita sudah berada pada era generasi digital. Kita punya andil untuk berbagi informasi secara digital pula demi kebaikan bersama. Jangan sampai konten yang banyak malah yang negatif. Setidaknya ngebloglah untuk meninggalkan kenangan bagi orang tercinta di sekitar kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan