Langsung ke konten utama

Cerita Tentang Bawang (1)




Tulisan ini sepertinya akan panjang. Masa lalu yang sudah lewat memang akan memakan banyak halaman untuk dituliskan. Itu sebabnya butuh beberapa episode untuk menyelesaikannya. Banyak hal yang terjadi puluhan tahun sebelumnya. Setidaknya sudah lebih dari dua puluh tahun. Diri saya yang usianya belum genap 10 tahun punya banyak kenangan terutama kenangan saat akan terjadi pernikahan di kampung.

Pakattan.

Apakah ada yang masih melakukan ini? Di kampung saya masih banyak yang melakukan pakattan alias patungan untuk acara pernikahan seseorang. Biasanya masyarakat yang datang akan membawa ayam dan beras atau gula bahkan keduanya. Semuanya untuk diberikan pada pemilik acara. Sehingga apa yang diberikan oleh tamu undangan dapat dijadikan tambahan lauk saat kenduri diadakan. _Pakattan_ sangat membantu orang yang punya perhelatan karena bisa menghemat anggaran untuk acara pernikahan.

Memang di kampung banyak yang dilakukan secara gotong-royong. Selain memberikan hantaran untuk pakattan, masyarakat juga akan bahu-membahu untuk saling membantu menyelesaikan pekerjaan. Tak perlu repot mencari orang yang harus dibayar hanya untuk sekadar mencuci piring atau memasak nasi. Semuanya akan ambil bagian untuk kesuksesan acara.

Tak mau membantu di acara pernikahan orang?

Hati-hati, jangan sampai ketahuan dan jadi bahan pergunjingan orang sebab orang yang tak mau membantu di acara pernikahan orang harus siap-siap buat menerima kenyataan bahwa pernikahannya nanti tak akan ada yang mau ikut membantu. Bahaya nggak tu? Akan dibayar lunas karmanya. Sebaiknya ya memang membantu orang lain sebisa mungkin supaya tidak terjadi pergunjingan tak mengenakkan seperti itu.

Jangankan yang tak membantu, yang bawaan pakattannya kurang saja bisa jadi bahan obrolan panjang lho di balik acara tersebut. Bahayanya nanti pembalasan orang yang menerima pakattan seadanya membalas dengan bawaan pakattan seadanya juga di mada depan.

Ini cerita tentang bawang, tapi pembukaannya tentang pakattan. Masih panjang ceritanya. Nanti saua tulis kembali ya!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan