Langsung ke konten utama

Sibling Rivalry (3)

Disiksa saudara sendiri memang akan sangat meninggalkan trauma yang mendalam. Tapi bagaimana pun juga, dia masih kakak saya, saudara saya. Kadang saya rindu ingin bertemu dengannya. Setiap saya menelepon Umak saya, saya selalu bertanya tentang kabar saudara sulung saya. Walaupun saya tahu kami tak mungkin bertemu lagi jika harapan saya adalah bertemu baik-baik. Dia akan selalu membenci saya. Sekeras apa pun saya mencoba untuk baik dengannya atau menyenangkan hatinya. Dia masih menyimpan penyakit itu di dalam dirinya.


Sibling Rivalry.


Tidak hanya memutarbalikkan dunianya tapi juga dunia saya dan adik-adik saya. Kami harus hidup dengan cara yang sekarang karena dia menderita Sibling Rivalry yang tidak dirawat sama sekali. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Sayangnya penyakit yang dia bawa ini tidak ingin dia usir. Dia  biarkan tumbuh berkembang di dalam hatinya.

Diri saya yang sekarang seperti ini karena dia ada di dalam hidup saya. Apa yang dia lalukan membuat saya menjadi diri saya yang ini. Saya tidak menyesali punya kakak seperti dia, yang saya sesalkan adalah tak ada yang bisa saya lakukan selain menjauh darinya. Demi keselamatan bersama.

Beberapa waktu lalu saya masih bermimpi tentangnya setiap malam.Hingga kemudian saya memutuskan untuk menuliskan masalah Sibling Rivalry ini di blog ini. Harapan saya tulisan ini tidak hanya 'menyembuhkan' trauma mendalam saya tetapi juga bis menjadi pencerahan bagi banyak orang tua yang punya anak dengan kondisi yang sama.

Setelah menulis dua artikel Sibling Rivalry ternyata mimpi buruk tentangnya tak pernah lagi ada. Tinggal sisa trauma yang tersimpan di dalam dada. Saya berharap bisa menghilangkannya segera. Karena semuanya terlalu menyiksa. Apalagi ketika ada yang tak percaya dan rolling their eyes when I told them. Yah buat yang keluarganya cukup normal pastinya cerita tentang penyakit kakak saya ini hanyalah dongeng belaka. Tak mengapa, lebih baik seperti itu karena jika di keluarga lain ada yang seperti kakak saya artinya akan ada lebih banyak adik yang menderita seperti saya.

Biarlah luka di paha kanan saya menjadi saksi bisu dia pernah melukai saya sampai berdarah. Selain dari tamparan, jambakan, tendangan yang pernah saya terima. Dulu saya tak merasa yang dia lakukan itu salah. Sekarang? Saya rasa saya ingin melaporkannya ke polisi, sayangnya semua luka fisik itu sudah sembuh. Tinggal luka di dalam jiwa yang masih terus menganga dan membuat saya menjadi seorang yang sekarang menuliskan ini.
If you know what I mean.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan