Langsung ke konten utama

Jajan Jajanan Pontianak: Jus Jagung

Itu judul nggak kebanyakan huruf J apa ya?

Abaikan!

Jadi begini ceritanya. Saya baru sadar pedagang gerobakan yang nongkrong di samping kampus Widya Dharma punya menu istimewa yang nggak semua tempat punya. Semua gerobakan lain maksudnya. Sudah sering sih saya minum jus jagung di situ atau saya sebut susu jagung saja? Tapi saya baru sadar kalau minuman itu cukup langka di Pontianak. Bahkan rasanya gerobakan yang lain, setahu saya nggak jual susu jagung ini deh.

Jarang-jarang kan jagung dibikin susu kayak susu kedelai gitu? Ternyata enak banget lho dijadikan minuman. Setiap saya mampir ke situ pasti saya minum jus jagung alias susu jagungnya. Kalau nggak salah harganya 4.000/gelas. Terjangkau kok. Wajar sih dagangannya laris manis. Apalagi di sini menyediakan banyak sekali kue.

Bermacam jenis kue dari yang asin sampai yang manis. Dari yang digoreng sampai yang dikukus ada semua. Meja penuh sekali dengan kue-kue lokal kayak cai kue dan bola-bola keladi. Itu dua jenis di antaranya ya! Masih banyak lagi kue yang lain di situ.

Terus meskipun gerobakan pelayanannya baik kok. Bukan berarti harga murah, gerobakan, pelayannya jelek ya. Kita bakal dilayani dengan baik dan cepat. Selain jus jagung ada beberapa minuman istimewa yang lain kok. Gerobakan lain bisa jadi jual juga ni. Susu kedelai sama sari kacang hijau.

Ngomong-ngomong soal susu kedelai saya biasanya beli bawa pulang tanpa es. Biar ASI deras. Saya sudah minum booster ASI yang soya dan ternyata saya nggak suka. Makanya minum soya gerobakan biar tetap bisa ngeboost ASI. Nanti deh saya cerita apa aja yang saya konsumsi sebagai booster ASI. Siapa tahu ada yang masih bingung mau makan dan minum apa selama menyusui.

Nah, gimana? Tertarik buat coba susu jagungnya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan