Langsung ke konten utama

Hotel di Yogyakarta

Sudah lama sekali rasanya terakhir kali saya ke Jogja. Tapi saya mau cerita pengalaman saya melakukan perjalanan ke Yogyakarta sekitar 7 tahun yang lalu. Sendirian di Jogja. Hotel di Yogyakarta murah-murah banget kalo memang teman-teman terbiasa dengan hotel yang ada di Pontianak. Bahkan saya bisa mendapatkan hotel sederhana dengan harga di bawah 100ribu dulu. Bahkan 80ribu masih tergolong mahal waktu itu.

Saya masih ingat betul saya naik kereta api dari ke Yogyakarta. Untuk tahu hotel yang paling oke yang bisa saya tempati waktu itu mutahil karena saya belum mengenal website seperti Mister Aladin yang bakalan ngasih info lengkap hotel di Yogyakarta. Namun waktu saya datang ke sana untuk pertama kalinya, saya bisa melihat banyak sekali hotel di Yogyakarta yang membuka pintunya lebar-lebar buat orang yang baru pertama kali datang ke sana.

Bahkan saya pernah tuh salah masuk hotel di Yogyakarta. Bukan salah gimana sih sebenarnya. Hotel tersebut terletak di pasar kembang dan saya sudah terlalu lelah selama perjalanan naik kereta. Saya hanya ingin tidur dan mengistirahatkan tubuh saya yang rasanya mau hancur karena berada di kereta api sekitar 7 jam. Lelah sekali. Apalagi saya tiba di Yogyakarta sekitar pukul 12 malam. Barang bawaan lumayan banyak. Hotel terdekat ya yang berada di Pasar Kembang yang beberapa hari kemudian saya ketahui sebagai hotel esek-esek.

Saya hanya menginap satu malam di hotel tersebut dan langsung pergi ke Magelang keesokan harinya karena saya ingin melihat Candi Borobudur. Selama ini hanya lihat candi tersebut dari buku pelajaran. Hanya baca buku sejarah dan lihat di televisi. Tak terbayangkan akhirnya saya sampai di sana. Dengan banyak sekali bantuan orang baik yang memberikan informasi mengenai harga hotel dan tempat wisata yang bisa dikunjungi.

Bahkan saya ingat betul dengan bapak yang mengantar saya ke hotel harga 50ribu satu malam dengan kamar yang luas dan lingkungan yang nyaman. Bahkan bonusnya saya punya abang becak yang mengantar saya ke mana aja selama di Yogyakarta sana. Ah seandainya bisa ke sana lagi saya ingin mampir ke hotel tersebut yang berada di Jalan Jlagranlor (semoga ini benar nama jalannya soalnya saya hanya ingat sedikit dengan nama jalannya). Ketemu lagi dengan abang becak yang sudah baik sekali mengantar saya keliling Jogja bahkan menikmati makan siang sama-sama.

Buat yang mau ke Yogyakarta, semoga mendapatkan hotel di Yogyakarta dengan harga yang terbaik dan fasilitas yang oke.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan