Langsung ke konten utama

Ayam Penyet Enak di Pontianak


Makanan memang soal selera. Begitu juga dengan rasa Ayam Penyet yang ada di Pontianak. Sampai sekarang, setelah bertahun-tahun pun saya masih suka sekali dengan ayam penyet Bu Nina. Terletak di Jalan Ahmad Yani dekat Jalan Parit H. Husin 1. Sekarang sudah punya cabang di Jalan Perdana. Ayam Penyet Bu Nina ini adalah ayam penyet pertama yang saya beli. Awalnya ayam penyet belum begitu booming seperti sekarang ya.

Kita dapat menemukan sajian ayam penyet di berbagai rumah makan. Bahkan di dekat rumah saya juga ada yang jual ayam penyet. Namun belum mampu melengserkan cita rasa Ayam Penyet Bu Nina yang sambalnya khas sekali. Harum jeruknya itu yang bikin lidah menggelora. Apalagi kalau suka pedas. Wiiiih... Ayamnya juga dipanggang dengan sempurna. Aroma yam panggangnya itu juga menggoda. Dengan harga yang cukup bersaing, Ayam Penyet Bu Nina bertahan di Pontianak bahkan sudah melebarkan sayap ke kawasan yang elit ya di Jalan Perdana.

Warung Ayam Penyet Bu Nina hari libur tutup ya, terutama hari Minggu. Terus bukanya juga nggak sampai malam. Jadi jangan harap bisa makan malam di sini. Bulan puasa juga tutup kalau sudah selesai melayani tamu yang buka puasa. Di luar bulan puasa seingat saya hanya sampai sore atau sampai ayamnya habis, tutuplah mereka. Nggak ada cerita tu karyawannya lembur karena pelanggan nggak habis-habis. Punya jadwal buka dan tutup yang sudah mereka taati.

Pilihan kedua saya ketika Ayam Penyet Bu Nina tidak buka atau sudah tutup tentu saja Ayam Penyet Pak Bowo. Cita rasanya juga tak jauh berbeda sama Ayam Penyet Bu Nina walaupun tetap saja saya akan lebih memilih Ayam Penyet Bu Nina ya, sambalnya itu yang memang bikin beda dan nggak terlupakan. Adik saya saja waktu datang ke Pontianak mintanya Ayam Penyet Bu Nina untuk makan buka puasa.
Di Pontianak ya, selain Ayam Penyet, yang banyak dijual orang akhir-akhir ini adalah Ayam Geprek. Saya tak begitu suka sih sebab ayamnya jadi kurang berbentuk dan sambalnya juga beda dari yang saya suka. Semuanya kembali lagi masalah selera. Saya nggak pinter masak hanya pinter makan, jadi saya banyak sekali makan makanan yang dijual di rumah makan. Itu sebabnya saya sering makan di rumah makan yang sama apabila rasa makanannya sesuai dengan lidah saya.

Oh iya hampir saja saya lupa, Ayam Penyet Bu Nina ini juga melayani pesan antar lho. Buat orang yang malas keluar kantor buat makan siang bisa langsung telpon dan minta antar saja. Saya tidak menyarankan datang ke Ayam Penyet Bu Nina saat mendekati jam makan siang ya. Bakalan antri lama soalnya. Mendingan awal-awal telpon dan minta antar pas jam makan siang. Lebih praktis dan nggak bikin emosi jiwa ya. Maklum orang lapar kadang tingkat kesabarannya tipis.

Bulan puasa begini Ayam Penyet Bu Nina juga rame menjelang jam 4 sore. Antrian bakalan panjang. Mendingan beli awal-awal kalau memang berniat berbuka puasa dengan ayam penyet.

Punya rekomendasi tempat makan enak? Share ke sini ya!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan