Langsung ke konten utama

Akhirnya Saya Mengerti Maksudnya




Jadi-jadilah kuliah.

A photo posted by Raza Damilio (@razadamilio) on
Itu pesan suami saya beberapa waktu lalu. Iya saya akhirnya mengerti maksud kalimat itu. Kuliah memang melelahkan dan menguras banyak waktu dan tenaga. Belum lagi saya jadi kehilangan kebersamaan bersama anak saya yang harusnya mendapatkan porsi lebih banyak dibandingkan kegiatan lainnya. Ada hal-hal yang dikorbankan semenjak saya kuliah. Hal-hal yang seharusnya tidak menjadi korban.

Iya saya akan menyelesaikan kuliah saya ini yang tinggal setahun lagi paling lama. Lalu fokus pada keluarga dan karier saya di oriflame. Meskipun jadwal padat saya sedemikian merayapnya saya masih bisa mencapai banyak hal yang selama ini rasanya tidak mungkin. Saya sekarang sudah berada di level Manager 15% di Oriflame. Level yang dulunya jauh sekali. Mengejar mimpi-mimpi yang tak mungkin saya wujudkan di luar Oriflame. Mengejar masa depan yang saya yakini sangat indah jika saya fokus mengerjakan bisnis Oriflame.

Saya ingin saat saya umur 40 atau 50 tahun nanti saya tidak perlu khawatir dengan yang namanya PHK karena saya mengerjakan bisnis bukan menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Biasanya ketika kita terlihat tidak begitu produktif lagi, perusahaan tentunya tidak menginginkan karyawan yang semakin melemah. Begitu kita tak memberikan manfaat bagi perusahaan yang memperkerjakan kita mereka dengan mudahnya menyingkirkan kita. Sebelum itu terjadi bangunlah bisnis bagi masa dpena anak kita dan cucu kita. Karena masa depan mereka berada di tangan kita.

Bekerja keraslah selagi muda dan nanti tua tinggal menikmati hasilnya. Bukankah 9 dari 10 pintu rezeki adalah dari berdagang? Yuk bangun bisnis daganganmu sekarang ini. Tak punya modal besar? Cukup bergabung di Oriflame, modalnya kecil dan bisa langsung punya banyak sekali dagangan yang bisa kita pasarkan dan tidak perlu nyetok barang. Apalagi sekarang dagang online sudah menjamur di mana-mana. Kita bisa menjangkau pasar yang lebih jauh dengan menyebarkan promosi hingga ke daerah-daerah yang belum kita kunjungi sekalipun.

Bagi ibu rumah tangga seperti saya bisnis online seperti ini tentunya jauh lebih bisa dilakukan karena tidak butuh ruang dan waktu yang sama dengan pelanggan. Bisa melayani pelanggan dari mana saja tanpa perlu bertemu. Sudah banyak aplikasi yang memudahkan komunikasi kita dengan orang lain. Tidak perlu takut ditipu dan segala macam karena sudah banyak penyedia rekening bersama bahkan JNE sendiri punya aplikasi MYJNE yang menjadi pihak ketiga untuk mengamankan transaksi kita dengan pelanggan.

Akhirnya saya mengerti maksud suami saya mengatakan 'jadi-jadilah kuliah'. Meskipun saya bisa melakukan banyak hal sekaligus tapi tentunya akan beda ceritanya jika saya lebih fokus di Oriflame saja sambil mengurus anak. Akan lebih banyak pencapaian yang saya dapatkan mengingat di Oriflame siapa yang paling keras usahanya akan mendapatkan bayaran kontan. Bukan masalah siapa yang lebih dulu bergabung ya. Sebab di Oriflame yang duluan bergabung bisa saja tidak mendapatkan apa-apa karena pasif dalam bisnisnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan