Langsung ke konten utama

Bisnis Oriflame: Tanya Jawab (Bagian 4)


Bisnis Oriflame – Jika bicara soal bisnis pastinya ada target yang ingin kita capai. Coba deh tanya lagi sama diri sendiri. Kita ingin dapat apa dari Oriflame? Sekadar produk murahkah? Penghasilan dari jualankah? Atau bonus yang lebih besar dari itu semua.

Pertanyaan yang muncul lagi di kepala konsultan Oriflame, terutama yang baru memulai bisnis Oriflame adalah, 'Bagaimana jika saya tidak mencapai 100bp setiap bulannya?'.

Sudah tahu BP? Alias bonus point. Setiap produk yang kita jual di Oriflame ada bonus pointnya. Bonus point yang kita dapatkan bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah dan tentu saja penghasilan bulanan. Syarat untuk mencairkan bonus bulanan saat ini adalah 100bp. Itu untuk bonus penghasilan normal ya. Kadang ada promo tertentu dengan nominal hadiah tertentu atau produk khusus yang mewajibkan kita untuk mendapatkan poin sebesar 200.

Apakah wajib? Kalau memang mau kejar hadiahnya ya menjadi wajib. Jika tidak ya tidak akan ada sanksi apa-apa kok.

Saat teman-teman memutuskan untuk bergabung di Oriflame demi mendapatkan produk dengan harga yang lebih murah tentu saja tak ada kewajiban untuk tutup poin 100bp setiap bulannya. Sebab ini bisnis kita sendiri. Kita yang punya hak untuk memutuskannya. Begitu pula ketika teman-teman hanya ingin dapat penghasilan dengan berjualan. Tak ada kewajiban menutup poin. Semakin besar penjualan yang teman-teman lakukan akan semakin besar pula keuntungan yang didapatkan.

Tutup poin 100bp setiap bulannya hanya wajib untuk kamu yang ingin berkarier sebagai independent konsultan di Oriflame. Orang yang ingin mendapatkan transferan uang, dapat bonus rumah, mobil, dan juga jalan-jalan keluar negeri.


 Jangan takut nantinya ada yang mewajibkan kamu belanja 100bp setiap bulannya. Ada hadiah untuk setiap target yang diberikan Oriflame. Mau hadiahnya? Ya kejar aja poinnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan