Langsung ke konten utama

Menguping Tetangga




Sebenarnya sih saya bukan tipikal yang suka jaga tepi kain orang. Tetapi memang menarik sekali mendengarkan orang yang mengobrol dan berbicara hal pribadinya. Saya sih nggak niat nguping. Tapi ya itu suara mereka keras sekali sampai terdengar jelas dan saya berusaha menepis suara mereka. Ya sudahlah saya biarkan suara mereka terdengar. Namun tak begitu pasti sih sebenarnya apa yang mereka bicarakan dengan suara keras seperti itu. Satu hal yang pasti. Itu bukanlah hal yang ingin mereka rahasiakan.

Ya iyalah.

Bukan soal mereka sih yang tepatnya ingin saya ceritakan dalam postingan kali ini. Saya jadi ingat mengenai artikel yang pernah saya baca, tentang perempuan butuh mengeluarkan 22.000 kata dalam satu hari. Itu kebutuhan bagi perempuan. Benar nggak sih itu? Walaupun sebenarnya memang saya sering kali bercakap-cakap dengan orang di sekeliling saya dan saya rasanya sangat lega setelah bercerita tentang banyak hal.

Pengennya sih bisa bercerita lebih banyak lagi tentang segala hal yang ada di sekitar saya. Bukan hanya bisa menulis kayak gini. Pengen cerita secara langsung. Nggak butuh banyak orang sih. Saya cuma butuh 1-2 orang aja buat mendengarkan saya bercerita setiap hari. Ah kapan saya bisa mengeluarkan lebih banyak kata dalam keseharian supaya saya merasa lebih lega ya. Rasanya ada yang kurang setiap harinya.

Itulah terkadang yang membuat saya memilih untuk menelpon ibu saya di kampung dan bercakap-cakap tentang banyak hal. Hal-hal ringan untuk diceritakan pun akan saya kabarkan dengan menggebu-gebu. Namanya juga mahluk sosial ya. Kita nggak bakalan bisa hidup tanpa orang lain. Untuk komunikasi aja. Nggak usah jauh-jauh deh.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan