Langsung ke konten utama

Bisnis Oriflame: Wajib Tahu (1)


Bisnis Oriflame: Apabila teman-teman ingin mendaftarkan diri di bisnis Oriflame atau ingin mendaftarkan member baru, penting sekali untuk tahu bahwa email yang didaftarkan adalah email yang diketahui passwordnya dan memang masih aktif. Jangan menggunakan email yang sudah tidak bisa dibuka lagi karena email dibutuhkan untuk aktivasi akun Oriflame kita.

Itu sebabnya saya selalu memastikan bahwa orang yang saya daftarkan memang tahu password emailnya apa. Dibandingkan repot di belakang, sebaiknya membuat email baru jika email lama jarang digunakan dan ragu dengan passwordnya apa meskipun statusnya sedang log in di smartphone kita. Tetap saja itu tak menjawab bahwa kita bisa membukanya suatu hari nanti.

Cara verifikasi email itu sangat mudah. Oriflame akan mengirim link dalam satu buah email pemberitahuan bahwa kita mendaftarkan diri ke Oriflame melalui konsultan Oriflame yang sudah terdaftar sebelumnya. Ada perintah untuk 'klik di sini' yang bergaris bawah dan berwarna biru. Apabila tak ada link yang bisa diklik karena email yang kita gunakan tidak mendukung hal tersebut jangan ragu untuk meminta orang yang mendaftarkan kita di Oriflame yang melakukan verifikasinya dengan memberikan password akun kita padanya.


Verifikasi atau aktivasi harus dilakukan dengan cepat karena semakin cepat verifikasi itu artinya kita akan semakin cepat bisa menjalankan bisnisnya dan memesan staterkit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan