Langsung ke konten utama

Bisnis Oriflame – Tanya Jawab (Bagian 3)


Bisnis Oriflame – Banyak sekali pertanyaan yang akan ditanyakan oleh orang yang baru bergabung di Oriflame. Satu di antaranya adalah sebagai berikut.

Saya tidak punya bakat dan pengalaman bagaimana ya?

Saya sendiri juga tidak punya bakat berjualan dan sama sekali awam dengan bisnis Oriflame. Sama seperti orang lain yang baru memulai berbisnis Oriflame. Jadi kalau semuanya harus kembali pada bakat dan pengalaman, saya bakalan kalah jauh sama orang yang baru lahir sudah bisa jualan. Eh memang ada orang yang baru lahir sudah bisa dagang? Ya enggaklah. Mana ada orang yang sudah bisa dagang sejak lahir? Katakanlah ada orang yang membawa 'darah dagang' di tubuhnya, kemudian berdagang menjadi hal yang biasa saja untuknya, lalu kita merasa rendah diri?

Nggak ada kok yang sebenarnya masalah darah dagang. Sebab saudara saya semuanya yang paling bisa berdagang cuma saya. Saya belajar kok cara berdagang. Paling penting dari berdagang adalah bagian tak perlu memegang teguh gengsi yang ada. Itu saja sebenarnya jika kita memang ingin memulai belajar berdagang. Iya, semuanya bisa dipelajari. Saat teman-teman ingin memulai bisnis Oriflame sebenarnya yang harus disiapkan adalah mental untuk belajar. Banyak sekali yang dibutuhkan untuk belajar. Waktu dan tenaga. Tak perlu sampai 8 jam sehari. Setidaknya siapkan 1 jam setiap harinya untuk membaca tentang cara mengembangkan bisnis.

Ilmu marketing apa pun tetap ada gunanya nantinya. Jadi jangan takut untuk menambah ilmu dagang teman-teman. Pelajari semua yang ada. Tanyakan pada google apa saja yang tak teman-teman ketahui. Sebab guru yang paling tidak akan pernah menemukan titik lelahnya adalah Google. Kapan saja dan di mana saja, Google akan selalu menjawab pertanyaan kita. Di Youtube juga banyak sekali penjelasan tentang Oriflame. Tak perlu menunggu orang yang mendaftarkan kita untuk menjelaskan mendetail karena bisnis yang kita geluti adalah milik kita. Upline atau sponsor kita hanya bagian kecil dari perjalanan panjang bisnis kita di Oriflame.

Percayalah, semuanya bisa dipelajari. Percayalah.

Daftar bisnis Oriflame? Hubungi 597B5B16 (Bisnis Modal Kecil) dan Whatsapp 085213626011.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan