Langsung ke konten utama

5 Alasan Mengapa Harus Punya Aplikasi MyJNE



Sekarang ini belanja atau jualan online sudah bukan hal baru lagi. Bahkan kebanyakan pebisnis offline juga mulai melakoninya. Sebab banyak juga pelanggan yang berasal dari luar daerah yang menginginkan produk yang dia jual. Semakin banyak yang melakoni bisnis online akan semakin banyak pula orang yang mengembangkan aplikasi dan juga gadget pendukungnya. Gadget yang makin banyak digandrungi tentu saja android dan ios yang banyak sekali menyediakan aplikasi untuk mendukung kebutuhan orang bertransaksi secara online.

Begitu juga dengan aplikasi. JNE sendiri, yang sudah malang-melintang di dunia bisnis online sebagai penyedia jasa pengiriman akhirnya membuat satu aplikasi yang bisa membuat transaksi online menjadi semakin mudah. Aplikasi MyJNE. Jika Anda adalah pebisnis online penting banget nih punya aplikasi ini begitu juga dengan orang yang suka belanja online. Apalagi ada satu fitur yang berguna banget buat menghindari penipuan secara online oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Saya sudah buat nih 5 alasan mengapa kita harus punya aplikasi MyJNE.

1. Mudah Pengecekan Pengiriman

Mengecek pengiriman tak pernah semudah ini sebelumnya. Apalagi ada kemudahan dengan scan barcodenya. Tinggal scan beberapa detik dan muncul informasi mengenai paket yang dikirim sudah berada di mana. Padahal selama ini susah banget ngecek paket melalui smartphone jika dilihat di halaman website JNE, kadang saya sampai harus menyalakan PC untuk sekadar memeriksa paket sudah sampai di mana.
2. Mudah Pengecekan Tarif
Mengecek tarif juga nggak pernah semudah ini sebelumnya. Buat yang sudah lama menggunakan jasa JNE pasti paham banget kalo website JNE itu kadang suka nggak bersahabat dengan jaringan yang agak lambat. Beda sekali dengan aplikasi MyJNE yang bisa digunakan dengan jaringan seadanya. Maklumlah di Pontianak, jaringan suka bikin sebel. Jadi saya nggak perlu takut lagi salah kasih ongkos kirim ke pelanggan yang mau belanja sama saya. Saya ingat betul saya sering salah kasih tarif waktu dulu hanya mengandalkan buku daftar tarif dari JNE yang saya minta di kantor cabang Pontianak. Kalo di aplikasinya tarif sudah paling update jadi nggak bakalan salah kasih tarif ya ke pelanggan kita.

3. Menghindari Penipuan dengan MyCOD


Ini penting banget nih buat teman-teman yang baru mencoba belanja online sama seorang seller yang sama sekali nggak dikenal. Apalagi kalau produk yang dijualnya dengan harga terlampau miring. Bisa gunakan fitur ini supaya uang nggak langsung diterima sama sellernya melainkan disimpan dulu sama MyJNE. Penggunaannya juga sangat mudah. Kita sama seller harus punya aplikasi MyJNE. Terus seller akan membuat invoice di MyJNE yang ditagihkan ke akun kita. Daftarnya cukup pakai nomor HP aja kok.
Terus kita bayar deh tagihan tersebut. Kalo sudah kita bayar ke MyJNE, seller akan mendapatkan notifikasi bahwa pembeli sudah membayar dan dia harus mengirimkan produk yang kita beli tersebut. Ini juga penting banget untuk menghindari pembeli yang hit and run ya. Maklumlah jaman sekarang nih bukan hanya seller yang banyak menipu, pembeli juga nggak jarang nipu penjual.

4. Ada JNE Nearby

Bingung nyari kantor JNE terdekat dari lokasi kita? Ada fitur JNE Nearby yang bisa kita gunakan buat nyari letak kantor JNE yang bisa kita datangi. Nggak perlu tanya sana-sini atau googling. Sudah ada petanya secara online dan lokasinya akan terdeteksi dengan mudah. Kita juga bisa cari rute jalan buat ke sana.
5. Ada My COD Wallet
Aplikasi MyJNE juga menyediakan My COD Wallet, alias rekening digital buat kita. Jadi nggak ada cerita lagi tuh kesulitan menerima atau mengirim uang antar rekening dan khawatir dengan biaya transfernya. Dengan MyCOD Wallet kita bisa membayar belanjaan dengan mudah dan juga bisa menerima pembayaran dari pelanggan. Proses pencairannya juga mudah dan cepat kok. Jadi sebagai seller kita bisa mendapatkan kemudahan untuk bertransaksi tanpa perlu memajang dagangan kita di e-commerce tertentu untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan. Cukup berjualan di sosmed atau website yang kita punya lalu kita tinggal tunggu pembeli order dan tinggal bikinkan tagihannya di aplikasi MyJNE.

Satu hal nih yang Aplikasi MyJNE harus punya, integrasi dengan keranjang belanja buat orang yang membuat toko online dan bingung membangun keranjang belanjanya bagaimana. Jadi ada tombol MyJNE di produk yang dijual sehingga invoicenya bahkan bisa dibuat sendiri oleh pembeli ketika berbelanja. Butuh proseslah ya buat menghubungkan keranjang belanja di sebuah situs ke aplikasi MyJNE, tapi saya akan senang sekali jika MyJNE bisa dipasang di website online sebagai pilihan pembayarannya dan langsung menjadi keranjang belanja di situs belanja.

Namun 5 alasan yang saya sebutkan tadi sudah cukup menggiurkan bagi yang kamu yang belum install aplikasi MyJNE ini.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan