Langsung ke konten utama

Bye Bye Kuota, Hello Smartfren

Sudah lama. Sudah lama sekali rasa semenjak saya kehilangan paket internet yang unlimited. Sedih? Lebih ke bimbang rasanya. Bingung juga antara kebutuhan paket data yang tak terbatas alias tak bisa saya rem kadang. Saya benar-benar merindukan jaringan internet yang mumpuni dengan kuota yang unlimited. Ah entah kapan. Itu sebelum saya bertemu dengan kekasih saya yang sekarang ini setia menemani saya di mana pun dan kapan pun.

Smartfren Andromax R2. Awalnya saya sebenarnya agak ragu untuk menggunakannya karena saya cukup malas menambah nomor baru lagi. Selama ini saya selalu menggunakan kartu GSM dan tentunya menggunakan HP yang bisa digunakan berinternetan ala GSM. Saya juga tadinya tak mengetahui banyak tentang paket internet yang ditawarkan oleh Smartfren ini.

Sampai akhirnya beberapa waktu lalu Smartfren meluncurkan jaringan 4G mereka di Pontianak, Kalimantan Barat. Saya termasuk satu di antara blogger Pontianak yang beruntung diundang. Mengapa beruntung? Karena saya nggak perlu capek-capek cari info mengenai paket apa aja yang tersedia sampai apa saja kelebihan yang bisa saya dapatkan jika menggunakan Smartfren.

Saya baru tahu kalau smartfren punya paket unlimited yang saya butuhkan selama ini. Bahkan paketnya itu satu set dengan androidnya yang super keren. Gimana nggak keren coba, selama ini smartphone dengan spesifikasi yang serupa harganya paling tidak 3juta ke atas. Bahkan Andromax R2 ini punya RAM yang lebih tinggi dari smartphone yang saya gunakan sebelumnya. Jadi tidak sulit memenuhi kebutuhan saya bekerja melalui smartphone.

Paling penting sih sebenarnya paket unlimitednya itu. True Unlimited lagi. Padahal sebelumnya kita tahu belum ada paket internet yang menghapus soal penggunaan wajar yang harus kita patuhi dan jika melebihi pemakaian wajar kecepatan akan diturunkan. Beda dengan paket yang ditawarkan oleh bundling Smartfren Andromax R2 ini.

Sudah nggak ada batas kuota lagi yang perlu saya pikirkan dan saya bebas mau browsing atau streaming sepuasnya. Inilah paket internet yang saya butuhkan selama ini. True unlimited dari Smartfren. Bye bye kuota!



aaaa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan