Langsung ke konten utama

Melumerkan Cokelat


Sejak pertama kali belajar bikin kue yang pake cokelat cair saya selalu gagal. Entah mengapa saya bingung mau bikin cokelat batangannya lumer. Mendingan beli cokelat cair aja kali ya? Soalnya terakhir kali saya melumerkan cokelat saya membuat sebuah mangkok kaca pecah. Retak sih awalnya lalu menjadi pecah. Hiiii ngeri deh membayangkan ada perabotan yang pecah lagi.

Saya sampai sekarang nggak kepengen lho jadinya bikin makanan yang membutuhkan cokelat yang dicairkan dengan suhu panas. Kalau punya oven listrik sih enak ya. Tinggal masukin dalam wadah terus panggang dalam oven beberapa saat lumer deh cokelatnya. Saya sering liat tutorial di Youtube yang melumerkan cokelat pake dua wadah. Wadah pertama diisi air kemudian wadah kedua disimpan di wadah pertama dan cokelatnya diaduk di wadah kedua. Sudah pernah liat yang sama?

Itulah tutorial yang saya ikuti dan membuat mangkok pecah. Salah pada mangkoknya atau pada saya? Entahlah yang jelas saya jadi bingung mau melumerkan cokelat. Tapi dari banyak tutorial itu juga sebenarnya banyak juga yang ngasih saran untuk melumerkan cokelat menggunakan alat khusus alias chocolate melter. Biar cokelat batangannya menjadi cair.

Sudah lama sih saya nggak bikin kue. Soalnya sekarang kesibukannya luar biasa dan kalau ada waktu luang saya lebih suka menghabiskannya untk tidur saja atau baca resep, nonton tutorial masak, kadang cuma main game sambil leha-leha di tempat tidur. Dari banyak yang saya lakukan ya main sosial media itu yang mendatangkan uang. Beda dengan bikin kue ya, diawal sih ngabisin duit nanti sudah mahir bisa dagang juga cuma ya itu saya kebanyakan gagalnya kalau bikin kue. Hahahahah...

Padahal dulu saya mahir banget bikin bolu buat dijual di warung kopi. Iya saya jualan kue buat mendapatkan uang tambahan bakal kuliah di Untan belasan tahun yang lalu. Sekarang juga masih jualan cuma bukan jualan kue yang dititip di warung. Sekarang jualannya lebih bergengsi. Maklum jualannya pake gadget. Jadi lebih naik dikit levelnya dibandingkan dulu. Omzet juga sudah jauh dibandingkan waktu masih usia tamatan SMA.

Eh tapi berapa pun yang kita dapatkan dengan cara halal tetap lebih baik ya dibandingkan dapat banyak dari korupsi. Kalau anak cucu kita dikasih uang hasil korupsi itu sama aja kita ngasih mereka makan sesuatu yang haram. Dan barang haram itu buruk bagi kesehatan.

Buat yang punya trik buat bikin cokelat meleleh dengan gampang kasih tahu ya? Asal jangan kasih tipsnya kayak gini, cokelatnya dijemur sampai benar-benar meleleh. Hehehehe...

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…