Langsung ke konten utama

Cerita Mertua Saya (1)


Sewaktu belum menikah dulu, ibu mertua bakalan jadi sosok yang sangat menakutkan bagi saya. Soalnya saya pikir kebanyakan ibu-ibu ya cerewet dan ngomelnya bakalan panjang banget. Pengalaman tinggal sama nenek dan ibu saya yang kalau sudah ngomel aduh minta ampunlah pokoknya. Walaupun sekarang saya tahu banget bahwa mereka adalah perempuan tangguh yang membuat saya menjadi diri saya yang sekarang. Merekalah yang punya andil sangat besar.

Ternyata saya salah besar lho teman-teman. Perempuan yang menjadi mertua saya itu baik hati dan nggak pernah marah dengan saya. Dia selalu mengerti saya dan bisa memposisikan saya menjadi bagian dari keluarga tanpa dibedakan dengan anak yang lainnya.

Mertua saya tu orangnya lucu dan suka sekali bercerita. Bahkan kalau cucunya lagi ngobrol dia suka nimbrung dan kepo. Sampai-sampai kadang cucunya bilang 'nenek nih kepo'. Bakalan ditanya balik lagi deh 'kepo itu apa?'. Nah lho...

Kayak kemaren saya ngomongin soal cetakan waffle. Pas dia lihat dia langsung bilang 'ini cetakan bolu sepit'. Memang sih sebenarnya makanan luar negeri juga kayak punya kembaran di Indonesia. Meskipun kadang adonannya beda ya, serupa tapi tak sama gitu. Kalo saya kasih liat wajan crepes dia bakalan bilang itu cetakan lempeng kali ya?

Lempeng itu kue yang ceper gitu tapi nggak setipis crepes sih. Cuman punya konotasi kue yang murah. Jadinya lucu aja kalo wajan crepes dibilangnya cetakan lempeng. Apalagi kita tahu sendiri crepes yang lagi ngehits tu harganya ngalah-ngalahin harga sebungkus nasi padang yang pake rendang dan sambal ijo. Hiyaaaa lapar banget kan jadinya.

Sebelum banyak yang mempopulerkan crepes di Indonesia sebenarnya mamang yang jualan Apam Pulau Pinang sudah punya versi crepes mereka sendiri. Adonan apam pinangnya dikurangin supaya menjadi tipis lalu dikasih toping kayak biasa. Jadinya apam krispi gitu. Kalo apam pinang yang dibikin krispi gitu saya sih sering makan. Apalagi harganya juga murah. Nggak sampe 10.000 satu porsinya. Hehehehe...

Banyak sekali yang ingin saya lakukan di dapur tetapi yang ada ujung-ujungnya saya lebih banyak di depan komputer dan menulis. Iya sih kalo nulis memang lebih dari berbagai kegiatan menyenangkan lainnya di dunia ini. Menulis tu kayak bernapas. Butuh banget untuk dilakukan sama saya. Kalau nggak nulis semacam ada yang kurang gitu.

 

Komentar

  1. saya juga sll parno sama bayangan sosok ibu mertua mbak... semoga mertua saya baik kayak mertua mbak hani.. aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…