Langsung ke konten utama

Menu Sarapan Pagi Terfavorit


A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on


Bukan tipikal orang yang terlalu memilih-milih makanan sih sebenarnya. Tapi memang ada menu favorit saya yang bisa saya makan setiap hari buat sarapan. Walaupun sekarang saya sarapannya beda tiap hari. Namun menu yang satu ini bisa jadi pilihan terakhir yang tak akan saya tolak kalau di tawarin. Kayak pagi ini, sebenarnya saya ingin makan bubur saya seperti yang sudah-sudah. Soalnya di dekat rumah sini ada bubur yang lumayan saya suka. Padahal niat awalnya bukan beli bubur lho.

Tadinya saya kepengen makan Apam Pulau Pinang yang dijual di Jalan Gajahmada. Sudah terkenal kelezatannya. Namun ternyata sebelum jam 9 mereka sudah kehabisan adonan dan langsung tutup deh. Emang sih biasanya jam 8 juga mereka sudah menjual habis kue mereka. Tahu Apam Pulau Pinang kan? Ada juga yang menyebutnya Kue Terang Bulan. Alias martabak manis kalau di Pontianak menyebutnya. Cuma saya beberapa kali lewat sudah lewat jam 8 mereka masih buka dan adonannya masih cukup banyak. Makanya saya pikir hari ini juga bakalan ada. Saya sudah membayangkan kacang dan srikaya di balik lipatan apam tersebut. Eh ternyata sudah habis lho.

Tawaran berikutnya adalah bubur. Okelah, saya nggak milih-milih banget sih soal makanan. Paling penting makanan tersebut bernutrisi. Makanan sehat yang bisa membuat saya bersemangat seharian. Eh ternyata buburnya juga habis. Ujung-ujungnya yang saya makan adalah lontong sayur. Saya suka sih lontong sayur. Favorit malahan. Tetapi bukan yang dijual di Pontianak. Saya suka lontong sayur asli Sambas yang ada tambahan mie kuning alias mie sanggul di dalam kuahnya. Belum lagi udangnya yang enak banget karena dimasak dengan kuah santan.

Saya rindu sekali dengan lontong sayur yang dijual di pasar tak jauh dari rumah Umak saya. Seandainya bisa pulang kampung dan makan lontong buatan Ibu Ibud setiap hari. Bakalan seneng banget deh. Apalagi sekarang di situ juga ada jual sate. Ibu Ibud memang pintar masak. Saya suka semua dagangannya di warung itu. Bahkan dulu saya setiap hari makan di situ. Sekarang? Sebulan sekali aja susah karena saya memang jarang pulang kampung. Apalagi sekarang sudah menikah. Semakin tak memungkinkan untuk pulang kampung dan sarapan di warungnya yang lebih dekat dengan pasar ikan sekarang.

Dibandingkan itu semua saya juga rindu sekali dengan nasi goreng buatan Uwan saya yang paling fenomenal itu. Nasi goreng kampung dengan ikan teri gorengnya. Pake sedikit terasi. Rindu sekali... rindu... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan