Langsung ke konten utama

Jangan Pelit Bawang Goreng


Memiliki usaha di bidang kuliner? Terutama yang berkuah? Ada baiknya memikirkan kembali seberapa banyak taburan yang ingin diberikan di atas makanan berkuah yang kita jual. Sebab sebagai pembeli makanan yang memiliki kuah seperti bakso, soto, atau mie tiaw rebus, saya suka sekali banyak taburan bawang gorengnya. Kalau memang ada daun bawangnya juga saya bakalan suka ditambah agak banyakan dibandingkan biasanya.

Bawang goreng sangat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap masakan yang memiliki kuah. Bahkan untuk makanan yang nggak ada kuahnya kayak gado-gado, saya suka juga tetap ada bawang gorengnya di sana. Tapi memang bawang goreng paling diperlukan di atas makanan yang berkuah terutama makanan yang kuahnya panas banget. Aduh bakalan enak banget kalau kuah itu banyak taburan bawangnya.

Dari banyak makanan berkuah yang paling saya suka karena taburan bawangnya banyak adalah mie tiaw rebus di Mie Tiaw Apollo. Mereka nggak pelit ngasih taburan bawang goreng. Belum lagi kalau kita minta ekstra bawang goreng juga bakalan dikasih lho. Bakalan menyenangkan banget buat orang yang suka sekali dengan bawang goreng di dalam makanannya.

Eh iya ngomong-ngomong soal bawang goreng yang dikasih banyakan sama Mie Tiaw Apollo, saya mau ngucapin terima kasih banyak buat kalender tahun 2016-nya dari mereka. Padahal belinya sebungkus doang dan dibawa pulang. Habisnya porsi mereka gede banget semangkoknya. Saya kesulitan menghabiskannya sekarang. Entah mengapa kemampuan makan saya dalam 1 porsi agak menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Terutama sebelum hamil dan melahirkan. Barangkali selama hamil lambung saya tertekan sedemikian lama sampai akhirnya terbiasa menerima porsi kecil makanan.

Jadi intinya kalau teman-teman buka usaha kuliner yang ada kuahnya. Sebaiknya mikir dulu soal porsi bawang goreng yang ditaburkan di atas makanan tersebut. Soalnya kalau terlalu sedikit malah kurang enak lho. Kurang sedep gitu. Balik lagi ke selera sih. Ada juga orang yang memang nggak suka dengan bawang goreng, nggak semua orang kayak saya yang fanatik banget jika menyangkut bawang goreng.

Waktu kecil bahkan saya nggak hanya suka bawang goreng, dicemilin gitu, bawang bakar juga suka. Pas hangat-hangat makannya, wih enak banget. Apalagi ada harum dari arang tempurung kelapanya. Rindu masa-masa kecil dulu yang banyak banget kenduri yang bisa dihadiri bersama Uwan. Beda dengan sekarang, kalau datang ke pernikahan orang nggak bakalan ada deh makan pada hari kecil dan hari besar. Hehehehe...
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan