Langsung ke konten utama

Milo Malaysia Lebih Enak dari Milo Indonesia?


Saya nggak benar-benar bisa mengatakan bahwa ini benar atau salah sih ya. Tapi banyak yang bilang kalo Milo Malaysia itu enak banget. Jauh lebih enak dibandingkan dengan Milo Indonesia. Semoga aja perusahaan Milo nggak marah nih dengan tulisan ini. Sebab ini hanyalah selera pribadi sebagian orang yang saya kenal. Jadi bukan penelitian yang bisa dijadikan acuan selera pasar ya!

Tahu nggak sih teman-teman kalau di kampung saya sana, kalau ada yang pulang dari Malaysia akan membawa oleh-olehnya minuman cokelat yang fenomenal ini. Yap! Milo. Padahal kita tahu betul, di Indonesia Milo juga banyak kok. Ngapain orang capek-capek bawa Milo dari Malaysia? Alasannya ya itu. Milo Malaysia lebih enak. Jauh lebih enak dibandingkan dengan Milo Indonesia. Masa' sih? Nggak percaya? Boleh tanya deh dengan orang di kampung saya. Dari anak kecil sampai orang dewasa, mau tanya nenek saya juga boleh dah!

Keluarga saya juga mengatakan seperti itu. Saya sih nggak terlalu yakin soal perbedaannya tapi saya memang lebih sering minum Milo Malaysia sih di rumah dibandingkan dengan Milo Malaysia. Maapkeun saya tidak 'cinta ploduk-ploduk Indonesia'. Bukan karena nggak cinta kok. Milo Malaysia banyak diperjualbelikan di Pontianak. Nggak semua swalayan punya, tapi ada beberapa swalayan yang menyediakan. Bisa juga mampir ke toko oleh-oleh yang ada di Jalan Pattimura sana. Tak semua toko ada ya, beberapa aja. Lihat-lihat aja dagangan mereka. Ada kok yang tetap jualan produk yang satu ini. Walaupun termasuk dagangan ilegal deh kayaknya.

Saking enaknya Milo Malaysia ini, adik perempuan saya yang sekarang berada di Jogja sampai memesan minuman yang satu ini dari Pontianak. Alasannya karena dia rindu dengan Milo Malaysia. Padahal beberapa bulan lagi dia juga pulang ke Pontianak. Dia cuma setahun di Jogja untuk menyelesaikan pendidikannya.

Balik lagi ke Milo Malaysia, beneran nggak sih jauh lebih endes dibandingkan Milo Indonesia? Kayaknya musti bikin 'taste test' ala-ala BuzzFeed nih biar kekinian. Dua gelas Milo disandingkan lalu diminta nyicipin dan memilih yang mana yang paling enak. Habis itu baru kita kasih tahu mana yang Indonesia dan Malaysia. Siapa tahu kan sebenarnya sama aja enaknya, tapi karena sugesti aja tentang produk Malaysia yang lebih baik dibandingkan produk Indonesia.

Siapa tahu juga setelah ini kita lebih cinta 'ploduk-ploduk Indonesia'. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan